
" Tapi kamu tidak perlu membunuhnya, kamu tahu istriku sedang hamil, kamu memang wanita iblis sangat jahat." Ucap tuan Federick dengan nada naik satu oktaf.
" Ya aku iblis kamu mau apa?" Ucap Rina sambil berusaha berdiri kemudian tangannya mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk melempar.
Tuan Federick mengambil pistol yang di simpannya di balik saku jasnya namun kalah cepat dengan Rina, Rina menemukan vas bunga dan dilemparkan ke arah tuan Federick
bruk
" Akhhhhh.... dasar wanita si*lan." Umpat tuan Federick sambil memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah segar.
Rina tidak memperdulikan hal itu dan langsung merebut pistol dari tangan tuan Federick dan berjalan mundur kemudian senjatanya diarahkan ke dada tuan Federick.
dor
" Akhhhhh.." Teriak Riana
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Riana sangat terkejut ketika tuan Federick membentak dirinya membuat dirinya penasaran ada hubungan apa dengan mommynya karena tuan Federick yang awalnya lemah lembut berubah drastis seperti itu.
Riana yang sangat penasaran mengikuti mereka dan membiarkan Aska dan Robert bertengkar karena ketika Robert mendengar dari daddynya kalau mommy mereka telah membunuh mommynya.
Riana perlahan membuka pintu dan melihat apa yang terjadi hingga dirinya melihat kalau mommynya ingin menembak tuan Federick akhirnya berlari dengan cepat dan langsung memeluk tubuh tuan Federick agar tubuhnya dijadikan tameng.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Riana!!" Teriak Rina
Riana membalikkan badannya kemudian tersenyum menatap wajah mommynya.
" Mommy, aku mohon jangan sakiti paman Federick." Mohon Riana
" Riana minggir kamu tidak boleh ikut campur urusan mommy." Ucap Rina sambil menatap tajam.
" Tembaklah mom setelah Riana mati mommy bisa menembak paman Federick." Ucap Riana sambil menahan rasa sakit pada punggungnya.
" Baiklah kalau itu maumu." Ucap Rina menodongkan pistol ke arah Riana
dor
" Akhhhhh.." Teriak Rina karena tangannya terkena tembakkan hingga darah segar keluar dari tangannya.
Salah satu bodyguard milik tuan Federick yang mendengar suara tembakan masuk ke dalam kamar dan melihat majikannya dalam bahaya dan langsung menembak tangan Rina membuat Rina memegangi tangannya yang terluka.
" Lepaskan pistolnya atau aku tembak keningmu." Ancam bodyguard milik tuan Federick.
" Riana tolong bantu mommy." Ucap Rina yang tidak memperdulikan ucapan bodyguard tersebut.
Riana yang tidak tega melihat mommynya terluka langsung berjalan mendekati mommynya.
grep
Rina langsung menarik tubuh Riana untuk dijadikan tamengnya.
" Lepaskan pistolnya kalau tidak anak ini akan aku tembak." Ancam Rina
" Kamu jangan membodohiku Rina, Riana itu putrimu jadi kalau kamu ingin menembaknya maka tembaklah." Ucap tuan Federick.
" Mommy, aku mohon sa..." Ucapan Riana terpotong karena dirinya tidak sadarkan diri.
Rina yang memeluk tubuh Riana membuat Riana tidak terjatuh. Rina menarik tubuh Riana yang sudah tidak sadarkan diri sambil berjalan mundur hingga mentok ke dinding kemudian tangannya yang terluka menekan tombol dan otomatis terbuka pintu rahasia.
bruk
Rina mendorong tubuh Riana hingga terjatuh untuk menghalangi mereka untuk mengikuti dirinya dan buru-buru Rina menekan tombol dan otomatis pintu tertutup kembali. Rina menembak tombol tersebut agar mereka tidak bisa masuk dan menyusul dirinya.
" Si*l wanita itu sangat licik." Ucap tuan Federick sambil berjalan mendekati tembok tersebut dan diikuti oleh bodyguardnya.
Bodyguard tersebut menekan tombol tapi tombol tersebut tidak berfungsi.
" Maaf tuan tombolnya tidak berfungsi." Ucap bodyguard tersebut
" Pasti wanita licik itu yang melakukannya hingga tidak berfungsi." Ucap tuan Federick
" Maaf tuan bagaimana dengan gadis kecil ini?" Tanya bodyguardnya.
" Bawalah ke rumah sakit karena aku tidak ingin hutang budi." Jawab tuan Federick.
Bodyguard tersebut langsung menggendong tubuh mungil Riana dan mereka keluar dari ruangan tersebut. Mereka berjalan ke arah ruang keluarga dan melihat putranya sedang berkelahi dengan Aska.
" Robert berhenti." Ucap tuan Federick
Robert dan Aska langsung berhenti dan Aska melihat Riana sedang di gendong oleh bodyguard milik tuan Federick.
" Riana, apa yang terjadi dengan adikku?" Tanya Aska sambil menatap tajam ke arah tuan Federick.
" Riana di tembak oleh ibunya." Ucap tuan Federick.
" Biar aku yang gendong." Ucap Aska dengan nada dingin sambil mendekati ke arah bodyguard milik tuan Federick.
Bodyguard tersebut memberikan ke Aska ketika mendapat anggukan tuan Federick.
" Antar dia ke rumah sakit aku dan putraku akan pulang." Ucap tuan Federick sambil menggandeng tangan putranya.
" Baik tuan." Jawab bodyguard tersebut.
" Riani apakah kamu ikut?" Tanya Aska
" Tidak kak, aku tidak suka bau rumah sakit." Tolak Riani
Aska hanya diam dan berjalan sambil menggendong tubuh Riana yang mulai dingin.
" Riana bertahanlah." Ucap Aska
( " Suatu saat aku akan membunuhmu Tante Rina karena selain kamu menyakitiku kamu juga tega menyakiti Putri kandungmu." Ucap Aska dalam hati ).
Bodyguard tersebut membuka pintu mobil dan Aska masuk ke dalam dan duduk di kursi belakang pengemudi sambil memeluk Riana dari arah samping
" Riana bertahanlah, aku mohon." Ucap Aska tanpa sadar air matanya keluar.
Aska teringat ketika Riana selalu membangunkan dirinya untuk makan, ketika dirinya di bully Riana yang melihatnya langsung menjadikan dirinya sebagai tameng dan selalu membelanya ketika orang-orang menghinanya sebagai anak pungut.
( " Aku tahu kenapa teman-teman kelasku mengatakan aku anak pungut ternyata dari Riani dan Riani dari Rina. Tante aku pasti akan membunuhmu dan kamu Riani kalau aku tidak ingat pesan mommy Chyntia aku akan membunuhmu." Ucap Aska dalam hati ).
Dua puluh menit mereka sudah sampai dan Aska langsung membuka pintu dan menggendong tubuh Riana. Aska berjalan hingga dua orang perawat mendorong brankar barulah Aska membaringkan tubuh Riana secara perlahan.
Aska mengikuti brankar tersebut hingga berhenti di ruang UGD.
" Harap menunggu di luar." Ucap perawat tersebut
Aska hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk menunggu Riana sedangkan bodyguard tersebut mendapatkan telpon kalau dirinya di suruh pulang oleh tuan Federick.
" Maaf tuan muda, saya di suruh pulang oleh tuan besar." Ucap bodyguard tersebut.
" Pulanglah pak." Ucap Aska
" Tuan muda tidak apa-apa saya tinggal?" Tanya bodyguard tersebut yang merasa tidak tega meninggalkan Aska.
Aska ingin menjawab kalau dirinya tidak apa-apa namun ketika mulutnya terbuka seorang perawat datang menemui mereka berdua.
" Maaf tuan, tuan harus memberikan uang DP terlebih dahulu." Ucap perawat tersebut.
" Tolong pak bayarin nanti saya ganti." Ucap Aska
" Baik tuan muda." Jawab bodyguard tersebut.
Bodyguard tersebut langsung berjalan ke arah kasir untuk membayar DP kemudian berjalan ke arah Aska.
" Maaf tuan, DP nya sudah saya bayar dan maaf saya pulang dulu." Pamit bodyguard tersebut.
" Tunggu, antarkan aku pulang ke mansion nanti aku ke sini lagi bersama kepala pelayan." Ucap Aska akhirnya.
" Baiklah kalau begitu." Ucap bodyguard tersebut
Merekapun kembali pulang ke mansion dan tidak membutuhkan waktu lama sekita dua puluh menit mereka sudah sampai di mansion.
" Tunggu sebentar ya pak, saya akan membayar utang saya." Ucap Aska sambil turun dari mobil