
" Sudah-sudah kita pulang sekarang." Ucap ayahnya yang malas ribut dengan putrinya.
Mereka bertiga keluar dari ruangan kamar VVIP dan mereka merasa bersyukur karena Reno membayar semua biaya rumah sakit. Mereka pun pulang tanpa ada yang bicara mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Lima Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat kini umur Riana dan Riani lima tahun sedangkan Aska berumur sebelas tahun. Mereka di rawat oleh dua baby sister yang satu sudah menikah dan yang satunya belum. Aska hidup damai karena ibu angkatnya tidak pernah datang ke mansion bukannya tidak datang tapi setiap datang para bodyguard melarangnya masuk ke dalam mansion untuk menemui ke dua putrinya dan juga suaminya.
Reno seperti biasa pulang larut malam dan berjalan menaiki anak tangga dan bertemu dengan salah satu baby sister putrinya yang sedang menuruni anak tangga.
" Anak-anak bagaimana?" Tanya Reno sambil menatap baby sister karena posisi mereka saling berhadapan.
" Semuanya baik tuan." Jawab baby sister
Reno hanya menganggukkan kepalanya, tiba-tiba kepalanya pusing dan baby sister dengan spontan memegang tubuh Reno.
" Maaf tuan tidak apa-apa?" Tanya baby sitter
" Kepalaku pusing." Ucap Reno sambil memijat keningnya.
" Saya antar ke kamar tuan boleh?" Tanya baby sister
Reno hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, baby sister itupun memeluk dari arah samping tubuh Reno dan mereka berjalan ke arah kamarnya.
ceklek
Baby sister membuka pintu dan mereka berdua masuk ke dalam kamar Reno dan membaringkan Reno di ranjangnya. Baby sister itupun dengan inisiatif melepaskan ke dua sepatu dan kaos kaki milik Reno.
" Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya baby sister
" Kepalaku pusing, bisakah kamu memijatku?" Tanya Reno
" Bisa tuan." Jawab baby sister.
Baby sister itupun duduk di samping ranjang kemudian memijat kepala Reno.
" Pijatanmu enak." Puji Reno
" Terima kasih tuan, tuan mau aku buatkan sarapan atau minuman hangat?" Tanya baby sister
bruk
" Aku ingin.." Ucap Reno sambil memegang tangan baby sister kemudian menariknya hingga terjatuh di dada bidangnya dan memeluknya.
" Tuan, apa yang tuan lakukan?" Pekik baby sister sambil berusaha melepaskan pelukan Reno.
Reno membalikkan tubuhnya dan kini tubuh Reno berada di atas.
" Aku sudah lama tidak melakukan hubungan suami istri, aku ingin melakukan ini padamu dan aku janji kita akan menikah." Ucap Reno dengan mata berkabut gairah.
" Tapi... mmpphht.." Ucapannya terpotong karena Reno ******* bibir baby sister.
Awalnya baby sister itu memberontak tapi karena Reno sudah tahu titik sensitif baby sister tersebut terbuai dan kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Mereka pun melakukan hubungan suami istri awalnya Reno sulit tapi tiga kali hentakan dirinya berhasil walau baby sister menangis karena privasinya sangat perih.
" Hiks... hiks... sakit.." Rintih baby sister
" Lama-lama enak sayang." Bisik Reno sambil merem melek
( " *Gi*a enak banget, kenapa berbeda dengan Rina padahal Rina juga menjaga mahkota berharganya?" Tanya Reno dalam hati* ).
Setelah agak lama bermain Rina sudah tidak menangis lagi malah menikmatinya dan mengeluarkan suara merdu membuat Reno bersemangat hingga lahar miliknya keluar barulah mereka berhenti.
" Aku berjanji akan menikah denganmu asalkan kamu mau mengasuh ke tiga anakku." Ucap Reno
" Aku bersedia terlebih aku sudah menganggap mereka adalah anakku juga." Ucap baby sister dengan nada tulus.
" Aku percaya padamu kalau kamu berbeda dengan mantan istriku." Ucap Reno sambil memeluk baby sister tersebut.
Baby sister itupun hanya tersenyum dan membalas pelukan Reno. Tidak berapa lama merekapun tertidur pulas sambil saling berpelukan di dalam satu selimut memberikan kehangatan.
xxxxxxx
Malam berganti pagi suara burung saling bersahutan dan perlahan Reno dan baby sister membukakan matanya secara bersamaan.
cup
" Kok tuan dari semalam memanggilku sayang? saya pikir semalam saya dengar tapi pagi ini juga memanggilku sayang berarti telingaku tidak salah mendengar." Ucap baby sister
" Chyntia mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang dan kamupun memanggilku dengan sebutan honey." Ucap Reno
" Sa.. sayang." Ucap Chintya dengan nada gugup
" Ya sayang ada apa?" Tanya Reno sambil tersenyum.
" Aku ingin mandi, anak-anak sebentar lagi sekolah." Ucap Chintya
" Satu ronde lagi." Bisik Reno yang sudah kecanduan tubuh Chintya.
" Tapi..." Ucapan Chintya terpotong karena Reno sudah menaiki tubuh polos Chintya.
Mereka pun melakukan kegiatan suami istri pada pagi hari setelah setengah jam barulah lahar milik Reno keluar dan masuk ke dalam rahim Chintya.
" Punyaku masih perih tambah perih lagi." Keluh Chintya.
cup
" Maaf sayang, habis punyamu enak." Puji Reno
Chintya hanya cemberut dan berusaha turun dari ranjang tapi bagian privasinya masih terasa perih. Reno yang mengerti langsung menggendong Chintya ke arah kamar mandi dan Reno pun melakukan lagi dan lagi membuat tubuh Chintya lemas.
" Kamu istirahat saja di kamar kita biar ke tiga anak kita aku yang mengurusnya." Ucap Reno sambil menggendong tubuh polos Chintya dan dibaringkan ke ranjang.
" Kamar kita dan anak kita." Ucap Chintya mengulangi perkataan Reno
" Ya mulai sekarang kamar ini akan menjadi milik kita dan ke tiga anakku kini anak kita." Ucap Reno sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian miliknya dan juga mengambil kemeja satunya lagi.
Chintya hanya tersenyum mendengar ucapan Reno.
cup
" Terima kasih kamu sudah hadir dalam hidupku." Ucap Reno sambil mengecup kening Chintya kemudian memakai pakaian santai.
" Aku juga terima kasih menjadi bagian dari keluarga ini." Jawab Chintya
Reno memakaikan kemeja ke tubuh Chintya dengan bersusah payah karena dirinya ingin memakan tubuh Chintya kembali tapi dirinya tidak tega melihat wajah lelah Chintya.
" Aku akan antar anak-anak dulu setelah itu kita pergi ke mall membeli pakaianmu dan menyiapkan pernikahan kita." Ucap Reno
grep
Chintya hanya bisa tersenyum dan memeluk tubuh Reno hatinya sangat bahagia karena Reno mau bertanggung jawab terlebih dirinya sudah lama mencintai Reno dalam diam.
" Jangan lama-lama meluknya." Ucap Reno
" Memangnya kenapa?" Tanya Chintya dengan nada bingung.
" Aku ingin memakanmu." Bisik Reno
Chintya langsung melepaskan pelukannya kemudian berbaring di ranjang sambil menyelimuti seluruh tubuhnya membuat Reno tersenyum.
" Pffftttt hahahaha.... kamu lucu." Ucap Reno sambil tertawa lepas.
" Punyaku masih perih tahu." Ucap Chintya dengan wajah cemberut.
" Iya aku tahu, aku mau mengurus ke tiga anak kita dulu." Ucap Reno sambil membelai rambut Chintya yang di tutupi oleh selimut kemudian Reno berdiri dan meninggalkan Chintya di kamarnya.
Reno berjalan ke arah kamar Aska terlebih dahulu dan melihat Aska sudah selesai memakai pakaian sekolah.
" Daddy kok lama." Tanya Aska
" Maaf Aska, anak daddy sangat tampan." Puji Reno
" Terima kasih daddy." Ucap Aska sambil tersenyum.