Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Bertemu Dengan Aska



Tuan Robert menerima paper bag itu tanpa bicara sedikitpun membuat Riana menatap ke arah anak buah tuan Robert.


" Terima kasih paman." Ucap Riana karena anak buah tuan Robert sudah mulai kelihatan agak tua walau terlihat masih gagah dan lumayan tampan.


" Sama-sama nona." Jawab anak buah tuan Robert dengan nada terkejut sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.


( " Baru kali ini tuan Robert dekat dengan seorang wanita yang baik dan sopan karena selama ini banyak wanita yang mendekati tuan Robert sangat sombong dan tidak pernah menghormati orang rendah seperti kami. Semoga tuan Robert dan nona Riana segera menikah dan hidup bahagia." Ucap anak buahnya tuan Robert dalam hati ).


" Kenapa kamu mengucapkan terima kasih?" Tanya tuan Robert sambil memakai pakaian di depan Riana.


" Paman itu sudah membawakan pakaian untuk kak Robert dan sudah sepantasnya mengucapkan terima kasih." Ucap Riana sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Bukankah itu sudah tugasnya dan dia sudah aku bayar jadi tidak perlu mengucapkan terima kasih." Ucap tuan Robert


" Aku tahu, tapi tidak salahnya bukan mengucapkan terima kasih karena melakukan tugasnya dengan baik. Orang yang mendengarnya akan sangat senang karena dirinya dihargai dengan mengatakan terima kasih." Ucap Riana


Tuan Robert hanya diam tidak menjawab ucapan Riana tapi dalam hatinya sangat bersyukur karena Riana berbeda dengan wanita lain.


" Kak Robert bisakah memakai pakaian jangan di depanku." Protes Riana


" Memangnya kenapa?" Tanya tuan Robert.


" Apa kakak sudah terbiasa memakai pakaian di depan wanita?" Tanya Riana tanpa menjawab pertanyaan tuan Robert.


" Hanya di depanmu memang kenapa?" Tanya tuan Robert balik bertanya


" Apakah kakak tidak malu sedikitpun?" Tanya Riana


" Kenapa mesti malu? kamukan kekasihku apapun yang menjadi milikku menjadi milikmu." Jawab tuan Robert.


Riana hanya terdiam sedangkan tuan Robert kini sudah selesai memakai pakaian.


ceklek


Pintu ruang perawatan terbuka tampak seorang perawat membawa nampan yang berisi makanan. Setelah selesai meletakkan perawat itupun pergi meninggalkan mereka berdua. Tuan Robert mengambil mangkok yang berisi bubur kemudian duduk di samping kekasihnya.


" Aku suapin ya?" Ucap tuan Robert sambil membuka bungkusan plastik wrap yang menutupi mangkok tersebut.


" Aku makan sendiri saja, kakak pesan makanan dulu." Ucap Riana


" Aku gampang, nanti aku makan." Ucap tuan Robert.


" Kakak pesan makanan dulu, sini mangkoknya." Ucap Riana sambil tangan kanannya di arahkan ke tuan Robert.


" Tidak biar kakak suapin dan tidak ada penolakan." Ucap tuan Robert


Tuan Robert mulai menyuapi bubur ke mulut Riana hingga tidak berapa lama bubur yang berada di dalam mangkok sudah habis kemudian tuan Robert meletakkan mangkok dan mengambil minuman untuk diberikan ke mulut Riana.


" Aku sudah selesai makan sekarang kak Robert pesan makanan." Ucap Riana setelah selesai meminum


" Kenapa kamu menyuruhku untuk memesan makanan? jadwal makanku tidak menentu kadang seharian aku tidak makan." Ucap tuan Robert


" Karena aku sayang sama kak Robert dan kalau memang kak Robert sayang padaku setiap hari kak Robert harus makan." Ucap Riana


cup


" Terima kasih sayang, kamu perduli padaku." Ucap tuan Robert sambil mengecup bibir Riana singkat.


Robert pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi anak buahnya untuk memesan makanan setelah selesai menghubungi tuan Robert menyimpan kembali ponselnya.


Mereka pun mengobrol kembali hingga pesanan tuan Robert datang. Robert memakan makanan yang sudah di pesan setelah lima belas menit tuan Robert selesai makan dan minum. Mereka pun mengobrol kembali hingga satu jam kemudian Riana mulai menguap.


" Kamu ngantuk tidurlah." Ucap tuan Robert


" Ok, kak Robert juga tidur ya di sebelahku." Ucap Riana sambil menggeser tubuhnya.


Tuan Robert pun naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Riana mereka tidur sambil berpelukan hingga lima menit kemudian mereka sudah tertidur pulas.


Tiga Hari Kemudian


Kini Riana keluar dari rumah sakit dan tuan Robert mengantar Riana pulang.


" Aku hanya bisa mengantarmu sampai ke apartemen karena di perusahaan sedang ada masalah." Ucap tuan Robert sambil menghentikan mobilnya.


" Ok, hati - hati di jalan dan semoga masalahnya cepat selesai." Ucap Riana


cup


Riana hanya tersenyum kemudian membuka pintu mobil dan turun dari mobil. Riana melambaikan tangannya dan tuan Robert pun membalas lambaian tangan Riana. Tuan Robert melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan setelah mobil tidak terlihat Riana masuk ke dalam apartemen.


Riana membersihkan apartemennya yang beberapa hari tidak di tempati karena dirinya di rawat di rumah sakit. Setelah selesai membersihkan apartemen Riana mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Kini Riana sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.


" Hari ini aku mau ke perusahaan tempat kak Aska bekerja." Ucap Riana


Riana masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan peninggalan ayah Riana.


Tiga puluh lima menit kemudian Riana sudah sampai di perusahaan dan berjalan ke arah lobby perusahaan.


" Selamat siang." Sapa Riana


" Siang, mau bertemu dengan siapa?" Tanya resepsionis dengan nada sopan.


" Ingin bertemu dengan tuan Araska Dacosta Abner." Ucap Riana


" Apakah sudah membuat janji?" Tanya resepsionis


" Belum, tapi bilang saja kalau adiknya Riana Keyla Abner datang menemuinya." Ucap Riana


" Maaf nona, saya tidak tahu kalau nona juga pemilik perusahaan ini." Ucap resepsionis dengan wajah pucat.


" Tidak apa-apa santai saja, kak Aska ada di ruangan?" Tanya Riana


" Ada, saya antar ke ruangannya nona." Ucap resepsionis


" Tidak biar aku saja." Ucap Riana


" Baik nona, di lantai dua puluh lima ya." Ucap resepsionis.


" Baik, terima kasih." Jawab Riana


" Sama-sama nona." Jawab resepsionis.


Riana berjalan ke arah lift dan masuk ke dalam ruangan kotak persegi tersebut.


Ting


Pintu lift terbuka Riana berjalan ke arah ruangan Aska dan bertemu dengan sekretaris Aska dengan wajah pucat.


" Selamat siang kak, aku ingin bertemu dengan Araska Dacosta Abner." Ucap Riana


" Se.... Selamat siang, apakah sudah membuat janji?" Tanya sekretaris tersebut.


" Belum, tapi bilang saja kalau adiknya Riana Keyla Abner datang menemuinya." Ucap Riana


" Maaf nona, tuan Aska sedang..." ucap sekretaris menggantungkan kalimatnya


" Kak Aska kenapa?" Tanya Riana


" Tuan Aska...." Ucapannya terhenti oleh tatapan tajam tuan Aska.


" Di suruh ngerjain laporan malah ngobrol, apa kamu mau aku pecat? Hah!!!" Bentak Aska


" Maaf tuan, ini saya mau kerjakan sekarang." Ucap sekretaris tersebut dengan wajah semakin pucat.


Riana membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Aska.


" Kak Aska." Panggil Riana dengan nada kesal


" Riana." Panggil Aska dengan wajah terkejut dirinya tidak mengira bisa bertemu kembali dengan Riana


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Besok sudah mulai konflik.


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya