
" Kepala Aska pusing." Ucap Aska asal sambil berjalan ke arah ranjang.
( " Kenapa aku berbicara seperti ini? aku harap Riana tidak curiga." Ucap Aska dalam hati ).
" Pusing kenapa kak?" Tanya Riana sambil berjalan ke arah Aska
" Kakak tidak tahu, mungkin karena kelelahan bekerja." Ucap Aska sambil berbaring di ranjang Riana.
( " Kenapa aku jadi pintar berbohong?" Tanya Aska dalam hati ).
" Coba aku cek kening kakak." Ucap Riana sambil mengulurkan ke kening Aska.
Riana yang tidak curiga sedikitpun kalau Aska berbohong pada dirinya karena Riana sudah menganggap Aska sebagai kakaknya tidak lebih.
Tiba-tiba Aska menarik tangan Riana hingga membentur dada bidang Aska membuat Riana terkejut. Aska langsung membalikkan badannya dan kini Riana berada di bawah Aska dan mengungkung tubuhnya
" Kakak kenapa?" Tanya Riana sambil mendorong tubuh Aska tapi tenaganya kalah jauh dengan Aska.
Pandangan Aska menggelap melihat sebagian tubuh Riana yang berisi terlebih dua gunung milik Riana terlihat sedikit menyembul. Aska menarik handuk yang menutupi sebagian tubuh mulus Riana.
glek
Aska menelan salivanya dengan kasar melihat pemandangan indah di depannya membuat Riana menutupi dua gunung kembarnya dengan tangan kirinya dan sedangkan tangan kanannya menutupi bagian privasinya.
Aska menarik ke dua tangan Ariana kemudian di angkat ke dua tangan Ariana dengan satu tangan Aska dan menguncinya agar Riana tidak bergerak.
" Sangat indah." Ucap Aska
cup
Aska mengecup bibir Riana kemudian ********** sambil salah satu tangannya meremas salah satu gunung kembar milik Riana.
" Kakak sadar, aku adikmu." Ucap Riana sambil berusaha berontak dan menahan gairah akibat yang dilakukan oleh Aska.
Gesekkan demi gesekan yang tidak sengaja dilakukan oleh Riana karena Riana memberontak terus membuat adik kecil milik Aska semakin lama semakin mengeras.
Aska mencium kening, mata, bibir dan leher. Ciuman singkat menuntut Aska untuk melakukan lebih, Aska memberikan tanda kepemilikan di leher Riana.
" Sssttt... ahhh... kak Aska aku mohon hentikan ahhhh... aku adikmu." Ucap Riana sambil mendesah.
Aska tidak memperdulikan ucapan Riana karena baru kali ini merasakan sensasi yang baru pertama kali dirasakan oleh Aska. Aska menarik celana boxernya dan kini tubuh Aska sama seperti Riana sama-sama polos.
Sentuhan demi sentuhan yang diberikan Aska membuat Riana yang awalnya memberontak akhirnya menikmati sentuhan Aska karena dirinya juga sama dengan Aska yaitu merasakan sensasi yang tidak bisa di gambarkan, Riana baru pertama kali tubuhnya di sentuh oleh pria dan pria itu adalah Aska.
" Ah... kak Aska." Desah Riana
Aska yang mendengar suara merdu dari mulut Riana membuat Aska bersemangat dan ingin melakukan lebih yaitu menyatukan tubuhnya dengan tubuh Riana.
" Pertama kali terasa sakit nanti lama-lama enak." Ucap Aska sambil berusaha memasukkan adik kecilnya ke bagian privasi Riana.
" Sakit kak... hiks... hiks... aku mohon hentikan.." Ucap Riana sambil terisak dan berusaha mendorong tubuh Aska.
" Lama-lama enak Riana." Ucap Aska sambil berusaha memasukkan adik kecilnya ke bagian privasi Riana.
" Sakit kak... hiks... hiks... aku mohon jangan lakukan padaku." Mohon Riana sambil terisak dan berusaha pinggulnya digerak-gerakkan agar adik kecil milik Aska tidak bisa masuk ke bagian privasinya.
Aska tidak memperdulikan isakan Riana hingga tiba-tiba pintu kamar Riana di buka dengan kasar.
brak
Riani yang merasa lapar terpaksa bangun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar Riana dan membukanya secara paksa. Aska dan Riana sangat terkejut dengan teriakan Riani dan Riana langsung mendorong tubuh Aska ke arah samping kemudian menutupi tubuh polosnya.
Aska yang melihat Riani mengganggu kesenangannya hanya bisa mengumpat dalam hati dan menatap tajam ke arah Riani sedangkan Riani tidak takut dan berjalan ke arah mereka berdua.
" Aku sangat lapar mau makan." Ucap Riani
" Baik, kakak akan memasak buatmu." Ucap Riana sambil mengambil handuk yang tergeletak di lantai.
Riana menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan handuk kemudian dengan cepat mengambil pakaian di dalam lemari setelah selesai mengambil satu stel pakaian santai berikut dalaman Riana berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Aska mengambil boxer yang tergeletak di lantai kemudian memakainya.
" Apa yang kak Aska lakukan?" Tanya Riani
" Kepala kakak pusing dan meminta Riana membantu kakak." Ucap Aska sambil berjalan meninggalkannya kamar Riana kemudian membanting pintu dengan keras.
" Cih... memangnya aku tidak tahu apa yang kalian lakukan?" Ucap Riani
" Si*lan kamu kak telah merebut kak Aska dariku. Aku harus cari cara agar kak Aska tertarik padaku bukan padamu. Tapi segala cara sudah aku lakukan apa aku harus merubah sikapku agar kak Aska tertarik padaku? Ahhh ... malas banget... oh iya aku tahu." Ucap Riani setelah beberapa lama berfikir akhirnya dirinya menemukan ide.
ceklek
Riana membuka pintu kamar mandi dan melihat adiknya masih berdiri dan menatapnya dengan tatapan tajam.
" Ada apa Riani?" Tanya Riana
" Kak, tolong ajarkan aku cara memasak." Pinta adiknya.
" Lho kok tumben, ada apa?" Tanya Riana
" Aku ingin berubah seperti kakak." Ucap Riani
( " Ih malas banget bersikap baik tapi demi kak Aska terpaksa aku melakukan ini." Ucap Riani dalam hati.
" Syukurlah kakak sangat senang mendengarnya." Ucap Riana
" Ayo kak kita belajar masak bersama." Ajak Riani sambil menarik tangan Riana agar keluar dari kamarnya.
Riana dan Riani berjalan ke arah dapur dengan telaten Riana mengajarkan adiknya mengenalkan berbagai bumbu masakan setelah setengah jam Riana mengajari adiknya memasak.
( " Demi kak Aska aku harus bisa masak dan merubah sifatku." Ucap Riani dalam hati ).
Riani penuh semangat untuk belajar memasak dan setengah jam kemudian mereka sudah selesai memasak.
" Riani panggil kak Aska untuk makan." Ucap Riana yang enggan bertemu dengan Aska mengingat apa yang telah dilakukan Aska padanya.
" Baik kak, oh ya kak kita tukar kamar boleh tidak?" Tanya Riani penuh harap.
Riana hanya diam dirinya mau saja pindah kamar tapi dirinya tidak bisa mengumpankan adiknya untuk Aska.
" Kak, jujur aku sangat menyukai kak Aska dan jika seandainya kak Aska melakukan itu seperti yang dilakukan oleh kakak aku tidak apa-apa kok kak." Ucap Riani sambil menampilkan wajah yang sangat sedih.
" Apa maksudmu Riani?" Tanya Riana dengan nada terkejut
" Sudahlah kak, aku tahu kok kalau kak Aska dan kak Riana hampir melakukan hubungan suami istri dan Riani mau melakukan itu sama kak Aska." Ucap Riani tanpa punya malu sedikitpun.
" Riani!!!" Bentak Riana
" Kakak, kenapa membentakku? Aku benci kakak." Ucap Riani sambil berlari meninggalkan Riana sendirian.