
" Riani tunggu!!" Panggil Riana sambil berlari mengejar Riani membuat Riani menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap wajah kakaknya.
" Kakak.." Ucap Riana menggantungkan kalimatnya karena dirinya bingung mau bicara apa.
" Kakak kenapa?" Tanya Riani ingin mengetahui kelanjutannya.
" Kenapa kamu ingin melakukan itu sama kak Aska?" Tanya Riana
" Kenapa namaku di sebut?" Tanya Aska tiba-tiba datang dan berjalan mendekati ke dua adiknya seperti tidak terjadi apa-apa.
( " Sikap kak Aska seperti tidak terjadi apa-apa padahal tadi kak Aska sudah melecehkan aku." Ucap Riana dalam hati )
" Oh aku minta tolong Riani untuk memanggil kak Aska." Ucap Riana berbohong.
" Memanggilku untuk apa?" Tanya Aska sambil menatap Riana dengan tatapan berbeda.
( " Aku tahu kamu berbohong tapi aku akan mengikuti permainanmu." Ucap Aska dalam hati ).
" Waktunya makan malam aku meminta Riani memanggil kak Aska." Ucap Riana.
" Kak Aska kita makan bersama yuk." Ajak Riani sambil menarik tangan Aska.
" Baik." Jawab Aska sambil melepaskan tangan Ariani tapi Riani tanpa punya rasa malu menahan tangan Aska.
Riana menggelengkan kepalanya sebagai tanda jangan menolak tangannya di pegang oleh adiknya membuat Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan membiarkan Riani memegang tangannya. Mereka bertiga berjalan ke arah meja makan.
Aska duduk di kursi makan dan Riani duduk di sebelahnya karena Riana masih takut dengan Aska duduk di sebelah Riani hingga Riani berada di tengah-tengah mereka.
Riani mengambil makanan untuk Aska kemudian mengambil untuk kakaknya barulah dirinya membuat Aska dan Riana terkejut apa yang dilakukan Riani yang tidak seperti biasanya. Mereka makan dalam diam tidak ada yang bicara sedikitpun. Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
" Kak Riana biar Riani membantu kakak merapikan mejanya dan mencuci piring." Ucap Riani
" Ok." Jawab Riana singkat.
Riana dan Riani merapikan meja dan mencuci piring sedangkan Aska berdiri dan berjalan ke ruang kerjanya.
( " Aku melakukan ini agar kak Aska tertarik padaku." Ucap Riani dalam hati ).
" Kak Riana, nanti ke kamarku ya." Pinta Riani sambil membersihkan meja makan.
" Memangnya ada apa?" Tanya Riana sambil ikut membersihkan meja makan.
" Ada yang ingin aku katakan." Ucap Riani.
" Baiklah nanti kakak ke kamarmu." Ucap Riana.
Selesai membereskan dan mencuci Riana dan Riani berjalan ke arah kamar Riani. Mereka masuk ke dalam dan duduk di ranjang.
" Kak, aku pinta kita pindah kamar." mohon Riani sambil menggenggam tangan kakaknya.
Kamar Riana bersebelahan dengan kamar Aska sedangkan kamar Riani berada agak jauh dari kamar mereka karena kamar Riani adalah kamar utama yang lebih besar dari pada kamar ke dua kakaknya.
" Apakah kamu yakin?" Tanya Riana
" Yakin kak dan aku juga pinta kita bertukar identitas." Ucap Riani
" Bertukar identitas? maksudmu?" Tanya Riana dengan nada bingung.
" Di depan orang aku akan memanggil kakak dengan sebutan Riani dan kakak memanggilku dengan sebutan kak Riana." Ucap Riani menjelaskan.
" Karena aku ingin merasakan bagaimana menjadi seorang kakak." Ucap Riani berbohong.
" Baiklah terserah kamu saja." Ucap Riana pasrah.
" Terima kasih banyak kak, karena kakak setuju berarti kita pindah kamar dan otomatis kita bertukar identitas termasuk semua pakaian milik kakak menjadi milikku begitu pula sebaliknya." Ucap Riani.
" Lho kok kenapa pakaian kita juga di tukar?" Tanya Riana dengan nada bingung.
" Karena pakaian kakak biasa saja sedangkan pakaianku sangat seksi." Ucap Riani.
( " Percuma saja bertukar identitas bisa ketahuan sama kak Aska, ini saja aku terpaksa kak berkata dengan lembut karena aku sebenarnya tidak begitu suka tapi demi kak Aska aku harus bisa berubah, aku sangat mencintai kak Aska ketika kak Aska menolongku waktu aku tenggelam di kolam renang dan kak Aska memberikan nafas buatan lewat mulut waktu aku berumur empat belas tahun." Ucap Riani dalam hati ).
" Kakak tidak begitu suka pakaianmu sangat seksi." Tolak Riana
( " Aduh gimana caranya supaya berjalan dengan sempurna ya? agar tukar identitas ini tidak tertukar." Ucap Riani dalam hati sambil berfikir ).
" Begini saja kak, pakaian milikku aku berikan ke orang dan sebagian pakaian milik kakak menjadi milikku nanti kita beli pakaian lagi di mall. Kakak bantu aku mencari pakaian sesuai selera kakak." Ucap Riani.
" Kamu sangat suka dengan kak Aska ya?" Tanya Riana
" Kenapa kakak bertanya seperti itu?" Tanya Riani.
" Karena dari pindah kamar, tukar identitas dan juga pakaian." Ucap Riana.
" Iya kak, aku sangat mencintai kak Aska, jadi aku mohon ajarkan aku agar kak Aska tertarik padaku." Mohon Riani.
" Apakah kamu tidak takut padanya apalagi ketika kak Aska..." Ucap Riana menggantungkan kalimatnya.
" Aku tahu kak karena itulah aku sangat berharap dia mau melakukan itu padaku." Ucap Riani
" Riani!!! Apakah kamu tidak berpikir bagaimana jika kak Aska tidak bertanggung jawab ketika melakukan itu padamu? apakah kamu tidak tahu mahkota seorang wanita itu harus di jaga dan diberikan untuk suaminya." Ucap Riana dengan nada naik satu oktaf.
Riani berusaha menahan amarahnya ketika kakaknya marah dan langsung berpura-pura mengeluarkan air mata buayanya.
" Hiks... hiks... hiks... Selama ini kak Riana selalu di sayang oleh daddy dan kak Aska sedangkan aku hanya mendapatkan sedikit kasih sayang. Apakah kini aku tidak boleh merasakan kasih sayang seorang pria? dan pria itu adalah kak Aska cinta pertamaku." Ucap Riani sambil terisak.
" Maaf kalau kakak membentakmu, kakak hanya takut jika suatu saat nanti melakukan itu padamu dan kak Aska tidak bertanggung jawab, kakak itu sangat sayang padamu." Ucap Riana yang tidak mau adik kesayangannya dilecehkan oleh Aska.
" Aku yakin kalau kak Aska akan bertanggung jawab jika kak Aska melakukan itu padaku." Ucap Riani.
" Jika kak Aska tidak tanggung jawab?" Tanya Riana
" Berarti kak Aska bukan jodohku dan aku akan pergi dari kehidupan kak Aska." Ucap Riani
Riana menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah adik kesayangannya.
" Baiklah, jika seandainya kak Aska tidak tanggung jawab bilang sama kakak karena kita akan pergi bersama meninggalkan kak Aska." Ucap Riana pasrah karena dirinya tahu adik kembarnya sangat keras kepala dan susah untuk dinasehati tapi dirinya berjanji untuk melindungi adiknya secara diam-diam.
" Sudah malam, kakak mau cuci muka dan menyikat gigi setelah itu mau tidur." Ucap Riana.
" Kita tidur sekamar ya kak, kamarku kan luas besok baru aku tidur di kamar kakak." Ucap Riani.
" Baiklah, tapi kakak mau ganti pakaian dulu." Ucap Riana
" Aku juga mau pakai pakaian punya kakak." Ucap Riani
" Terserah apa yang kamu lakukan, oh ya mulai kapan tukar identitas?" Tanya Riana