
grep
" Aku sangat bahagia menemukan gadis sebaik dirimu dan alangkah bodohnya aku jika aku melepaskan gadis sebaik dirimu." Ucap tuan Robert sambil memeluk Riana.
" Aku juga sangat bahagia bisa bertemu dengan kak Robert, pria yang sangat baik dan juga tampan." Ucap Riana sambil tersenyum dan membalas pelukan tuan Robert.
Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya sambil tersenyum bahagia.
" Kamu lapar?" Tanya tuan Robert
Riana menganggukkan kepalanya dan tuan Robert pun mengambil mangkok dan menyuapkan ke mulut Riana.
" Aku makan sendiri saja." Ucap Riana
" Tidak biarkan saja aku yang menyuapi dirimu." Ucap tuan Robert.
" Tapikan kakak belum makan." Ucap Riana
" Aku gampang yang penting sekarang kamu makan dulu." Ucap Robert.
Riana akhirnya membiarkan tuan Robert menyuapi dirinya hingga lima menit kemudian Riana sudah makan dan minum.
" Kak Robert makan dulu biarkan aku di tinggal di sini." Ucap Riana
Tuan Robert tidak menjawab ucapan Riana hanya mengeluarkan ponselnya di balik sakunya dan menghubungi anak buahnya untuk memesan makanan setelah selesai menghubungi tuan Robert menyimpan kembali ponselnya di balik saku jasnya.
" Sudah dengarkan." Ucap tuan Robert sambil men noel hidung mancung Riana.
" Besok kamu pulang ke apartemenku saja." Ucap tuan Robert.
" Baik kak tapi sebelum pulang aku mampir ke tempat kakak angkatku." Ucap Riana
" Kakak angkatnya laki-laki atau perempuan?" Tanya tuan Robert dengan nada cemburu.
" Laki-laki kak." Jawab Riana
" Kenapa ingin menemuinya?" Tanya Robert dengan nada masih cemburu.
" Hanya dia satu-satunya keluargaku dan aku tidak ingin kakak angkatku mikirin aku karena aku tidak ada di rumah sakit tempat aku pertama kali masuk ke rumah sakit." Ucap Riana menjelaskan.
" Tapikan dia laki-laki, apakah kamu menyukainya?" Tanya tuan Robert dengan wajah di tekuk.
cup
Riana menarik perlahan tangan tuan Robert hingga tubuhnya menempel di tubuh Riana kemudian menarik perlahan wajah tuan Robert agar dekat dengan wajahnya dan mencium pipi tuan Robert singkat.
" Aku sangat mencintaimu dan hatiku sudah dipenuhi oleh kak Robert jadi tidak mungkin lagi hatiku muat untuk orang lain." Ucap Riana sambil memandangi mata berwarna biru tuan Robert.
Robert memandangi mata indah Riana dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Robert bahagia.
cup
" Terima kasih sayang." Jawab tuan Robert kemudian mengecup bibir Riana yang sudah menjadi candunya.
ceklek
Pintu ruang perawatan VVIP terbuka membuat tuan Robert dan Riana melepaskan pelukannya dan menatap ke arah pintu. Asisten setia Robert yang bernama Louis Vuitton Aberto. Asisten tersebut membawa paper bag yang berisi makanan dan minuman.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Louis adalah asisten yang sangat setia dan juga tangan kanan Robertus sekaligus wakil mafia, tampan, dingin, tidak mempunyai rasa iba sedikitpun terhadap musuh - musuhnya dan asisten Louis juga menguasai beberapa seni ilmu bela diri.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Maaf tuan ini makanannya." Ucap Louis sambil memberikan paper bag tersebut.
" Pergilah." Usir tuan Robert dengan wajah memerah menahan amarahnya karena dirinya ingin mencium bibir Riana lagi terpaksa berhenti karena kedatangan Louis asisten setianya sambil menerima paper bag tersebut.
Louis yang menatap wajah amarah tuan Robert langsung membalikkan badannya dan meninggalkan mereka berdua dalam hatinya bingung apa salahnya kenapa tuan Robert marah.
" Wajah kekasihku akan jelek kalau memasang wajah marah " Goda Riana.
cup
" Aku tidak marah, lihatlah wajahku." Ucap tuan Robert sambil tersenyum kemudian mengecup bibir Riana.
" Lama-lama bibirku jadi dower seperti bebek kalau di cium terus." Ucap Riana dengan wajah di tekuk.
" Habis bibirmu sangat manis membuatku kecanduan." Ucap tuan Robert sambil menjilati bibirnya.
Riana hanya menepuk keningnya melihat tuan Robert ternyata adalah pria mesum.
cup
" Ok sayang." Jawab tuan Adrian mencium bibir Riana kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah sofa untuk makan.
" Kak Robert!!" Pekik Riana
" Hehehehe..." Tuan Adrian hanya terkekeh mendengar suara kesal Riana.
ceklek
Riana dan tuan Robert langsung memalingkan wajahnya ke arah pintu ruang perawatan dan melihat seorang dokter cantik dan seorang perawat sedang berjalan ke arah Riana.
" Siang." Sapa dokter cantik itu sambil tersenyum.
" Siang dokter Angelina Federick." Jawab Riana membaca name tag yang menempel di jas dokter tersebut sambil membalas senyumannya.
" Panggil saja dokter Angel." Jawab dokter tersebut.
" Baik dokter." Jawab Riana
" Kamu Angel yang sekolah di xxxxxxx?" Tanya Robert sambil berdiri dan berjalan ke arah Riana.
" Iya benar, kak Robert ya?" Tanya dokter Angel
" Iya betul sekali, ya ampun tidak menyangka sama sekali kamu sekarang sudah menjadi dokter." Jawab Robert
" Kan sudah lama aku bercita-cita ingin menjadi dokter." Jawab dokter Angel.
" Bagaimana kabarnya...." Ucapan tuan Robert terhenti karena Riana berdehem.
" Ehem... maaf bisakah aku di cek dulu baru dilanjutkan ngobrolnya?" Tanya Riana
" Oh... Maaf." Jawab dokter Angel
Dokter Angel pun mulai memeriksa kondisi Riana setelah sepuluh menit kemudian dokter itupun sudah selesai mengecek kondisi Riana.
" Oh ya tadi nanya kabarnya siapa?" Tanya dokter Angel penasaran
" Teman kita satu lagi Alexa Keyla Aberto atau nama panggilannya Alexa. Bagaimana keadaannya sekarang sudah lama sekali tidak pernah bertemu." Ucap tuan Robert.
" Oh teman kita Alexa sekarang menjadi foto model." Ucap dokter Angel.
Robert hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan Riana hanya memandang mereka yang sedang asyik mengobrol dan tidak memperdulikan dirinya. Entah kenapa di hati yang terdalam hatinya terasa sakit tapi Riana berusaha menyembunyikan rasa sakit itu.
" Oh ya kenapa kak Robert ada di sini?" Tanya dokter Angel
" Kekasihku sakit karena itulah aku menemaninya. Kenalkan namanya Riana dan Riana kenalkan ini Angel temanku waktu aku SMP." Ucap tuan Robert memperkenalkan mereka berdua.
" Kita tadi sudah berkenalan." Ucap dokter Angel
" Iya benar." Jawab Riana sambil tersenyum bahagia karena tuan Robert mengakui dirinya sebagai kekasihnya.
" Hebat kamu Robert, sudah bisa move on dari Alexa." Puji dokter Angel.
deg
Jantung Riana berdetak kencang mendengar ucapan dokter Angel membuat Riana menatap tuan Robert tapi tuan Robert hanya menatap tajam ke arah dokter Angel.
" Ups... Maaf." Ucap dokter Angel merasa bersalah.
" Tidak apa-apa santai saja." Ucap Riana sambil tersenyum.
" Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap dokter Angel
" Baik dokter Angel terima kasih." Jawab Riana
" Sama-sama." Jawab dokter Angel.
" Kak Robert saya permisi dulu mau mengecek pasien lainnya." Ucap dokter Angel
" Ok, terima kasih." Jawab tuan Robert
Dokter Angel pun pergi meninggalkan mereka berdua. Tuan Robert melangkahkan kakinya ke arah sofa tanpa banyak bicara sedikitpun membuat Riana menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menutup matanya sambil membelakangi tuan Robert.
Tuan Robert hanya makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian dirinya sudah selesai makan dan minum. Tuan Robert berjalan ke arah Riana di mana Riana membelakangi dirinya kemudian menatap Riana yang sudah tertidur namun matanya membulat sempurna melihat Riana mengeluarkan air matanya.
" Sayangku kenapa menangis?" Tanya tuan Robert sambil menghapus air mata Riana dengan menggunakan ibu jarinya.