Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Aska dan Dokter Kasandra



" Apa menikah?" Tanya ulang dokter Kasandra dengan wajah terkejut.


" Iya menikah, apakah Cantika tidak cerita?" Tanya Aska sambil mata alisnya terangkat.


" Tidak, nanti aku akan tanyakan." Ucap dokter Kasandra.


" Ok." Jawab Aska singkat


" Apa kak Aska menyukai adikku?" Tanya dokter Kasandra


" Tidak, aku menganggapnya hanya sebagai adik tidak lebih." Jawab Aska.


( " Orang yang aku sukai adalah kamu tapi aku tidak ingin terburu-buru karena aku tidak ingin terluka lagi." Ucap Aska dalam hati ).


" Apakah kamu cemburu?" Goda Aska


" Aku cemburu?" Tanya dokter Kasandra sambil menunjuk dirinya dengan mengunakan jari telunjuknya dengan ke dua pipi memerah.


Aska hanya menganggukkan kepalanya membuat dokter Kasandra memalingkan wajahnya.


" Tidak, oh ya aku sangat lapar mau makan." Ucap dokter Kasandra mengalihkan pembicaraan sambil berjalan ke arah kursi dan duduk dekat ranjang Aska.


( " Aku tahu kamu ada perasaan untukku tapi kamu malu untuk mengakuinya." Ucap Aska dalam hati ).


" Aku juga sudah lapar tapi tanganku masih sakit jika digunakan untuk makan." Ucap Aska berbohong.


" Baiklah aku akan menyuapi kak Aska." Jawab dokter Kasandra sambil meletakkan paper bag ke meja.


" Kamu makan dulu baru aku." Jawab Aska yang tidak tega melihat dokter Kasandra kelaparan.


" Tidak apa-apa santai saja." Jawab dokter Kasandra.


" Aku tidak mau kamu makanlah dulu." Tolak Aska


" Baiklah." Jawab dokter Kasandra.


Dokter Kasandra mengambil paper bag yang tadi diletakkan di atas meja. Dokter Kasandra membuka kotak makanan kemudian berdoa terlebih dahulu selesai berdoa dokter Kasandra mulai makan sedangkan Aska hanya memperhatikan dirinya.


" Kak Aska jangan perhatikan aku." Pinta dokter Kasandra ketika makanan di dalam mulutnya sudah habis.


" Memang kenapa?" Tanya Aska polos


" Aku tidak bisa kalau makan diperhatikan takutnya ku tersedak." Jawab dokter Kasandra.


" Sepertinya enak." Ucap Aska tanpa menjawab ucapan dokter Kasandra.


" Kak Aska mau, nanti aku belikan." Ucap dokter Kasandra.


" Aku hanya makan satu sendok untuk mencobanya kalau beli hanya satu sendok tidak mungkin bukan." Ucap Aska


" Pffftttt."


" Kenapa menahan tawa?" Tanya Aska


" Habis kak Aska lucu mana ada orang beli makanan satu sendok makan memang minum obat." Ucap dokter Kasandra sambil menahan tawa.


" Kamu kalau tersenyum semakin manis." Goda Aska


" Uhuk uhuk uhuk.." Dokter Kasandra terbatuk dan tanpa sadar meminum gelas bekas minuman Aska.


Setelah selesai meminum rasa sedak nya sudah mulai berkurang sedangkan Aska hanya tertawa melihat dokter Kasandra.


bugh


" Orang tersedak bukannya di tolong malah diketawain." Omel dokter Kasandra sambil memukul bahu Aska dengan pelan.


" Pffftttt hahahaha..." Tawa lepas Aska pecah.


Aska tidak marah ketika bahunya dipukul malah tertawa lepas. Tawa lepas pertama kalinya dalam seumur hidup Aska sedangkan dokter Kasandra menatapnya dengan senyuman karena Aska terlihat sangat tampan ketika tersenyum. Setelah beberapa saat Aska berhenti tertawa karena dokter Kasandra memperhatikan dirinya.


" Kenapa menatapku?" Tanya Aska salah tingkah.


" Sangat tampan jika kak Aska tertawa." Ucap dokter Kasandra santai sambil menyendok nasi untuk di makan.


" Aku tahu kalau aku sangat tampan." Jawab Aska narcis.


" Aish sungguh menyebalkan, nyesel aku memuji kak Aska." Ucap dokter Kasandra sambil memasukkan sendoknya ke arah mulutnya.


Aska menahan tangan dokter Kasandra kemudian membalikkan sendoknya dan memasukkan ke dalam mulutnya tanpa melepaskan tangan halus dokter Kasandra.


" Sendok itukan bekas mulutku." Ucap dokter Kasandra.


" Apakah kak Aska tidak jijik sendoknya bekas punyaku?" Tanya dokter Kasandra sambil menyendok kan kembali dan memasukkan ke dalam mulutnya.


" Kenapa jijik? Kamu juga tidak jijik buktinya gelas bekas minumanku kamu minum." Ucap Aska santai


" Uhuk uhuk uhuk uhuk..."


Aska mengambil gelas yang masih tersisa setengah dan diberikan ke dokter Kasandra. Dokter Kasandra langsung meminumnya walau minumnya masih tersedak.


" Kak Aska jangan bicara dulu." Pinta dokter Kasandra


" Kenapa?" Tanya Aska polos


" Aku dari tadi tersedak gara-gara kak Aska bicara." Ucap dokter Kasandra setelah berhasil menghilangkan sendaknya sambil meletakkan gelasnya ke meja.


" Maaf." Jawab Aska singkat dengan wajah berbeda.


" Tidak apa-apa santai saja." Jawab dokter Kasandra


" Oh ya mau makan lagi?" Tanya dokter Kasandra merasa tidak enak hati dengan Aska.


" Kalau disuapin boleh." Jawab Aska sambil tersenyum.


" Ok." Jawab dokter Kasandra.


Dokter Kasandra mulai menyuapi dirinya kemudian menyuapi Aska secara bergantian hingga tidak terasa habis tanpa sisa. Dokter Kasandra mengambil botol mineral kemudian meminumnya hingga setengah.


Selesai meminum botol diletakkan di meja dekat ranjang namun Aska langsung mengambilnya dan membuka tutup botol dan langsung meminumnya hingga habis tanpa sisa. Dokter Kasandra hanya menatapnya dengan tatapan bingung.


" Ada apa?" Tanya Aska


" Tidak ada apa-apa." Jawab dokter Kasandra.


" Apakah aku pria pertama yang kamu suapi dan makan bersama?" Tanya Aska


" Jujur kak Aska pria yang yang ke enam." Jawab dokter Kasandra.


duar


duar


Bagai petir di siang hari itulah yang terjadi pada hati Aska ketika mengetahui bahwa orang yang disukainya ternyata seperti wanita murahan membuat wajah Aska menggelap sedangkan dokter Kasandra yang melihat perubahan Aska mengerti kenapa wajahnya menggelap.


" Waktu aku kecil setiap daddy makan aku dan kakakku Quenby selalu disuapi bergantian karena mommy menyuapi kak Aleandro, kak Maximus, kak Nathan dan kak Yohanes." Ucap dokter Kasandra bercerita.


" Kenapa sebanyak itu menyuapinya?" Tanya Aska dengan nada bingung.


" Kami tujuh anak kembar tapi karena satunya di tukar jadi kami berenam. Kak Quenby, aku dan daddy menyukai selera makan yang sama sedangkan ke empat kakakku menyukai selera makan mommy." Jawab dokter Kasandra.


" Jadi pria pertama menyuapi dirimu adalah daddy?" Tanya Aska dengan perasaan sedikit lega.


" Ya benar sekali." Jawab dokter Kasandra.


" Yang ke dua sampai yang ke lima? Siapa pria itu?" Tanya Aska


" Setiap tahun kami merayakan ulang tahun dan waktu di ulang tahun kami saling menyuapi pertama aku menyuapi kakakku Aleandro, ke dua kak Maximus, ke tiga kak Nathan dan ke empat kak Yohanes begitu sebaliknya aku di suapi oleh ke empat kakak kembarku." Ucap dokter Kasandra menjelaskan.


Aska tersenyum bahagia sekaligus merasa bersalah karena menuduh dokter Kasandra sebagai wanita murahan.


" Cemburu ya?" Goda dokter Kasandra sambil menarik hidung Aska.


grep


" Iya aku cemburu." Jawab Aska sambil menggenggam jari dokter Kasandra.


" Kenapa cemburu?" Tanya dokter Kasandra.


" Mungkin ini terlalu cepat tapi jujur aku sangat mencintaimu. Aku sangat nyaman bila aku dekat denganmu." Jawab Aska akhirnya berani mengatakan.


Dokter Kasandra menarik jarinya tanpa menjawab Ucapan Aska membuat Aska mengerti.


" Aku tidak apa-apa jika kamu menolakku tapi aku mohon tetaplah baik padaku seperti ini dan jangan menjauh dariku." Ucap Aska dengan wajah sendu.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ayo apa jawaban dokter Kasandra?


Ayo donk komentar, vote, hadiah kopi dan bunga biar author semangat menulisnya.


Terima kasih yang sudah memberikan komentar, vote, hadiah kopi dan bunga.