Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Ada Apa?



" Suka dad." Jawab ke tiganya serempak.


" Ok, sekarang kalian siapkan semua barang-barang kalian, setelah itu kalian beristirahatlah karena besok pagi kita akan pergi." Ucap Reno


" Mommy akan bantu kalian packing." Sambung Cynthia


" Baik mom." Jawab ke duanya dengan kompak


" Aku sendiri saja." Ucap Riani dengan nada ketus.


" Ayo mommy, bantu Riana packing barang." Ucap Riana yang tidak ingin Cynthia bersedih dengan ucapan ketus adiknya.


" Ok." Jawab Cynthia sambil menggandeng tangan Riana.


Mereka berjalan ke arah kamar Riana sedangkan Reno hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar rasanya ingin memarahi putrinya Riani tapi dirinya teringat akan pesan Cynthia untuk tidak memarahi Riani karena Riani masih kecil dan belum mengerti mana yang baik dan mana yang tidak sedangkan Aska memandang adiknya dengan tatapan tajam.


Cynthia membantu Riana memasukkan beberapa pakaian milik Riana ke dalam kopernya setelah selesai Cynthia membaringkan Riana di ranjang setelah Riana sudah menyikat gigi dan buang air kecil kemudian seperti biasa Cynthia membaca buku cerita hingga Riana tertidur pulas.


Riana menyelimuti tubuh Riana kemudian mematikan saklar lampu dan hanya lampu tidur yang dibiarkan menyala kemudian Cynthia keluar kamar dan berjalan ke arah kamar Aska.


tok tok tok


" Masuk mom." Ucap Aska dari dalam


ceklek


Cynthia membuka pintu dan melihat Aska sudah selesai mempacking barang-barang miliknya.


" Kok tahu kalau mommy ketuk pintu?" Tanya Cynthia sambil berjalan ke arah Aska.


" Tahu donk." Jawab Aska sambil duduk di ranjang.


" Anak mommy sudah selesai membereskan pakaian yang dibawa buat besok." Ucap Cynthia dengan nada lembut sambil duduk di samping Aska.


" Sudah mom." Jawab Aska


" Aska." Panggil Cynthia sambil menggenggam tangan Aska


" Ada apa mom?" Tanya Aska dengan nada bingung karena tidak seperti biasanya Cynthia menggenggam tangan Aska.


" Aska, boleh tidak mommy minta satu hal darimu." Mohon Cynthia


" Apa itu mom?" Tanya Aska dengan wajah masih bingung


" Jika seandainya mommy dan daddy sudah tiada kamu maukan berjanji untuk menjaga ke dua adikmu?" Tanya Cynthia penuh harap.


" Kenapa mommy bicara seperti itu?" Tanya Aska


" Aska sayang, mati dan hidup seseorang tidak ada yang tahu jadi mommy minta kamu maukan memenuhi permintaan mommy?" Tanya ulang Cynthia


" Baiklah mom, Aska berjanji." Ucap Aska akhirnya


" Terima kasih sayang." Ucap Cynthia


" Tapi Aska berharap mommy dan daddy selalu berumur panjang karena mommy dan daddy sangat baik dan sayang sama Aska." Ucap Aska dengan nada tulus


" Kamu kan anak mommy tentu saja sangat baik dan sayang sama Aska. Sekarang Aska tidur ya besok kan kita pergi." Ucap Cynthia


" Baik mommy." Jawab Aska sambil berbaring di ranjang.


Cynthia menyelimuti tubuh Aska kemudian mematikan saklar lampu dan hanya lampu tidur yang dibiarkan menyala kemudian Cynthia keluar kamar dan berjalan ke arah kamarnya.


ceklek


Cynthia membuka pintu dan melihat ranjangnya kosong.


" Sayang." Panggil Cynthia


" Aku ada di balkon." Jawab Reno


Cynthia berjalan ke arah balkon dan melihat suaminya sedang merokok membuat Cynthia mengambil rokok yang sedang di hisap suaminya.


" Rokok tidak bagus buat kesehatan." Ucap Cynthia sambil mematikan rokoknya dengan menggunakan besi yang menyangga balkon kemudian putung rokoknya di buang di tong sampah.


" Sayang, aku ingin merokok dan aku janji hari ini terakhir aku merokok." Ucap Reno


" Iya aku janji." Ucap Reno


" Baiklah, aku ke kamar mandi dulu setelah itu baru mempacking barang." Ucap Cynthia sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Reno menyalakan kembali rokoknya kemudian menghisap rokok tersebut sambil pikirannya melayang jauh.


Cynthia keluar dari kamar mandi kemudian mengambil koper yang di simpan di sisi lemari kemudian membuka koper tersebut untuk di isi pakaian miliknya dan juga milik suaminya. Setelah selesai Cynthia berjalan ke arah balkon untuk menemui suaminya.


" Sayang, sudah malam besok kan kita pergi." Ucap Cynthia dengan nada lembut.


" Baiklah." Jawab Reno.


Reno dan Cynthia berjalan ke arah ranjang tapi sebelumnya Reno menutup pintu balkon. Mereka berbaring di ranjang dan tidak berapa lama mereka tertidur dengan pulas sambil berpelukan.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda seorang wanita cantik sedang berbicara di telepon setelah beberapa saat sambungan komunikasi langsung terputus. Wanita cantik tersebut berpikir sebentar kemudian mempunyai rencana yang sangat jahat kemudian wanita cantik itu menghubungi seseorang, sambungan pertama langsung di angkat.


" Kamu datang ke mansion Abner lakukan seperti biasa yang selama ini aku perintahkan." Ucap wanita cantik itu


" Baik nyonya asalkan jangan lupa bayarannya dobel karena tiga hari yang lalu nyonya belum membayarnya." Ucap pria di sebrang.


" Ck... iya... iya... lakukan tugasmu jangan sampai ketahuan." Ucap wanita cantik itu.


" Nyonya tenang saja." Ucap pria itu.


tut tut tut tut


Sambungan langsung diputuskan secara sepihak oleh wanita cantik itu.


" Hahahaha... tunggu kematian kalian setelah itu aku akan menguasai semua harta warisannya hahahaha..." Ucap wanita itu sambil tertawa jahat.


xxxxxxx


Malam berganti pagi semua penghuni mansion sudah bangun Reno, Cynthia, Aska, Riana dan Riani sudah selesai sarapan dan berangkat pagi-pagi menuju ke vila.


Dalam perjalanan mereka tertawa dan bernyanyi bersama kecuali Riani hanya diam saja. Reno duduk di kursi pengemudi sedangkan Riani duduk di samping pengemudi dan untuk Cynthia duduk di kursi belakang pengemudi duduk di tengah-tengah antara Aska dan Riana.


Hingga di jalan yang agak sepi sebuah truk berjalan ke arah mobil mereka.


" Daddy awas!!" Teriak Cynthia sambil memeluk erat tubuh Aska dan Riana.


" Remnya blong." Ucap Aska panik.


Cynthia berpindah posisi yang awalnya duduk di tengah dan memeluk kini melepaskan pelukannya kemudian membuka pintu mobil dan mendorong tubuh Aska ke arah rumput kemudian dilanjutkan dengan Riana.


" Aska lindungi ke dua adikmu." Pinta Cynthia sambil membuka pintu depan pengemudi kemudian mendorong tubuh Riani agar keluar dari mobil.


Reno berusaha menghindari truk tersebut sambil berusaha mengerem mobil tapi mobil yang dikendarai tidak mau berhenti hingga mobil itu masuk ke jurang.


duar


Suara ledakan mobil terdengar nyaring membuat Aska memeluk dan menutup telinga ke dua adiknya.


" Mommy!!! daddy!!!" Teriak Aska, Riana dan Riani serempak.


Kejadian tersebut di lihat oleh seseorang yang kebetulan lewat tempat tersebut dan berhenti di tempat mereka.


" Ada apa?" Tanya pria tampan tersebut sambil membuka pintu mobil.


Aska, Riana dan Riani memalingkan wajahnya dan melihat pria tampan tersebut.


" Paman Federick." Panggil Aska


" Aska." Panggil tuan Federick dengan nada terkejut.


" Paman hiks... hiks...hiks... mommy... daddy..." Ucap Riana sambil memeluk tuan Federick.


Tuan Federick yang anti di sentuh wanita terkejut dan entah kenapa membalas pelukan Riana.


" Ada apa?" Tanya ulang tuan Federick.