Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Warisan



" Tidak salah bukan kalau aku mencobanya." Ucap Rina


Rina mencoba lagi angka kelahiran bulan dan tahun Aska.


klik


" Si*l kenapa pinnya angka kelahiran bulan dan tahun punya Aska? Kenapa tidak putriku? Ini pasti gara-gara wanita murahan itu membuat suamiku melakukan apa yang di minta oleh wanita ular itu." Ucap Rina dengan nada kesal.


" Masa bodoh toh orangnya sudah mati yang penting semua aset berharga kini menjadi milikku." Ucap Rina sambil membuka brankas tersebut sambil tersenyum bahagia karena sebentar lagi dirinya menjadi orang kaya.


Senyuman bahagia Rina langsung menghilang ketika isi brankas kosong dan hanya ada amplop putih. Rina yang penasaran mengambil amplop tersebut dan membukanya untuk mengetahui isinya.


" SEMUA ISI DALAM BRANKAS SUDAH AKU BAWA SEMUA TERMASUK SEMUA MOBIL DAN MOTOR."


Rina membaca tulisan dengan tinta hitam dengan tulisan besar semua dengan membulatkan matanya dengan sempurna membuat Rina meremas kertas tersebut hingga lecek.


" Si*l siapa yang melakukan ini? apakah Aska? Tapi mana mungkin... sudahlah aku cek di garasi mobil benar atau tidak." Ucap Rina sambil berdiri dan berjalan menuju ke garasi mobil.


" Akhhhhhhhh!!!" Teriak Rina dengan nada frustasi karena di garasi yang penuh dengan mobil dari harga standar hingga harga mewah begitu pula dengan motor dari harga standar hingga motor dengan harga termahal tidak ada satupun yang tersisa.


" Bagaimana mungkin, siapa yang mengambil semua mobil dan motor?" Tanya Rina tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


bruk


Rina yang tidak bisa menerima kenyataan akhirnya tidak sadarkan diri dan tidak ada satupun yang melihatnya karena mansion itu tidak ada satupun penghuninya hanya dirinya saja.


Siang berganti sore Rima perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya.


" Kenapa aku tidur di sini?" Tanya Rina sambil berusaha mengingat apa yang terjadi.


" Aku ingat mobil-mobil mewahku... akhhhhhhhh....si*l siapa yang melakukan ini? sia-sia saja aku menyewa orang untuk merusak rem mobil." Umpat Rina


" Bukankah mansion ini atas namaku jadi lebih baik aku ke notaris saja untuk mengurus agar mansion ini dijual dan aku mempunyai uang." Ucap Rina.


Rina akhirnya pergi dari mansion dan pergi ke notaris. Lima belas menit kemudian Rina sudah sampai di rumah minimalis milik notaris. Rina mengetuk pintu setelah menunggu agak lama pintu utama terbuka tampak wanita paruh baya membuka pintu dan menatap Rina.


" Oh nyonya Rina, ada apa nyonya?" Tanya wanita paruh baya dengan nada sopan.


" Suamimu ada?" Tanya Rina agak ketus.


" Ada nyonya, silahkan masuk." Jawab wanita paruh baya itu yang tidak marah karena dirinya tahu sifat jeleknya Rina.


Rina berjalan dengan angkuh masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga sedangkan wanita paruh baya berjalan ke arah kamarnya.


ceklek


Wanita paruh baya itu melihat suaminya sedang duduk di kepala ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Pah, ada nyonya Rina." Ucap istrinya


" Ada apa ya mah?" Tanya suaminya sambil menatap wajah istrinya.


" Tidak tahu pah." Jawab istrinya


" Baiklah papah akan keluar dulu." Ucap suaminya sambil meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjang.


Suaminya keluar kamar diikuti oleh istrinya dan berjalan menuju ke ruang keluarga. Mereka melihat Rina sedang duduk dengan salah satu dinaikkan ke atas kakinya satunya. Sepasang suami istri itu duduk bersebelahan.


" Ada apa nyonya?" Tanya pria paruh baya.


" Sudah nyonya." Jawab pria paruh baya.


" Pak Alex, saya tidak mau basa basi. Mantan suami saya sudah meninggal begitu pula dengan istri mudanya sedangkan aku sebagai istri tua tentu saja aku menjadi ahli waris seluruh kekayaan suamiku. Semua harta berharga termasuk aset dan perusahaan otomatis menjadi milikku dan aku berencana mau menjual semuanya." Ucap Rina penuh percaya diri.


Pak Alex hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap Rina.


" Maaf nyonya sebenarnya seminggu lagi saya akan pergi ke mansion untuk membicarakan tentang ahli waris tapi karena nyonya sudah datang maka saya akan memberitahukan siapa yang mendapatkan warisan, tunggu sebentar ya nyonya." Ucap pak Alex


" Ya, cepatlah aku tidak ada waktu." Ucap Rina sombong.


Pak Alex hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah ruang kerjanya untuk mengambil fotocopy dokumen kemudian berjalan kembali menuju ke arah ruang keluarga.


" Ini nyonya dokumen tentang ahli waris." Ucap pak Alex memberikan dokumen tersebut.


Rina langsung menariknya dengan kasar kemudian membukanya. Rina membaca kata perkata hingga matanya membulat sempurna.


brak


" Apa-apaan ini! Kenapa tak satupun aku diberikan warisan!!" Bentak Rina sambil menggebrak meja.


" Memang seperti itu nyonya sebagian harta diberikan oleh tuan muda Aska dan setengahnya lagi diberikan untuk ke dua putrinya nona muda Ariana dan nona muda Ariani. Untuk semua perusahaan milik tuan besar Reno diserahkan ke tuan muda Aska dan memberikan setengah keuntungan untuk ke dua adiknya saat tuan muda Aska berumur tujuh belas tahun sambil menunggu semua perusahaan dikelola oleh wakil CEO kepercayaan tuan besar Reno." Ucap pak Alex berusaha untuk bersabar begitu pula dengan istrinya.


" Aska itu anak pungut kenapa lebih banyak mendapatkan dari ke dua putriku? pasti kamu di ancam sama Aska ya?" Ucap Rina dengan nada naik satu oktaf.


Pak Alex menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya sangat kesal mendengar segala ucapan Rina.


" Tuan muda Aska tidak mengancamku itu semua atas permintaan tuan besar Reno dan nyonya besar Cynthia." Ucap pak Alex


" Aku akan ke pengadilan agar kamu di penjara." Ancam Rina


" Silahkan nyonya dan maaf nyonya arah pintunya di sebelah sana." Ucap pak Alex sambil menunjuk ke arah pintu.


" Oh ya aku ingin mengatakan kalau semua penghuni mansion sudah pergi semua termasuk Aska dan ke dua putriku." Ucap Rina


" Jika mereka pergi otomatis hak warisnya menjadi milikku." Ucap Rina


" Maaf nyonya, apakah nyonya tidak membaca di dokumen tersebut tertulis semua aset berharga tuan besar Reno akan diurus oleh orang kepercayaannya. Aku rasa mereka bersembunyi dari orang-orang yang ingin membunuhnya dan di saat umur tujuh belas tuan muda Aska dan ke dua adiknya pasti akan kembali." Ucap tuan Alex dengan nada yakin.


Rina hanya diam dan berdiri meninggalkan mereka berdua tanpa berpamitan sama sekali membuat sepasang suami istri menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Apakah papah yakin kalau ke tiga anak itu akan kembali?" Tanya istrinya


" Papah tidak yakin, kita tunggu saja sampai tujuh belas usia tuan muda Aska apakah datang kembali atau tidak." Ucap suaminya


" Sudahlah pah, kita istirahat saja." Ucap istrinya.


" Baiklah mah." Jawab suaminya.


Sepasang suami istri beristirahat di kamarnya sambil berpelukan dan tidak berapa lama mereka tertidur pulas. Rina berjalan ke arah mobilnya dan masuk ke dalam mobil sambil menutupnya dengan kencang.


" Si*l... si*l... gagal rencanaku." Umpat Rina sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Rina melirik sekilas ke arah spion mobil dan melihat mobil hitam mengikutinya.


" Mobil milik siapa itu?" Tanya Rina dalam hati