Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Menikah



Daddy Thomas melepaskan pelukan istrinya dan berjalan ke arah putra sulungnya yang bernama Aleandro kemudian menarik telinganya membuat Aleandro memegangi telinganya yang terasa sakit.


" Daddy, sakit.. Mommy, daddy nakal tuh." Adu Aleandro.


" Daddy sudah." Ucap mommy Gloria sambil menarik tangan suaminya.


Daddy Thomas menatap tajam ke arah Aleandro sedangkan Aleandro hanya menjulurkan lidahnya membuat daddy Thomas menarik telinga Aleandro tapi mommy Gloria langsung menarik tangan suaminya.


" Ayo sayang kita pulang." Ajak mommy Gloria.


" Baik sayang." Ucap daddy Thomas semangat sambil memeluk pinggang istrinya.


" Dasar budak cinta." Ledek Aleandro yang sangat suka menggoda daddy Thomas.


" Aleandro!!" Teriak daddy Thomas


" Aleandro, kamu jangan suka godain daddy." Ucap mommy Gloria sambil matanya mendelik ke putra sulungnya.


" Hehehe... maaf mom." Ucap Aleandro sambil tertawa kecil.


Mommy Gloria dan daddy Thomas masuk ke dalam mobil diikuti oleh anak-anaknya.


" Kak Aleandro senang banget godain daddy." Ucap Maximus sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


" Iya nih kak Aleandro usil banget." Ucap Quenby sambil berjalan ke arah mobil daddy Thomas dan masuk ke dalam mobil milik daddy Thomas dan duduk di kursi belakang pengemudi.


" Lihat kak, telinga kakak mirip kelinci." Ucap dokter Kasandra sambil berjalan ke arah mobil daddy Thomas dan duduk di kursi belakang pengemudi.


" Kakak tidak tahu kenapa kakak senang banget godain daddy." Ucap Aleandro sambil tersenyum dan duduk di samping pengemudi.


" Dari kecil kakak memang suka godain daddy." Ucap Maximus sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Aleandro hanya tersenyum dan merekapun pergi dari bandara menuju ke mansion mereka untuk berkumpul karena kebetulan sekarang hari libur.


xxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda Louis mengantar dokter Angelina pulang ke mansion untuk bertemu dengan dokter Hendrik dan dokter Melani orang tua dokter Angelina.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik orang tua dokter Angelina. Wajah Louis bercucuran keringat ketika bertemu dengan calon mertuanya. Biasanya Louis tidak pernah takut dengan siapapun tapi kini di hadapan calon mertuanya dirinya sangat takut.


" Kerja di mana?" Tanya dokter Hendrik


" Kerja di perusahaan Graham Co-op." Jawab Louis


" Sepertinya mommy pernah melihatmu, apakah dia teman sekolahmu dulu?" Tanya dokter Melani pada anaknya.


" Iya mom." Jawab dokter Angelina


" Apakah kalian pasangan kekasih?" Tanya dokter Melani dengan nada masih lembut.


" Benar tante dan rencana kami akan menikah kalau tante dan om merestui hubungan kami." Jawab Louis dengan nada yakin.


" Apakah kalian sudah melakukan itu?" Tanya dokter Hendrik


bruk


bruk


Louis dan dokter Angelina langsung duduk berlutut di depan dokter Melani dan dokter Hendrik.


" Mommy... Daddy... hiks... hiks... Maafkan Angel." Ucap dokter Angelina sambil terisak.


" Angel tidak bersalah, aku yang bersalah telah merusak anak om dan tante. Aku berjanji untuk bertanggung jawab menikah dengan Angel." Ucap Louis.


Dokter Hendrik dan dokter Melani hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dokter Melani menarik putrinya agar berdiri dan memeluknya.


" Mommy, maafkan Angel dan kak Louis." Mohon dokter Angelina sambil terisak.


" Bangunlah." Perintah dokter Hendrik.


Louis langsung berdiri sambil menunduk dalam hatinya merasa bersalah dengan dokter Angelina.


" Aku sangat mencintainya, aku akan berusaha membahagiakan dan melindungi Angel dengan segenap jiwa ragaku." Ucap Louis dengan nada penuh keyakinan.


" Angel apakah kamu mencintai Louis?" Tanya daddy Thomas.


Louis menatap wajah cantik dokter Angelina dengan tatapan sendu membuat dokter Angelina tidak tega melihatnya.


" Iya daddy, Angel sangat mencintai kak Louis." Jawab dokter Angel.


' Aku belum tahu apakah aku memang mencintainya atau karena kak Louis yang telah merebut kehormatan yang selama ini aku jaga.' Ucap dokter Angelina dalam hati.


" Karena kalian saling mencintai seminggu lagi kalian menikah." Ucap daddy Thomas


" Secepat itukah dad?" Tanya dokter Angelina.


" Lebih cepat lebih baik karena jika di tunda lagi takutnya tiba-tiba kamu hamil dan apa kata orang nantinya." Ucap daddy Thomas.


" Mulai sekarang dan seterusnya panggillah nama kami dengan sebutan mommy dan daddy." Pinta dokter Melani.


" Terima kasih mommy dan daddy telah merestui kami dan maaf ke dua orang tuaku sudah meninggal dan aku hanya anak satu-satunya tanpa mempunyai keluarga hanya tuan Robert satu-satunya keluargaku sekaligus bosku." Ucap Louis.


Tuan Robert dan Louis sudah menganggap sebagai saudara jika di kantor hubungan mereka sebagai atasan dengan bawahan tapi jika di luar sebagai saudara.


" Baiklah tidak apa-apa." Ucap dokter Hendrik.


" Besok kamu datang ke sini untuk menjemput Angel ke butik langganan mommy. Kalian pilih gaun pengantin untu Angel dan pakaian pengantin untuk nak Louis." Ucap dokter Melani.


" Baik mommy." Jawab Louis.


" Kalau begitu Louis pergi dulu untuk menemani tuan Robert." Ucap Louis.


" Silahkan." Jawab dokter Hendrik


Louis mengecup punggung tangan dokter Hendrik dan dokter Melani kemudian tersenyum menatap wajah cantik dokter Angelina. Louis pergi meninggalkan mansion milik daddy Hendrik menuju ke rumah sakit. Dua puluh lima menit kemudian Louis sudah sampai di rumah sakit dan berjalan ke arah ruang perawatan.


ceklek


Louis membuka pintu dan melihat tuan Robert sedang menatapnya dengan tatapan berbeda.


" Kenapa lama sekali?" Tanya tuan Robert.


" Maaf tuan, tadi saya baru saja mengantar Angelina pulang." Ucap Louis yang tidak bisa berbohong.


" Memangnya semalam kamu tidak mengantar Angelina?" Tanya tuan Robert


" Tidak tuan." Jawab Louis


" Ceritakan apa yang terjadi?" Tanya tuan Robert


Louis pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan tuan Robert hanya mendengarkan cerita Louis.


" Seperti itu tuan." Ucap Louis mengakhiri ceritanya.


" Berarti seminggu lagi kalian akan menikah?" Tanya tuan Robert.


" Benar tuan." Jawab Louis.


" Baguslah aku ikut senang jika kalian menikah, Angel adalah sahabat yang baik." Ucap tuan Robert.


" Tuan, boleh aku bertanya?" Tanya Louis yang masih penasaran dengan semalam.


" Silahkan." Ucap tuan Robert singkat.


" Semalam apakah ada sesuatu yang mencurigakan?" Tanya Louis


" Iya." Jawab tuan Robert singkat dan padat.


" Boleh cerita tuan." Pinta Louis


" Baiklah. Jawab tuan Robert singkat lagi sambil mengingat kejadian semalam.