
" Coba aku bersihkan pakai air." Ucap dokter Kasandra
Dokter Kasandra mencoba menghilangkan menggunakan air tapi tidak bisa hilang kemudian mencoba dengan menggosoknya tapi tetap saja tidak hilang malah semakin bertambah merah.
" Kenapa tidak hilang juga?" Tanya dokter Kasandra
" Aish sudahlah, nanti aku tutupi pakai cream." Ucap dokter Kasandra sambil di tutupi dengan rambut.
Dokter Kasandra keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang Aska dengan wajah di tekuk.
" Kok mukanya di tekuk, ada apa?" Tanya Aska penasaran.
" Aku bingung kok di leherku merah apa di ruangan ini ada nyamuk raksasa? Kalau iya nanti kak Aska aku pindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter Kasandra sambil melihat sekelilingnya siapa tahu bisa bertemu dengan nyamuk raksasa.
Aska ma*i - ma*ian menahan tawa karena tidak mungkin dirinya mengaku kalau itu hasil perbuatannya bisa-bisa dirinya di amuk sama dokter Kasandra.
" Coba aku lihat." Tanya Aska berpura-pura.
Dokter Kasandra mendekati Aska kemudian mengangkat rambutnya yang panjang sebahu kemudian dokter Kasandra membalikan badannya ke arah samping agar Aska melihat bekas tanda kepemilikan yang semalam dia buat. Tangan Aska diarahkan ke leher dokter Kasandra dan membelainya membuat dokter Kasandra seperti terkena aliran listrik membuat dokter Kasandra menghindar.
" Maaf." Ucap dokter Kasandra sambil menurunkan rambutnya sambil membalikkan badannya menatap wajah tampan Aska.
" Aku juga minta maaf, gara-gara menemaniku lehermu jadi memerah seperti itu." Ucap Aska dengan wajah kecewa karena dirinya entah kenapa ingin merasakan lagi.
" Kenapa wajah kak Aska seperti wajah kecewa?" Tanya dokter Kasandra sambil mendekati wajahnya ke wajah Aska.
" Tidak ada apa-apa." Ucap Aska sambil memalingkan wajahnya.
Dokter Kasandra menjepit dagu Aska dengan menggunakan satu tangannya agar menatap wajahnya.
" Ada apa?" Tanya dokter Kasandra
deg
deg
Jantung Aska berdetak kencang ketika menatap wajah cantik dokter Kasandra hingga matanya beralih ke bibir warna pink.
" Tidak ada apa-apa." Jawab Aska sambil menutup matanya dan menghilangkan pikiran kotornya.
" Baiklah kalau tidak ada apa-apa." Ucap dokter Kasandra sambil melepaskan tangannya yang tadi menjepit dagu Aska.
" Aku mau pergi dulu." Ucap dokter Kasandra sambil berjalan ke arah pintu.
grep
Tangan Aska memegang tangan dokter Kasandra agar dokter Kasandra tidak pergi. Sungguh dirinya tidak rela jika dokter Kasandra pergi.
" Mau ke mana?" Tanya Aska.
Dokter Kasandra membalikkan badannya dan tersenyum.
" Mau mandi sebentar lagi jadwalku praktek." Ucap dokter Kasandra.
" Berarti tidak bisa menemaniku lagi." Ucap Aska sambil melepaskan tangan dokter Kasandra.
" Kalau waktu luang aku akan datang ke sini." Ucap dokter Kasandra.
" Sungguh?" Tanya Aska penuh harap
" Sungguh." Jawab dokter Kasandra masih tersenyum.
" Ok, aku tunggu." Jawab Aska
Dokter Kasandra hanya tersenyum dan membalikkan badannya meninggalkan Aska sendirian.
" Jantungku kenapa tidak berhenti berdetak melihat senyuman Kasandra. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya tapi aku tidak boleh terburu-buru takutnya nanti dia menjauh dariku." Ucap Aska menatap pintu yang sudah tertutup dengan rapat.
xxxxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda perlahan tuan Robert membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya yang masih setia memejamkan matanya.
( " Aku tidak menyangka kalau kami sudah resmi menikah dan bisa melakukan hubungan suami istri." Ucap tuan Robert dalam hati ).
Tuan Robert melihat istrinya perlahan membuka matanya membuat tuan Robert langsung memejamkan matanya. Riana membuka matanya sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
" Aku tidak menyangka kalau kami sudah resmi menikah dan bisa melakukan hubungan suami istri." Ucap Riana sambil membelai wajah suaminya yang memejamkan matanya.
grep
Tuan Robert menggenggam tangan istrinya kemudian membuka matanya dan langsung membalikkan tubuhnya dan kini Riana berada di bawah sedangkan tuan Robert berada di atas.
" Satu ronde." Bisik tuan Robert sambil mencium bibir istrinya dengan lembut kemudian **********.
Merekapun melakukan kegiatan suami istri di pagi hari, suara merdu keluar dari mulut mereka berdua menikmati indahnya surgawi. Setelah hampir satu jam lamanya akhirnya adik kecilnya mengeluarkan laharnya ke dalam rahim Riana. Tuan Robert menarik adik kecilnya kemudian memindahkan tubuhnya ke arah samping.
" Kita mandi yuk." Ajak tuan Robert sambil bangun dari ranjang kemudian menggendong Riana.
Riana hanya menganggukkan kepalanya kemudian ke dua tangannya dikalungkan ke leher suaminya agar dirinya tidak terjatuh dan wajahnya bersembunyi di dada bidang suaminya.
" Kenapa kepalamu bersembunyi?" Tanya tuan Robert.
" Aku malu sayang." Ucap Riana
" Kenapa malu?" Tanya tuan Robert
" Kita berdua tidak memakai apapun." Ucap Riana
" Kenapa malu aku sudah tahu semuanya begitu pula sebaliknya." Ucap tuan Robert
" Iya benar tapi tetap saja aku malu." Ucap Riana.
Tuan Robert tersenyum dan mendudukkan Riana di closet kemudian menyalakan air kran di bathup hingga penuh barulah memberikan aroma terapi setelah di rasa cukup tuan Robert menggendong kembali Riana dan diletakkan ke dalam bathtub. Hampir satu jam lebih barulah mereka keluar dari kamar mandi, tuan Robert merasa bahagia dengan wajah cerah sedangkan Riana dengan wajah lesu karena dirinya lelah tuan Robert melakukan hubungan suami istri lagi di kamar mandi.
" Sayang letakkan aku di ranjang aku sangat ngantuk." Ucap Riana sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.
" Ok." Jawab tuan Robert singkat.
Tuan Robert meletakkan Riana perlahan di ranjang dengan menggunakan jubah handuk kemudian tuan Robert mengambil pakaian untuk dirinya dan langsung memakainya.
" Mau aku pakaikan baju?" Tanya tuan Robert.
" Aku pakai sendiri." Ucap Riana karena dirinya tahu suaminya akan memakan dirinya lagi
" Takut aku makan lagi ya?" Goda tuan Robert
" Hehehehe itu salah satunya, aku sangat lelah sayang mau tidur sebentar." Ucap Riana.
" Baiklah, sebentar lagi makanan datang dan nanti siang kita pulang langsung tinggal di mansion." Ucap tuan Robert
" Ok." Jawab Riana singkat sambil memejamkan matanya.
Tiba - tiba ponselnya berdering dan melihat anak buahnya menghubungi dirinya.
" Sayang, aku mau menerima telepon dulu di luar." Ucap tuan Robert.
" Ok." Jawab Riana singkat lagi.
Tuan Robert berjalan keluar dari kamar hotel dan menerima telepon nya dari anak buahnya. Tuan Robert mendengarkan apa yang disampaikan oleh anak buahnya sambil menahan amarahnya. Selesai menerima telepon tuan Robert menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya dan membalikkan badannya untuk masuk ke dalam kamarnya.
ceklek
Tuan Robert membuka pintu dan masuk ke dalam kamar hotel. Tuan Robert menatap istrinya yang masih tertidur dengan pulas dengan tatapan membunuh membuat tuan Robert mengeluarkan pistolnya dari balik saku jasnya dan diarahkan ke kening istrinya.
" Kamu harus ma*i." Ucap tuan Robert
Riana yang merasa keningnya ditekan oleh benda yang dingin membuat Riana memaksakan membuka matanya.
" Sayang, apa yang sayang lakukan?" Tanya Riana dengan mata membulat sempurna.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apakah tuan Robert sanggup menembak Riana tunggu besok ya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Ria Aisyah untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Tiger Wu.
Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘