
" Aku sangat mencintai istriku dan aku sangat menyesal telah melukai hati istriku." Ucap tuan Robert penuh penyesalan.
" JIka seandainya orang tuanya membunuh ke dua orang tuamu apakah kamu masih mencintainya?" Tanya daddy Thomas.
Hening
Hening
" Aku tahu jawabanmu jadi anggaplah orang tua putriku telah membunuh orang tuamu dan mulai sekarang lupakan Cantika." Pinta daddy Cantika
" Tapi..." Ucapan tuan Robert terpotong oleh daddy Thomas.
" Carilah wanita lain mungkin jodoh kalian sampai di sini." Ucap daddy Thomas.
" Aku tidak mungkin mencari wanita lain karena aku sangat mencintai istriku, bolehkah aku bertemu dengan Cantika?" Tanya tuan Robert penuh harap.
" Cantika tinggal di luar negri dan akan tinggal di sana." Ucap daddy Thomas.
" Bolehkah tahu tinggal di negara mana?" Tanya tuan Robert.
" Kami tidak bisa memberitahukan karena permintaan putriku Cantika." Ucap daddy Thomas.
duar
duar
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh tuan Robert karena istrinya tidak ingin diketahui keberadaannya membuat tuan Robert mengusap wajahnya dengan kasar sambil menundukkan kepalanya.
" Boleh aku bertanya, kenapa semalam kak Aleandro dan kak Maximus menolongku?" Tanya tuan Robert penasaran.
" Aku yang memintanya." Ucap daddy Thomas.
" Kenapa?" Tanya tuan Robert.
" Demi putriku Cantika." Jawab daddy Thomas
" Demi Cantika?" Tanya ulang tuan Robert
" Ketika putriku pulang dari restoran putriku langsung masuk kamar dan ketika aku bertanya Cantika hanya menangis. Cantika sangat mencintaimu karena itulah aku meminta suamiku untuk melindungimu. Putriku sedang menata hidupnya jika memang kalian berjodoh kalian akan bertemu kembali dengan istrimu tapi jika memang tidak...." Ucap mommy Gloria menggantungkan kalimatnya.
Tuan Robert tahu kenapa istrinya menangis membuat dirinya semakin bersalah dan menyesali perbuatannya hingga tidak berapa lama tuan Robert dan Louis mengundurkan diri dan meninggalkan mansion tersebut.
Satu Bulan Kemudian
Waktu berjalan dengan cepatnya tuan Robert memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi tentang istrinya tapi hasilnya nihil membuat tuan Robert frustrasi. Tuan Robert menyibukan diri berkerja dan berkerja agar bisa melupakan kesedihan dan kerinduan pada istrinya sedangkan Louis sudah resmi menikah dengan dokter Angelina. Hubungan Aska dengan dokter Kasandra sudah direstui oleh keluarga besarnya dan sebulan lagi mereka akan menikah. Seperti biasa tiap pagi Louis menjemput tuan Robert di mansion tapi dirinya terkejut karena tidak biasanya tuan Robert belum keluar dari kamarnya membuat Louis menaiki anak tangga dan berjalan ke kamar tuan Robert.
tok tok to
" Masuk." Jawab tuan Robert
ceklek
Louis membuka pintu dan melihat tuan Robert sedang berbaring di ranjang dengan wajahnya yang pucat, baru saja ingin bertanya tuan Robert berlari menuju ke arah kamar mandi dan terdengar tuan Robert muntah setelah beberapa saat tuan Robert keluar dari kamar mandi.
" Tuan sakit, aku akan telepon istriku dulu." Ucap Louis sambil mengeluarkan ponselnyan.
" Aku tidak tahu tiba-tiba perutku mual dan beberapa kali bolak balik ke kamar mandi." Keluh tuan Robert sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamar mandi dan mengeluarkan isi di dalam perutnya tapi hanya cairan bening.
Louis yang melihat tuan Robert bolak balik kamar mandi langsung menghubungi istrinya untuk datang ke mansion tuan Robert setelah selesai tuan Robert menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya. Louis langsung berjalan dan membantu memapah tuan Robert menuju ke ranjangnya untuk berbaring kemudian Louis memberikan minum air putih dan tuan Robert meminumnya hingga habis.
" Louis tolong ambilkan pakaian istriku." Pinta tuan Robert
Louis bingung dengan perkataan tuan Robert tapi tetap dilakukan tanpa membantah ataupun bertanya untuk apa pakaian Cantika, Louis berjalan ke arah lemari dan membuka pintu lemari dan mengambil salah satu pakaian milik Cantika dan memberikannya ke tuan Robert. Tuan Robert langsung memeluk pakaiannya dan menghirup aroma yang masih tertinggal membuat Louis bingung dengan apa yang dilakukan oleh tuan Robert.
" Kenapa tuan muda menyiumi pakaian nyonya muda?" Tanya Louis.
tok tok tok
" Masuk." Ucap tuan Robert
ceklek
Dokter Angelina membuka pintu dan masuk ke dalam sambil membawa tas kerja dokter kemudian berjalan ke arah tuan Robert dan duduk di ranjang tuan Robert namun baru saja ingin mengecek kondisi tuan Robert ponselnya berdering membuat dokter Angelina mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah mengetahuinya dokter Angelina menatap tuan Robert dengan tatapan berbeda membuat suaminya Louis dan tuan Robert bingung.
" Ada apa?" Tanya tuan Robert.
" Istri tuan telepon." Jawab dokter Angelina
" Angkat dan loud speaker." Pinta tuan Robert sambil tersenyum bahagia karena dirinya sangat merindukannya.
' Kasihan tuan, tadi wajah tuan sedih tapi ketika nyonya telepon wajah sedihnya berubah bahagia. Semoga saja tuan dan nyonya segera dipertemukan dan bisa berkumpul seperti dulu lagi," Ucap Louis dalam hati.
" Baik." Jawab dokter Angelina sambil mengeser tombol berwarna hijau kemudian menloud speaker ponselnya.
" Hallo." Panggil dokter Angelina
" Hallo Angelina apa kabar?" Tanya Cantika
" Kabar baik, waktu aku menikah kamu kok tidak datang?" Tanya dokter Angelina.
" Maaf waktu mau berangkat aku sakit karena itulah aku tidak bisa datang." Jawab Cantika
" Sakit apa?" Ucap tuan Robert membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suaranya dengan wajah kuatir.
" Sakit apa?" Tanya dokter Angelina yang mengerti ucapan tuan Robert yang tidak mengeluarkan suara.
" Sakit...." Ucapan Cantika terpotong oleh Nathan
" Sakit rindu sama suaminya dan ingin memeluknya." Goda Nathan
" Kak Nathan nyebelin." Ucap Cantika
" Benar kata kak Nathan, waktu kamu demam kamu menginggau : Suamiku aku sangat mencintaimu dan aku sangat merindukanmu." Goda Yohanes.
" Kak Yohanes nyebelin senang banget godain adikmu yang cantik ini." Ucap Cantika dengan wajah di tekuk.
" Pffftt... Hahahaha..." Tawa Nathan dan Yohanes lepas karena mereka sangat senang menggoda adik bungsunya.
" Kak Aleandro, kak Maximus, kak Nathan dan kak Yohanes senang godain kak Quenby, kak Kasandra dan aku." Ucap Cantika.
" Karena kalian adik-adikku yang paling kakak sayangi." Ucap Nathan
" Benar kata kak Nathan kita sebagai saudara harus sayang menyayangi." Sambung Yohanes.
" Terima kasih kak." Jawab Cantika.
" Ya sudah kamu lanjutin ngobrolnya, kakak mau berangkat kerja." Ucap Nathan.
" Kamu tidak usah kerja dari tadi kamu muntah - muntah terus, sebentar lagi dokter Jessica akan datang mengecek kondisimu." Ucap Yohanes.
" Tapi aku bosan kak." Jawab Cantika
" Tidak boleh kamu istirahat biar kak Nathan dan kakak yang kerja kamu istirahat." Tolak Yohanes
" Benar kata Yohanes kita berangkat kerja dulu, kamu istirahat dan kakak sudah buatkan roti dan susu." Ucap Nathan.
" Baiklah kak aku di rumah saja dan terima kasih sudah buatin sarapan buat Cantika." Ucap Cantika terharu.