
" Kamu siapa?" Tanya Quenby
" Aku Riana." Ucap Riana
Robert sudah mulai bosan mendekati Riana dan melihat Riana sedang berbicara dengan sepasang pemuda dan pemudi.
" Riana apakah sudah selesai?" Tanya Robert sambil berjalan ke arah Riana.
" Sebentar lagi kak." Jawab Riana.
" Kok wajah kalian bertiga kembar?" Tanya Robert dengan wajah terkejut ketika menatap mereka sekilas.
" Kami juga tidak tahu." Ucap mereka bertiga serempak sambil masing-masing mengangkat bahunya.
" Sebenarnya bukan kita saja bertiga kembar tapi saudara kami juga kembar." Ucap ke dua kembar serempak.
" Benarkah?" Tanya Riana
" Ya benar, sebentar." Ucap Quenby sambil mengeluarkan ponselnya kemudian membuka galeri.
" Nah ini dia." Ucap Quenby sambil memberikan ponselnya.
Riana menerima ponselnya dan melihat foto tersebut matanya membulat sempurna.
" Kalian kembar enam?" Tanya Riana dengan nada tidak percaya.
" Sebenarnya kami tujuh bersaudara tapi adik kami meninggal waktu berumur dua tahun." Ucap Aleandro dengan wajah sendu.
" Maafkan aku tidak tahu." Ucap Riana merasa bersalah.
" Tidak apa - apa kamu tidak salah karena kamu kan tidak tahu." Ucap Quenby sambil tersenyum.
" Maaf kami mau pergi dulu sudah sore." Ucap Riana sambil membalas senyumannya.
" Ok, semoga kita bertemu kembali." Jawab ke duanya serempak sambil tersenyum.
Riana hanya melambaikan tangannya dan berjalan ke arah kasir namun baru saja membuka dompet Robert membayar semua buku-buku kuliah.
" Kak Robert kenapa di bayar? kan itu buku aku jadi aku yang harus bayar." Ucap Riana.
" Tidak apa-apa santai saja." Ucap Robert dengan nada santai.
" Lain kali jika aku mau membeli sesuatu tidak akan mengajak kak Robert." Ucap Riana dengan wajah di tekuk.
Robert hanya mengusap rambut Riana sambil tersenyum melihat Riana cemberut sangat imut. Setelah selesai membayar Robert mengantar Riana ke apartemen miliknya.
cup
" Ada masalah di kantor kamu istirahat saja." Ucap Robert sambil mengecup kening Riana.
" Kak Robert kenapa sih senang banget cium Riana?" Tanya Riana sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobil.
" Tentu saja, kamukan kekasihku." Ucap Robert dengan nada santai.
" Sejak kapan?" Tanya Riana
" Sejak hari ini, ya sudah kakak pergi dulu ya." Pamit Robert sambil melambaikan tangannya.
" Oh ya kak hari ini aku tidak tidur di sini besok baru pindah." Ucap Riana sambil membalas lambaian tangannya.
" Ok." Jawab Robert.
Robert mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan sedangkan Riana menatap mobil Robert hingga tidak terlihat. Riana menekan pin apartemen kemudian masuk ke dalam apartemen.
ceklek
Riana membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar dan melihat tempat tidur dan lemari pakaian serta rak buku.
" Buku - buku ini aku letakkan di sini saja." Ucap Riana sambil meletakkan semua buku di rak buku.
Setelah beres, Riana iseng membuka lemari dan matanya membulat sempurna.
" Kenapa sudah ada pakaian wanita dan pakaiannya masih tersegel? Apa kekasih kak Robert sering menginap di sini? Ih dasar laki-laki katanya suka sama aku sejak pertama kali bertemu tapi ini." Ucap Riana dengan nada kesal.
" Aku akan ganti celana jeans saja karena celanaku sobek dan kebetulan di lemari ada celana jeans yang masih baru." Ucap Riana.
Setelah mengganti celana Riana berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka setelah selesai Riana keluar dari apartemen menuju ke mansion dengan menggunakan taksi online karena jika memakai mobil milik Robert akan menjadi banyak bahan pertanyaan baik Aska maupun adik kembarnya dan Riana lagi malas untuk menjawab.
Lima belas menit kemudian Riana sudah sampai mansion dan berjalan menaiki anak tangga. Riana melihat Riani sedang berjalan menuruni anak tangga.
" Kakak, kenapa sih tidak pergi dari mansion ini?" Omel Riani.
" Besok kakak akan pindah kamu tenang saja." Ucap Riana
" Syukurlah kalau tahu diri karena aku dan kak Aska akan menikah, aku tidak ingin ada duri dalam pernikahanku." Ucap Riani.
" Kamu tenang saja kakak tidak akan merebut kak Aska darimu." Ucap Riana sambil berjalan melewati Riani menuju ke kamarnya.
Sampai di kamar Riana masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena tubuhnya sangat lengket. Selesai mandi dan berpakaian Riana mulai memasukkan semua pakaiannya ke koper hampir satu jam lamanya akhirnya selesai.
Riana yang merasa lapar keluar dari kamar dan bertemu lagi dengan adiknya membuat Riana menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena adiknya menatapnya dengan tatapan tajam dan sinis. Riani selalu menganggap Riana adalah musuh besarnya padahal Riana sangat sayang pada Riani.
" Aku tidak tahu kenapa kamu selalu membenci kakak padahal kakak sangat sayang padamu." Ucap Riana akhirnya mengeluarkan uneg-uneg yang selalu ditahannya.
" Aku sudah pernah katakan ke kakak, apakah kakak lupa?? Baik aku katakan sekali lagi kalau aku sangat membencimu karena nilaimu selalu baik, kamu selalu di puji oleh daddy sedangkan aku tidak pernah sedikitpun di puji, aku mencintai kak Aska ketika aku masih kecil hingga sekarang tapi kak Aska tidak mencintaiku tapi mencintaimu padahal kami sudah melakukan hal itu." Ucap Riani
" Maafkan kakak kalau hal itu membuatmu membenci kakak. Apa yang kakak lakukan agar kamu tidak membenci kakak?" Tanya Riana
" Pergilah dari sini karena aku sangat membencimu." Ucap Riani sambil berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
" Baiklah kakak akan pergi tapi sebelumnya kakak makan dulu setelah itu baru kakak akan pergi." Ucap Riana yang masih terdengar oleh Riani
" Lebih baik pergi sekarang sebelum kak Aska datang." Ucap Riani sambil melanjutkan langkahnya.
" Baik kalau itu maumu." Ucap Riana pasrah.
Riana membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya untuk mengambil koper namun Riana mendengar suara mobil masuk ke dalam mansion membuat Riana berjalan ke arah balkon.
" Kak Aska sudah datang lebih baik besok saja sebelum kuliah aku mampir ke apartemen untuk menyimpan semua barang-barangku." Ucap Riana.
Riana menghubungi kepala pelayan untuk mengantar makanan ke kamarnya karena dirinya enggan bertemu dengan adik kembarnya. Setelah lima belas menit pintu kamarnya di ketuk.
" Masuk." Ucap Riana
ceklek
Kepala pelayan membuka pintu sambil membawa nampan yang berisi satu piring yang berisi makanan, satu gelas air mineral dan satu gelas susu putih kemudian kepala pelayan meletakkan nampan ke atas meja.
" Paman apakah kak Aska melihat paman membawa nampan?" Tanya Riana
" Tuan muda Aska tidak melihatnya nona karena tuan muda Aska langsung masuk ke dalam kamarnya." Ucap kepala pelayan.
Riana hanya menganggukkan kepalanya kemudian membawa nampan tersebut ke arah sofa.
" Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya kepala pelayan.