
" Hiks... Hiks ..." Tangis Cantika pecah sambil membalas pelukan mommynya.
" Menangis lah jika itu bisa membuatmu lega." Ucap mommy Gloria sambil menepuk-nepuk punggung Cantika dengan lembut.
" Huaaaaaa..." Tangisan Cantika semakin keras.
Mommy Gloria hanya diam sambil mengelus punggung Cantika hingga tidak berapa lama suara tangisannya mulai berkurang dan mommy Gloria merasakan tubuhnya terasa berat. Mommy Gloria mendorong perlahan tubuh Cantika dan membaringkannya ke ranjang.
cup
" Maafkan mommy sayang, tidak bisa berbuat apa-apa." Ucap mommy Gloria merasa bersalah kemudian mengecup kening putrinya sambil menyelimuti tubuh Cantika.
xxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda setelah membayar makanan dan minuman Alexa keluar dari restoran tersebut dan berjalan ke arah mobiknya. Alexa menghubungi seseorang pada panggilan pertama langsung di angkat oleh seseorang.
" Cepat kamu pergi dari kota ini, bosmu sudah curiga." Ucap Alexa
" Apa?? Baik aku akan per..." Ucapan pria itu terpotong karena ponselnya di rebut oleh seseorang.
" Halo... Hallo!!!" Teriak Alexa dengan nada panik.
" Setelah ini giliranmu Alexa." Ucap tuan Robert dengan nada dingin.
" Sayang." Panggil Alexa dengan nada terkejut.
Tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak oleh tuan Robert. Alexa yang ketakutan langsung berlari ke arah mobil namun baru saja membuka pintu mobil seseorang telah membiusnya dari arah belakang. Alexa berusaha memberontak namun tenaganya kalah jauh dengan pria itu dan akhirnya Alexa tidak sadarkan diri dan di bawa pergi oleh pria itu dengan menggunakan mobil.
Setengah jam kemudian mobil itu berhenti di depan markas mafia milik tuan Robert. Dua orang bodyguard membuka pintu gerbang ketika mobil itu membunyikan klakson mobil. Setelah pintu gerbang terbuka mobil itupun melaju ke dalam mobil dan berhenti di garasi mobil.
Salah seorang membuka pintu mobil dan seorang bodyguard menggendong tubuh Alexa ala bridal style menuju ke pintu utama dan dengan sigap dua orang bodyguard membuka pintu utama tersebut. Bodyguard itupun berjalan ke arah ruangan kemudian melempar tubuh Alexa ke lantai dengan kasar.
bugh
" Akhh... sakit!!!" Teriak Alexa kesakitan.
Alexa yang tidak sadar karena pengaruh obat bius akhirnya terpaksa sadar ketika tubuhnya di lempar. Alexa berusaha bangun dan menatap ke sekeliling dan matanya membulat sempurna melihat orang suruhannya diikat dan wajahnya lebam-lebam di tambah melihat tuan Robert menatapnya dengan tatapan membunuh.
" Sayang, kenapa aku berasa di sini? Siapa mereka?" Tanya Alexa sambil berjalan ke arah tuan Robert
plak
bruk
Sebelum mendekati tuan Robert terlebih dahulu menamparnya dengan keras membuat Alexa terjatuh dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar serta pipinya terlihat jelas jiplakan tangannya. Tuan Robert berjalan ke arah Alexa dan menjepit dagu Alexa dengan erat membuat Alexa meringis kesakitan.
" Kenapa kamu menyuruh anak buahku untuk mengkhianati aku dengan memberikan kesaksian palsu sehingga aku dan istriku berpisah?" Tanya tuan Robert sambil menatap tajam ke arah Alexa.
" Karena aku sangat mencintaimu dan aku ingin kembali padamu karena itulah aku melakukan itu." Ucap Alexa sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan tuan Robert tapi tenaganya kalah jauh.
" Itu salahmu karena kamu meninggalkan aku jadi jangan salahkan aku jika aku berpaling dengan wanita lain." Ucap tuan Robert.
bugh
Tuan Robert mendorong dagu Alexa membuat tubuh Alexa terlentang.
" Istriku tidak bersalah kenapa kamu memberikan informasi palsu pada anak buahku hah!!!" Bentak tuan Robert
" Aku mana tahu kalau ternyata mereka bukan keluarganya Riana." Ucap Alexa yang tidak mau disalahkan.
" Tapi bukan berarti kamu memberikan informasi palsu, pengawal tembak dua orang itu." Perintah tuan Robert dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.
" Sayang, jangan lakukan ini padaku!!" Teriak Alexa
" Apa yang kamu terima tidak bisa dibandingkan rasa sakit pada istriku." Ucap tuan Robert
" Bukankah kita bersahabat dan di tambah kita dulu punya hubungan spesial. Aku mohon pertimbangkan hal itu." Mohon Alexa sambil berusaha bangun dan berjalan ke arah tuan Robert.
Tuan Robert membalikkan badannya kemudian mengambil pistol yang selalu dibawanya kemudian diarahkan ke kening Alexa membuat Alexa memundurkan langkahnya.
" Itu dulu aku menganggapmu sebagai sahabat dan mantan kekasihku tapi sejak kamu berniat memisahkan aku dengan istriku perasaanku langsung hilang." Ucap tuan Robert.
dor
" Akhhhhhhhh..." Teriak Alexa
bruk
Alexa langsung ambruk dan mati seketika ketika peluru itu mengenai keningnya. Tuan Robert menyimpan kembali pistolnya dan membalikkan badannya.
" Tembak pria itu dan buang mayatnya ke kandang buaya termasuk mayat gadis itu." Perintah tuan Robert.
" Baik tuan." Jawab salah satu anak buahnya.
" Tuan bagaimana penyerangan hari ini ke markas mafia Dragon Blade?" Tanya salah satu anak buahnya bersamaan terdengar suara tembakan dan teriakan kematian anak buah tuan Robert yang telah berani berkhianat.
" Laksanakan hari ini." Perintah tuan Robert dengan nada dingin.
" Baik tuan." Jawab salah satu anak buahnya.
Tuan Robert hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap lurus ke depan.
( " Sudah malam, besok pagi aku pergi ke mansion orang tuanya Cantika. Cantika maafkan aku, aku mohon berikan kesempatan ke dua untukku." Mohon tuan Robert dalam hati ).
xxxxxxxxxxxx
Tuan Robert berserta seluruh anak buahnya menyerang markas mafia Dragon Blade. Suara tembakan saling bersahutan, penyerangan yang mendadak terlebih di malam hari membuat mafia Dragon Blade banyak yang mati termasuk ketua mafia Dragon Blade.
Namun tanpa sepengetahuan tuan Robert salah satu anak buah mafia Dragon Blade mengarahkan pistolnya ke arah tuan Robert.
dor
" Akhhh... Si*l." Umpat tuan Robert
" Tuan muda!!!" Teriak anak buahnya tuan Robert.
Tuan Robert membalas tembakannya begitu pula dengan anak buah tuan Robert sedangkan musuhnya yang tidak ingin mati menembak kembali tuan Robert.
dor
" Akhhhhhhhh..." Teriak tuan Robert
bruk
dor dor dor dor
" Akhhhhhhhh..." Teriak anak buah mafia Dragon Blade
bruk
Tuan Robert terkena tembakan lagi sedangkan musuhnya terkena tembakan dari tuan Robert dan juga anak buahnya tuan Robert membuat musuhnya mati seketika.
Tuan Robert langsung di bawa ke rumah sakit oleh anak buahnya dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Lima belas menit kemudian mobil mereka sudah sampai dan langsung di bawa ke ruang operasi.
Louis bersama anak buahnya menunggu dengan perasaan yang berkecamuk hingga dua jam kemudian pintu operasi terbuka tampak dokter Angelina berjalan ke arah Louis dan Louis langsung berdiri.
" Bagaimana keadaan tuan Robert?" Tanya Louis
" Tuan Robert sangat kritis dan tuan Robert selalu memanggil nama Cantika." Ucap dokter Angelina
" Bisakah kamu menghubungi nyonya Cantika?" Tanya Louis penuh harap.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Kira - kira Cantika mau datang tidak?
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya