
**** Flash Back On ****
Tuan Robert sedang menatap langit-langit memikirkan istrinya yang bernama Cantika, dirinya sangat merindukan istrinya dan berharap istrinya mau memaafkan kesalahannya kemudian bisa bersama kembali layaknya sebuah keluarga hingga tiba-tiba pintu ruangan vvip di buka oleh seseorang membuat tuan Robert pura-pura menutup matanya. Tuan Robert mendengar ada empat pasang langkah kaki berjalan ke arahnya dengan langkah perlahan agar tidak diketahui oleh tuan Robert.
" Bodyguard tuan Robert sudah berhasil di ringkus dengan memberikan mereka obat tidur dan kebetulan asistennya pergi bersama kekasihnya jadi kita tinggal membunuh tuan Robert." Ucap salah satu pria itu dengan suara tapi masih terdengar jelas di telinga tuan Robert.
" Iya betul, kemungkinan besar asisten dan kekasihnya sebentar lagi akan menemui ajalnya dengan anak buah tuan Akbar." Jawab temannya.
" Dasar bod*h kenapa kamu menyebut nama tuan kita!!' Bentak temannya.
" Sttt... Jangan teriak nanti kedengaran oleh tuan Robert, kita tembak saja biar cepat." Ucap temannya.
" Dasar bod*h kalau di tembak ketahuan kita bunuh saja pakai pisau." Omel temannya sambil mengeluarkan pisau tersebut dan diarahkan ke tuan Robert.
' Selangkah lagi maka kalian akan ma*i." Ancam pria itu.
Tuan Robert hendak membuka matanya untuk bersiap melawan mereka namun terdengar suara yang mengancam mereka membuat tuan Robert memicingkan matanya agar melihat siapa yang datang dan mengancamnya sedangkan ke empat pria itu membalikkan badannya untuk melihat siapa yang berani mengancam mereka ternyata 2 orang berpakaian serba hitam.
" Jangan campur urusan kami jika tidak ingin ma*i di tangan kami." Ancam salah satu pria itu balik mengancam.
" KIta buktikan." Jawab salah satu pria tersebut.
Merekapun memasang kuda-kuda hingga setengah jam kemudian ke empat penjahat tersebut bisa dikalahkan dengan mudah oleh dua orang yang berpakaian serba hitam kemudian salah satu pria yang berpakaian serba hitam menekan tombol ponselnya setelah tersambung pemuda itupun mematikan ponselnya secara sepihak.
" Ayo kak kita pergi dari sini." Ucap salah satu pria tersebut.
" Ok." Jawab kakaknya singkat.
Ke dua kakak beradik itupun membalikkan badannya meninggalkan ruang perawatan namun baru satu langkah tuan Robert membuka matanya dan langsung memanggilnya.
" Tunggu, Siapa kalian?" Tanya tuan Robert
Ke dua kakak beradik itupun otomatis membalikkan badannya kemudian menatap tajam ke arah tuan Robert membuat tuan Robert bingung karena tuan Robert tidak mengenal mereka berdua di tambah mereka sudah membantunya tapi kenapa menatap tajam ke dirinya.
" Aku Aleandro dan ini adikku Maximus, kami kakaknya Cantika." Ucap Aleandro.
" Sebenarnya kami malas membantumu karena telah melukai perasaan adikku tapi karena perintah daddy maka kami terpaksa melakukannya." Sambung Maximus.
" Ayo dik kita pulang, istri yang aku cintai sedang menungguku." Ucap Aleandro sambil menatap sinis ke arah tuan Robert.
" Iya kak, istri yang aku cintai juga menungguku pulang." Ucap Maximus ikut menatap sinis ke arah tuan Robert kemudian membalikkan badannya begitu pula dengan Aleandro.
" Kak Aleandro dan kak Maximus maafkan aku, aku sangat menyesal telah melukai perasaan istriku dan aku mohon kasih aku kesempatan ke dua." Mohon tuan Robert.
" Minta maaflah pada adikku jangan pada kami." Ucap Aleandro
" Oh ya satu lagi asistenmu yang bernama Louis dan teman masa kecilku sekaligus dokter yang berkerja di rumah sakit yang bernama Angelina di serang oleh musuh kalian tapi sudah dibereskan oleh anak buah daddy." Sambung Maximus sambil berjalan meninggalkan ruang perawatan vvip bersama Aleandro.
Aleandro dan Maximus tidak memperdulikan teriakan tuan Robert dan tidak berapa lama datang empat orang pria berseragam hitam - hitam kemudian memberikan air agar ke empat penjahat tersebut tersadar setelah sadar ke empat pria berseragam itu menarik masing-masing tangan ke empat penjahat tersebut sedangkan tuan Robert hanya menatapnya tanpa bicara sedikitpun.
**** Flash Back Off ****
" Itulah yang terjadi." Ucap tuan Robert mengakhiri ceritanya.
" Berarti orang yang menyelamatkan aku dan Angelina ada hubungan dengan keluarga nyonya Cantika dan keluarga Angelina karena Angelina mengenal mereka." Ucap Louis.
" Bisa jadi tapi kejadian semalam membuatku sangat senang sekali." Ucap tuan Robert
" Apa yang membuat tuan muda senang?" Tanya Louis dengan nada bingung.
" Karena ayah mertuaku melindungiku dan tidak ingin menantunya terluka hingga mengutus ke dua putra kesayangannya untuk melindungiku." Ucap tuan Robert sambil tersenyum bahagia.
" Semoga tuan muda dan nyonya muda bisa berkumpul kembali." Ucap Louis dengan nada tulus.
" Semoga saja." Jawab tuan Robert dengan nada tulus.
*****
Tiga Hari Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini tuan Robert sudah sehat kembali dan keluar dari rumah sakit, tuan Robert meminta Louis untuk langsung pergi ke mansion milik orang tua Cantika. Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion dan salah seorang bodyguard menekan tombol gerbang dan otomatis gerbang langsung terbuka dengan lebar. Mobil milik tuan Robert masuk ke dalam mansion dan memarkirkan mobil di garasi kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama.
" Silahkan tuan muda Robert dan tuan muda Louis sudah di tunggu oleh tuan besar berserta keluarga besarnya." Ucap salah satu bodyguard sambil membuka pintu gerbang utama dengan di bantu oleh temannya.
Tuan Robert dan Louis hanya menganggukkan kepalanya sambil wajahnya selalu tersenyum bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan istri yang sangat dicintainya sekaligus dirindukannya karena sudah tiga hari tidak bertemu. Di depan pintu utama berdiri kepala pelayan dan memintanya untuk mengikuti dirinya, tuan Robert dan Louis mengikuti kepala pelayan hingga mereka sampai di ruang keluarga. Tuan Robert melihat daddy Thomas dan mommy Gloria berserta ke empat anak kembarnya, tuan Robert mencari Cantika tapi tidak ada membuat senyuman bahagia mendadak langsung hilang dan terlihat wajah kecewa,
' Nak Robert, perkenalkan aku mommynya Cantika." Ucap mommy Gloria memperkenalkan dirinya.
Bruk
' Maafkan Robert tante dan paman." Mohon tuan Robert sambil berlutut.
" Berdirilah." Perintah daddy Thomas dengan nada dingin
Tuan Robert dengan patuh langsung berdiri dengan kepala menunduk dengan sejuta penyesalan karena menyakiti istrinya tanpa mencari kebenaran terlebih dahulu sedangkan mommy Gloria, daddy Thomas dan ke empat kakak kembarnya tahu kalau tuan Robert menyesali perbuatannya.
" Duduk." Perintah daddy Thomas kembali.
Lagi-lagi tuan Robert dengan patuh duduk di sofa single dengan wajah masih menunduk membuat daddy Thomas dan ke empat anak kembarnya hanya menahan tawa dengan sikap tuan Robert yang seakan takut di terkam sedangkan mereka tahu siapa sebernarnya tuan Robert, sungguh tidak sesuai dengan dikatakan oleh orang lain.
" Kamu sungguh - sungguh mencintai putriku?" Tanya daddy Thomas dengan nada serius