Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Apa Yang Kak Aska Lakukan?



Hampir dua jam akhirnya lampu operasi mati tanda operasinya sudah selesai. Seorang dokter keluar dari ruangan tersebut dan Aska langsung berdiri dan berjalan mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan adikku dok?" Tanya Aska


" Pelurunya sudah berhasil di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.


Aska hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun.


" Kalau begitu saya pamit dulu mau mengecek pasien lainnya." Ucap dokter tersebut.


Lagi - lagi Aska menganggukkan kepalanya dan dokter itupun pergi meninggalkan Aska sendirian. Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka dan dua orang perawat mendorong brankar menuju ke ruang perawatan kelas satu.


Aska duduk di kursi dekat ranjang sambil menatap pipi Riana yang masih memerah bekas tamparan dirinya kemudian membelai pipinya.


" Maafkan aku." Ucap Aska dengan wajah sendu.


Perlahan Riana membuka matanya dan menatap Aska dengan tatapan sendu.


" Kak Aska." Panggil Riana dengan nada lirih.


" Ya, mana yang sakit?" Tanya Aska dengan nada lembut.


" Ke dua kakiku dan punggungku kak masih perih." Ucap Riana


" Maafkan aku yang telah melukaimu." Ucap Aska penuh penyesalan.


" Lupakanlah kak tidak perlu di ingat lagi." Ucap Riana


" Tapi kakak merasa bersalah telah melukaimu." Ucap Aska


" Ssttt sudah tidak apa-apa kak, kak aku haus." Ucap Riana mengalihkan pembicaraan.


" Tunggu sebentar." Jawab Aska sambil berdiri dan mengambil gelas yang berada di meja dekat ranjang.


Aska meletakkan sedotan di bibir Riana dan Riana mulai menyedot air mineral hingga menyisakan setengah gelas. Aska meletakkan kembali gelas tersebut dan duduk di sebelah Riana.


" Kamu tidak marah dengan kakak?" Tanya Aska


" Tidak kak, Riana tidak marah dengan kak Aska." Ucap Riana


" Kak Aska." Panggil Riana


" Ya." Jawab Aska singkat


" Kak Aska, maaf kalau bikin kakak marah sebenarnya Riana tadi berbohong kalau Riana pergi karena ingin menemui kekasih Riana dan pergi dari kota ini sebenarnya Riana ingin pergi karena Riana ingin hidup mandiri apa lagi kak Aska dan adikku akan menikah." Ucap Riana sebagian berbohong.


Riana tidak mungkin mengatakan kalau dirinya di usir oleh adiknya walau adiknya jahat padanya tapi dirinya tidak ingin membalasnya. Riana lebih memilih mengalah dengan cara pergi dari kehidupan Aska dan adiknya. Aska hanya terdiam dan menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Kak Aska, aku mohon agar kak Aska mengijinkan aku untuk hidup mandiri." Mohon Riana.


" Baiklah, tapi dengan satu syarat kakak ingin kamu hidup mandiri di saat kami sudah menikah." Ucap Aska akhirnya.


" Tapi kak..." Ucapan Riana terpotong oleh Aska


" Tidak ada penolakan." Ucap Aska


" Baiklah." Jawab Riana pasrah


" Kak Aska pulanglah, Riani kasihan di rumah sendiri." Ucap Riana


( " Aku tidak ingin ribut dengan adikku lagi." Ucap Riana dalam hati ).


" Di rumah ada pelayan jadi Riani tidak sendirian." Ucap Aska yang ingin menemani Riana.


Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Baiklah kakak pulang, kalau ada apa-apa kabarin kakak." Ucap Aska yang tidak tega melihat tatapan memohon Riana.


" Baik kak." Jawab Riana


Aska berdiri dan membalikkan badannya meninggalkan Riana sendirian.


" Maaf kak, aku tidak ingin Riani marah denganku kalau kak Aska menemaniku." ucap Riana


Riana memejamkan matanya dan tidak berapa lama dirinya tertidur pulas. Aska mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya.


Aska membuka pintu utama dan melihat Riani sedang berbaring di sofa membuat Aska tidak tega dan menggendongnya ke arah kamar Riani. Aska membaringkan perlahan tubuh Riani namun baru saja Aska melangkahkan kakinya keluar kamar Riani memanggilnya.


" Kak Aska." Panggil Riani


Aska membalikkan badannya dan berjalan ke arah Riani.


" Ada apa?" Tanya Aska sambil duduk di ranjang.


" Bagaimana kabar kak Riana?" Tanya Riani sambil mengeluarkan air mata buayanya.


( " Semoga kakakku tidak bisa diselamatkan." Ucap Riani dalam hati ).


" Baik-baik saja." Jawab Aska


( " *Si*l kenapa selamat sih!! Aku harus cari cara lain untuk menyingkirkan kakakku." Ucap Riani dalam hati sambil memejamkan matanya* ).


" Syukurlah kak, aku senang kalau kakak selamat." Ucap Riani sambil berpura-pura tersenyum bahagia.


" Kak Aska sangat lelah ingin mandi dan tidur." Ucap Aska sambil berdiri.


" Temani aku tidur kak." Mohon Riani dengan tatapan sendu.


Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukan kepalanya membuat Riani tersenyum.


" Kak Aska mandi dulu nanti selesai mandi kakak akan ke sini." Ucap Aska sambil membalikkan badannya.


" Baiklah kak." Ucap Riani.


Aska berjalan ke arah pintu kamar Riani dan meninggalkan Riani sendirian di kamarnya.


" Aku belum berani menyuruhnya untuk mandi di kamarku karena aku melihat dari raut wajahnya kalau kak Aska terpaksa menemaniku tidur. Aku harus cari cara agar Riana pergi dari kehidupan kami." Ucap Riani yang sangat membenci kakak kandungnya.


Riani yang masih mengantuk memejamkan matanya dan tidak berapa dirinya tertidur pulas. Setelah lima belas menit Aska membuka pintu kamar Riani dan menutup pintunya.


Aska berjalan ke arah ranjang di mana Riani masih berbaring. Aska naik ke atas ranjang dan berbaring terlentang di sebelah Riani sedangkan Riani yang sudah tertidur pulas merasa ada pergerakan di kasur membuatnya tahu kalau Aska sedang naik ke atas ranjang dan berbaring di ranjang.


Riani yang tidur membelakangi Aska sengaja membalikkan badannya dan memeluk Aska tapi matanya pura-pura terpejam sedangkan Aska membiarkan Riani memeluk dirinya karena dirinya sangat mengantuk.


Riani yang merasakan Aska tidak membalas pelukannya dengan sengaja menurunkan tangannya ke arah dada bidang Aska dan mengelusnya tapi karena Aska tidak memberikan respon membuat Riani menurunkan tangannya kembali ke adik kecil milik Aska.


Riani dengan sengaja menyentuhnya dan memainkannya membuat Aska yang sangat mengantuk terpaksa membuka matanya dan membalikkan badannya agar menghadap Riani.


Riani yang merasakan pergerakan Aska membuat Riani dengan sengaja memeluk tubuh Aska dan dengan sengaja menempelkan tubuhnya agar dekat dengan tubuh Aska. Aska yang berusaha menahan hasratnya akhirnya tidak bisa menahannya lagi.


Aska menaiki tubuh Riani kemudian melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian melepaskan pakaian tidur Riani hingga polos tanpa sehelai benangpun.


Aska memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Aska mulai menyatukan tubuhnya ke tubuh Riani membuat Riani mendesah dan mengalungkan ke dua tangannya di leher Aska.


" Kak Aska.. Apa yang kak Aska lakukan?" Tanya Riani pura-pura polos sambil membuka matanya dan menatap wajah tampan Aska.