
" Baik tuan, nanti kami bersihkan mansionnya." Ucap pria tersebut.
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak kemudian Aska menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.
" Kita kembali ke mansion?" Tanya Riani memastikan.
" Ya betul." Jawab Aska
Setelah beberapa saat pesanan mereka datang, Aska dan Riana hanya meminum sambil menunggu Riani makan.
" Riana sayang, jika kamu makannya cepat kakak akan kasih hadiah." Ucap Aska ketika Riani membuka tasnya untuk mengeluarkan ponselnya.
" Hadiahnya apa kak?" Tanya Riani sambil menekan tombol YouTube untuk menonton drama Korea kesukaannya.
" Terserah kamu, apapun yang kamu minta kakak akan turuti." Ucap Aska
" Benar ya kak." Ucap Riani dengan mata berbinar.
" Ya kakak janji." Ucap Aska
Riani langsung menyimpan kembali ponselnya dan mulai memakan dengan semangat dan tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah selesai makan.
" Kak Aska, aku sudah selesai makan jadi sesuai janji kakak maka kakak akan menuruti permintaanku." Ucap Riani
" Baiklah apa yang kamu inginkan?" Tanya Aska
" Aku ingin kak Riani tidak lagi tinggal dengan kita." Ucap Riani
" Kakak tidak setuju." Ucap Aska
" Kak Aska bohong, aku benci kalian berdua." Ucap Riani sambil berdiri dan berlari meninggalkan mereka berdua.
" Riani tunggu." Ucap Riana sambil berdiri
" Kak Aska, tolong bayar makanannya aku akan kejar Riani." Ucap Riana.
" Baik." Jawab Aska
Riana mengejar Riani hingga Riana melihat Riani sedang terisak sambil duduk di depan mobil.
" Riani maksud kak Aska kakak akan pindah jika kak Aska dan kamu sudah menikah maka kakak akan pergi dari kehidupan kalian.
" Kenapa tidak sekarang saja kakak pindah? kakak tahu aku dan kak Aska sudah melakukan hubungan suami istri apakah kakak berencana merebut kak Aska dariku?" Tanya Riani sambil berdiri dan menatap tajam ke arah kakaknya.
" Ya ampun Riani, kakak tidak ada pikiran untuk merebut kak Aska darimu. Baik kalau kamu ingin kakak pergi dari kehidupan kalian kakak akan pergi." Ucap Riana sambil berjalan ke arah bagasi mobil.
" Tidak ada satupun yang boleh pergi termasuk Riana. Riana akan pergi jika kita sudah menikah dan keputusan kakak sudah bulat. Sekarang semuanya masuk ke dalam mobil." Perintah Aska sambil menekan remote mobil.
Riana membuka pintu mobil belakang dan duduk di kursi belakang pengemudi dan Riani duduk di samping pengemudi sedangkan Aska duduk di kursi pengemudi. Aska mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan kemarahannya.
" Kak Aska jangan ngebut!" Pekik Riana
"Kakak aku tidak ingin ma*i!!" Teriak Riani
Riana mengusap punggung Aska agar tenang dan benar saja Aska mulai mengurangi kecepatan mobilnya membuat Riani lega sekaligus membalikkan badannya ke arah belakang menatap Riana dengan tatapan tajam. Riana yang di tatap tajam menarik tangannya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jalan raya lewat kaca jendela mobil.
Di dalam mobil semua terdiam tidak ada satupun yang berbicara hingga satu jam kemudian mereka sudah sampai di mansion. Aska dan Riana membawa kopernya sedangkan Riani langsung berjalan ke arah kamarnya.
" Tuan Aska dan nona Riana selamat datang di mansion." Ucap kepala pelayan
" Terima kasih paman." Jawab Riana sambil tersenyum dan menarik kopernya.
" Nona, biar saya yang membawanya." Ucap kepala pelayan
" Baik nona." Jawab kepala pelayan.
Aska dan Riana berjalan ke arah kamar masing-masing untuk beristirahat karena perjalanan lumayan jauh.
xxxxxxx
Pagi harinya seperti biasa Riana bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk Aska, dirinya dan adik kembarnya yang bernama Riani. Selesai memasak Riana masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Lima belas menit Riana sudah selesai mandi dan memakai kaos putih street dan celana jeans warna biru langit. Riana hanya memakai bedak tipis dan memakai lipstik warna pink sesuai warna bibirnya membuat Riana semakin cantik.
Riana mengambil jaket dan diletakkan di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang tas ransel. Riana menuruni anak tangga, sampai di ruang makan Riana melihat Aska dan Riani sudah duduk menunggu dirinya.
" Mau kemana?" Tanya Aska
" Mau daftar kuliah kak sekalian mau cari tempat kos yang dekat dengan kampus." Ucap Riana sambil duduk di kursi berhadapan dengan Aska.
" Mansion ini sangat luas lebih baik tinggallah di sini." Ucap Aska
" Riana rencana mau daftar kuliah di universitas xxxxxxx kalau dari mansion ke kampus lumayan jadi Riana mau nyari kos dekat kampus apalagi aku ingin hidup mandiri kak." Ucap Riana beralasan
" Kakak akan memperkerjakan sopir untuk antar jemput kamu ke kampus." Ucap Aska
" Tapi kak, sebentar lagi kak Aska dan adikku akan menikah eh salah seharusnya kak Aska dan calon kakak iparku Riani sebentar akan menikah jadi aku ingin pindah dari mansion ini." Ucap Riana sambil menatap Aska dengan tatapan memohon.
" Benar katamu mulai sekarang panggil aku calon kakak ipar atau kak Riani dan aku tidak lagi memanggilmu kakak lagi tapi Riana atau adik." Ucap Riani
" Kak Aska, apa yang dikatakan oleh adik kita benar adanya sebentar lagi kita akan menikah jadi biarkan Riana hidup mandiri." Sambung Riani.
" Terserah kamulah." Ucap Aska akhirnya
" Terima kasih kak." Jawab Riana.
" Tapi dengan satu syarat kami akan menengok keadaanmu." Ucap Aska
" Baik kak." Jawab Riana
Walau dirinya merasa keberatan karena dirinya tahu adiknya pasti tidak setuju tapi demi bisa pindah dan hidup mandiri dirinya terpaksa menerimanya.
" Sudah kita makan dulu." Ucap Riani
Mereka pun makan dalam diam tidak ada satupun yang berbicara hingga lima belas menit kemudian mereka bertiga selesai makan. Riana agak terkejut karena biasanya Riani sangat lama kalau makan tapi baru kali ini Riani makannya lebih cepat.
" Riani, aku tahu kamu menginginkan Riana pindah dari mansion ini dan kakak menyetujui usulanmu jadi mulai besok kamu masak buat kakak dan bangun lebih pagi." Ucap Aska
" Tapi kak Aska kan kakak bisa gaji pelayan jadi buat apa aku melakukan itu semua." Tolak Riani
" Baik kalau begitu Riana akan tinggal di sini." Ancam Aska
" Iya... iya aku akan melakukan apa yang diperintahkan oleh kak Aska." Ucap Riani dengan wajah di tekuk.
" Kak Aska dan calon kakak ipar, Riana berangkat dulu ya." Pamit Riana
" Kamu naik apa?" Tanya Aska
" Naik ojek online nanti aku juga sekalian mau membeli motor agar bisa pergi ke mana-mana." Ucap Riana
" Riana, kamu jadi orang itu yang irit duit kak Aska jangan kamu hambur- hamburkan." Ucap Riani
" Maksudnya?" Tanya Riana dengan nada bingung.
" Masa kamu tidak mengerti, seperti kemarin kamu memberikan barang-barang baru ke panti asuhan bukankah itu namanya pemborosan seharusnya barang-barang baru bisa dipakai bukannya kamu beli terus dikasih ke orang itu namanya pemborosan." Ucap Riani