Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Jangan Keluar Mobil



" Riana suara apa itu?" Tanya tuan Robert dengan nada tenang walau dalam hatinya sangat panik sambil berdiri dan melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari ruangan pribadinya.


" Ada empat pria yang tidak di kenal memukul mobil sambil berteriak." Ucap Riana


" Kamu jangan keluar mobil itu tahan benturan." Perintah tuan Robert.


" Baik." Jawab Riana singkat dan patuh.


brak brak brak brak


brak brak brak brak


" Hei keluar!!!" Teriak ke empat pria berwajah sangar tersebut serempak sambil memukul kaca mobil.


" Apa yang harus kulakukan? Jika aku diam kaca mobil ini lama-lama bisa pecah." Ucap Riana dengan nada bingung.


Di tempat yang sama sebuah mobil datang dari arah berlawanan membuat mobil itu berhenti dan melihat kejadian itu dari jarak yang tidak begitu jauh.


" Kak, aku ingin turun membantu orang yang berada di dalam mobil." Ucap adiknya sambil turun dari mobil.


" Kakak juga akan membantunya." Ucap kakaknya.


Ke dua kakak beradik tersebut berjalan ke arah ke empat pria tersebut yang sedang memukuli mobil Riana.


" Berhenti!!" Teriak kakaknya.


Ke empat pria berwajah sangar tersebut membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah pemuda tampan tersebut.


" Jangan ikut campur urusanku, pergilah." Usir salah satu dari mereka


" Kalian berdua sangat tampan nanti wajah kalian rusak kalau membantu gadis itu." Ucap salah satu temannya.


" Kami akan tetap membantunya." Ucap ke duanya dengan serempak sambil memasang kuda-kuda.


Perkelahian yang tidak seimbang dua lawan empat membuat Riana keluar untuk membantu dua pria tampan tersebut karena ke empat pria berwajah sangar bisa menguasai bela diri.


bugh


duag


Riana dengan lincah mampu menghindar dan kembali menyerang dan berhasil memukul dan menendang tapi karena kondisinya yang kurang fit membuatnya Riana tidak sempat menghindar.


bugh


duag


" Akhhhhhhhh.... " Teriak Riana.


bruk


Seorang pria sangar yang melihat Riana menyerang temannya membuatnya memukul dan menendang Riana dari arah belakang membuat Riana berteriak dan ambruk tubuhnya tengkurap mengenai jalanan aspal membuat ke dua tangan Riana menahan wajahnya agar tidak mencium jalanan aspal tersebut.


Dua pria berwajah sangar mendekati Riana kemudian menendang tubuh Riana membuat Riana berteriak kesakitan.


" Dik, tolongin gadis itu biar kakak yang melawan dua pria ini." Ucap kakaknya.


" Baik kak." Jawab adiknya.


Adiknya berjalan ke arah Riana dan pria sangar yang melihat pemuda itu menolong Riana berusaha menghalangi tapi di halangi oleh kakaknya. Di saat terdesak terdengar suara tembakan.


dor


" Akhhhhhhhh...." Teriak pria sangar yang ingin menendang Riana untuk yang sekian kalinya.


bruk


Pria berwajah sangar itupun ma*i di tempat karena tembakan itu mengenai kepala belakangnya.


Mereka serempak menengok ke arah belakang dan lagi-lagi terdengar dua kali tembakan bersahutan.


dor


bruk


dor


" Akhhhhhhhh...." Teriak pria sangar yang ke tiga.


bruk


Ke dua pria berwajah sangar itupun ma*i di tempat karena tembakan itu mengenai kening belakangnya hingga menyisakan satu orang.


" Kak Robert." Panggil Riana dengan nada lirih.


Robert mengarahkan pistolnya ke arah salah satu pemuda membuat Riana berteriak.


" Kak Robert mereka berdua yang telah menolongku, satu pria itu yang menyerangku!!!" Terpaksa berteriak karena tenaganya benar-benar habis bersamaan Riana menutup matanya dan tidak sadarkan diri.


bugh


duag


bugh


duag


Tanpa banyak bicara tuan Robert memukul dan menendang tanpa memberikan jeda waktu karena hatinya sangat marah melihat gadis yang dicintainya di siksa hingga pria sangar itu babak belur.


Setelah puas memukul tuan Robert berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah Riana dan menggendong ala bridal style.


" Terima kasih atas bantuannya." Ucap tuan Robert ke dua pemuda tampan tersebut.


" Sama-sama tuan." Jawab ke duanya serempak.


" Tolong bantu ikat pria itu sebentar lagi anak buahku akan datang dan membawanya ke markas." Mohon tuan Robert untuk pertama kalinya dirinya memohon pada seseorang sambil berjalan ke arah mobil.


" Ok." Jawab ke duanya dengan serempak.


Tuan Robert meletakkan perlahan tubuh Riana di samping pengemudi kemudian dipakaikan sealbeltnya dan memundurkan kursinya agar Riana berbaring setelah selesai tuan Robert menutup pintu mobilnya.


Tuan Robert memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Tuan Robert mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke mansion miliknya.


Dua belas menit kemudian tuan Robert sudah sampai di mansion kemudian tuan Robert menggendong tubuh Riana ala bridal style menuju ke pintu utama. Dua orang body dengan sigap membuka pintu utama dan tuan Robert langsung masuk ke dalam mansion.


" Pelayan hubungi dokter dan siapkan air hangat dan handuk." Perintah tuan Robert sambil menaiki anak tangga.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan dengan sopan.


Kepala pelayan dan semua penghuni mansion sangat terkejut karena baru kali ini tuan Robert membawa seorang gadis.


ceklek


Tuan Robert membuka pintu kamarnya dan mendorongnya dengan menggunakan kaki kanannya.Tuan Robert meletakkan perlahan tubuh Riana di ranjang dengan perlahan.


Kamar yang tidak pernah di masuki oleh siapapun kecuali dirinya dan kepala pelayan sedangkan ranjangnya hanya tuan Robert yang mempergunakannya dan kini di tambah dengan Riana gadis pertama dan satu-satunya yang tidur di ranjangnya dan sekaligus masuk di kamar pribadinya.


tok tok tok


" Masuk." Ucap tuan Robert singkat


ceklek


Kepala pelayan membuka pintu sambil membawa baskom yang berisi air hangat dan handuk kecil. Kepala pelayan berjalan ke arah meja dekat ranjang dan meletakkan baskom tersebut.


" Permisi tuan." Pamit kepala pelayan.