Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Riani dan Aska



" Ketika kita sudah pindah rumah dan kita langsung bertukar identitas." Ucap Riani


( " Aku harus belajar agar mirip dengan sifat kak Riana dan juga cara berpakaian mulai hari ini agar kak Aska tidak curiga padaku." Ucap Riani dalam hati ).


" Ok." Jawab Riana singkat tanpa curiga sedikitpun.


Riana berjalan keluar kamar dan diikuti oleh Riani menuju kamar Riana. Riani memilih pakaian milik Riana kemudian menggantinya di kamar mandi Riana sekalian membersihkan diri.


Lima belas menit kemudian Riani keluar dari kamar mandi dan gantian Riana yang masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku akan memakai minyak wangi milik kak Riana dan nanti malam aku akan ke kamar kak Riana siapa tahu kak Aska masuk ke kamar kak Riana." Ucap Riani.


Riani mengambil parfum milik Riana kemudian memakainya setelah selesai Riani tersenyum menyeringai karena mendapatkan ide untuk menyimpan minyak wangi milik kakaknya di saku celananya agar kakaknya memakai minyak wangi miliknya.


ceklek


Riana keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian santai. Riana berjalan ke meja rias untuk mengambil minyak wangi tapi tidak ada.


" Minyak wangi kakak kok tidak ada ya?" Tanya Riana sambil mencari di bawah kolong meja rias.


" Pakai minyak punyaku saja kak." Usul Riani.


" Baiklah." Jawab Riana


( " Sebenarnya kakak tidak suka dengan minyak wangi milik Riani tapi aku tidak tega dengan adikku terlebih adikku sudah mulai berubah." Ucap Riana dalam hati ).


" Ayo kak, kita ke kamarku." Ajak Riani sambil menggenggam tangan kakaknya


" Ayo." Jawab Riana singkat sambil membalas genggaman adiknya.


Mereka berdua keluar kamar Riana bertepatan Aska ikut keluar dan menatap mereka dengan tatapan bingung karena Riani memakai pakaian Riana sehingga agak sulit membedakan hingga hidung Aska mencium parfum milik Riana.


" Riana ikut kakak sebentar." Ajak Aska sambil menarik tangan Riani


Riana menatap adiknya dan adiknya memberikan kode agar jangan mengatakan apapun membuat Riana menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Baiklah, aku akan ke kamar." Ucap Riana sambil berjalan ke kamar adiknya Riani.


Aska yang mengira itu adalah Riana menarik tangan Riani ke arah kamar Aska dan masuk ke dalam kamar.


" Riana duduklah di ranjang, kakak akan mengatakan sesuatu." Ucap Aska.


" Baik kak." Jawab Riani sambil berjalan ke arah ranjang dan duduk.


Aska mengunci kamarnya kemudian berjalan ke arah Riani.


" Riana maafkan kakak, jujur kakak sangat mencintaimu sejak lama karena itulah kakak tidak bisa menahan hasrat kakak." Ucap Aska sambil menggenggam tangan Riani


" Tidak apa-apa kak, lupakanlah karena yang terpenting kak Aska sudah menyesali perbuatan kakak." Ucap Riani


( " Padahal aku ingin kita melakukannya seperti yang kak Aska lakukan pada kakakku Riana." Ucap Riani dalam hati ).


" Terima kasih kamu sudah mau memaafkan kakak, boleh kakak memelukmu?" Tanya Aska penuh harap.


Riani hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Aska tersenyum bahagia dan langsung memeluk Riani dan Riani membalas pelukan Aska.


" Riana boleh kakak menciummu?" Tanya Aska


" Tapi kak..." Ucapan Riani terpotong oleh Aska


" Mencium saja tidak lebih." Ucap Aska


" Baiklah kak." Ucap Riani


( " Tentu saja boleh tadi aku sengaja menolak agar kak Aska tidak curiga padaku." Ucap Riani dalam hati ).


cup


Entah bagaimana kini ke dua tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun dan merekapun melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya.


" Hiks... hiks... hiks... sakit kak..." Ucap Riani sambil terisak.


" Maaf kakak tidak bisa menahan lagi." Ucap Aska sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga lahar keluar ke rahim Riani barulah Aska berhenti dan menarik adik kecilnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


" Riana katakan sejujur sama kakak, kenapa milikmu tidak berdarah?" Tanya Aska sambil menatap tajam ke arah Riana.


" Apa maksud kak Aska?" Tanya Riana sambil membalikkan badannya untuk menutupi wajahnya yang pucat pasi.


" Biasanya jika pertama kali melakukan hubungan suami istri ada bercak darah perawan sedangkan kamu sudah tidak perawan lagi" Ucap Aska menjelaskan.


" Hiks... hiks... waktu aku sekolah menengah atas aku belajar sepeda bersama temanku namun di pertengahan jalan aku terjatuh dari sepeda dan temanku membawa ke dokter dan kata dokter aku kehilangan keperawananku gara-gara bagian privasiku terkena dudukan sepeda ketika aku terjatuh." Ucap Riani sambil terisak dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


( " Untung aku sangat pintar jika sewaktu-waktu jika kami melakukan hubungan suami istri aku sudah menemukan jawaban pertanyaan kak Aska. Maaf kak, aku terpaksa berbohong karena orang yang telah mengambil mahkota berhargaku adalah kekasihku tapi sayang ketika kami melakukan sekali dia pergi meninggalkan aku dengan alasan yang tidak jelas." Ucap Riani dalam hati ).


grep


" Riana maafkan kakak, kakak akan tanggung jawab karena kakak orang pertama yang melakukan ini." Ucap Aska sambil memeluk Riani dari arah belakang.


" Hiks... hiks... hiks ... Kalau kakak terpaksa tidak usah kak, biarkan Riana pergi dari sini dan memulai hidup baru dengan adikku Riani." Ucap Riani sambil terisak.


" Tidak, kamu tidak boleh pergi karena kakak sangat mencintaimu." Ucap Aska


" Kapan kakak akan menikahiku?" Tanya Riani


" Seminggu lagi kita menikah." Ucap Aska


" Terima kasih kak." Jawab Riani sambil melepaskan pelukan Aska dan membalikkan badannya agar menghadap ke Aska kemudian memeluknya agar Aska tidak dapat membaca pikiran dan wajahnya karena Aska bisa menebaknya.


" Riana." Panggil Aska


" Iya kak." Jawab Riani


( " Sebenarnya aku sangat kesal kak Aska memanggil nama kak Riana tapi demi bisa menikah dengan kak Aska aku terpaksa melakukan ini." Ucap Riani dalam hati ).


" Kakak ingin lagi bolehkah?" Tanya Aska penuh harap.


" Punyaku masih perih kak." Ucap Riani.


" Kakak akan pelan-pelan." Ucap Aska


" Baiklah kak." Jawab Riani.


Merekapun melakukan hubungan suami istri hingga lahar milik Aska keluar barulah Aska berhenti dan menarik adik kecilnya dan berbaring di samping Riani kemudian memeluknya.


cup


" Terima kasih." Ucap Aska sambil mengecup pucuk kepala Riani.


" Iya kak." Jawab Riani sambil membalas pelukan Riana.


" Tidurlah di sini dan temani kakak tidur, kakak sangat mengantuk dan lelah." Ucap Aska sambil memejamkan matanya


Riani hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Aska sudah tertidur pulas karena ini pengalaman pertama Aska melakukan hubungan suami istri berbeda dengan Riani ini merupakan pengalaman ke dua.


( " Akhirnya kak Aska akan menikah denganku dan sesuai apa yang aku harapkan." Ucap Riani dalam hati ).


Riani yang juga lelah akhirnya tertidur pulas, mereka berdua saling berpelukan dengan selimut yang sama.