Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Bertemu Dengan Keluarga



Dokter Kasandra mengolesi alkohol ke lengan Riana kemudian mulai mengambil darah Riana.


" Ssstt.. Sakit." Ucap Riana sambil memejamkan matanya dan mencengkram erat lengan Nathan membuat Nathan tersenyum.


Entah kenapa dirinya tidak marah ketika lengannya di sentuh oleh wanita lain malah hatinya terasa menghangat seperti memiliki hubungan antara kakak dengan adik.


" Sudah selesai." Jawab dokter Kasandra.


" Aku boleh keluar dari ruangan inikan dok?" Tanya Riana sambil melepaskan


" Boleh." Ucap dokter Kasandra


" Terima kasih dok." Jawab Riana sambil tersenyum.


" Mau kemana?" Tanya Nathan seakan tidak rela Riana pergi


" Mau menengok kakakku." Jawab Riana sambil turun dari ranjang.


" Kamu punya kakak?" Tanya Nathan agak kecewa.


" Sebenarnya kakak angkatku tapi aku sudah menganggapnya sebagai kakak kandungku karena hanya kakak angkatku dan ayah angkatku yang sangat menyayangiku." Ucap Riana sambil tersenyum tapi wajahnya syarat dengan kesedihan.


" Orang tua kandungmu kemana?" Tanya Nathan.


" Orang tuaku..." Ucapan Riana terhenti ketika pintu ruangan dokter Kasandra terbuka.


ceklek


Daddy Thomas, mommy Gloria, Alexandro, Maximus, Quenby, Yohanes berjalan ke arah mereka.


" Kenapa wajahku mirip dengan kalian?" Tanya Riana dengan nada bingung.


" Putriku Cantika." Ucap mommy Gloria dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk Riana.


" Maaf nyonya saya bukan Cantika saya Riana." Ucap Riana sambil memejamkan matanya.


Entah kenapa Riana merasa nyaman mendapatkan pelukan mommy Gloria.


" Tapi mommy merasakan kamu putri bungsuku yang hilang apalagi ketika memelukmu mommy merasakan ada ikatan batin." Jawab mommy Gloria yang masih memeluk Riana seakan takut pergi.


" Lebih baik kita duduk dulu." Ucap dokter Kasandra.


Mommy Gloria melepaskan pelukannya kemudian menggengam tangan Riana. Merekapun duduk di sofa masing-masing sedangkan mommy Gloria menarik tangan Riana agar duduk di sebelahnya.


" Bisa ceritakan tentang keluargamu?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.


" Ceritanya agak panjang apakah tidak bosan mendengarnya tuan?" Tanya Riana


" Jangan panggil tuan panggillah daddy." Ucap daddy Thomas yang merasa kalau Riana adalah putri kandungnya.


Riana menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mulai bercerita di depan mereka.


" Yang aku ingat waktu aku umur enam tahun ibuku sangat menyayangi adik kembarku dari pada aku. Aku sering di hukum dan tidak pernah diperdulikan walau aku berusaha menjadi anak yang baik tapi ibuku tetap tidak menyayangiku semua barang kesayangan yang dibelikan oleh ayahku jika adikku menginginkan barang itu maka harus diberikan karena jika tidak, maka adik kembarku mengadu ke ibuku dan akupun di pukul dan mengambil barang kesayanganku dengan paksa hanya ayahku yang sangat menyayangi ku." Ucap Riana kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan menghilangkan rasa sesak di hatinya.


Mommy Gloria langsung memeluk Riana dari arah samping dan Riana pun membalas pelukan mommy Gloria. Riana merasakan kekuatan dan kedamaian serta kasih sayang layaknya ibu dan anak ketika mommy Gloria memeluknya.


" Ketika aku sudah bertambah dewasa sikap ibuku tidak pernah berubah hingga suatu ketika aku menemukan jawabannya yang selama ini selalu mengganggu pikiranku. Ternyata aku bukan putri kandungnya sedangkan adik kembarku adalah anak kandung mereka. Pantas saja adik kembarku sangat di sayang dan di manja ternyata dia putri kandung mereka karena itulah ibuku sangat sayang padanya dan membenciku." Ucap Riana.


" Aku tidak menyangka setelah bertahun-tahun baru terungkap kebenaran kenapa ibuku dan adikku sangat membenciku karena ternyata mereka bukan ibu kandungku dan adik kandungku." Sambung Riana.


" Lalu di mana ke dua orang tua kandungmu? Apakah dia cerita?" Tanya mommy Gloria


" Dia bilang aku anak sepupu suami ayahku yang sengaja ibuku tukar agar putrinya bisa menikmati kekayaan orang tua kandungku." Ucap Riana.


" Aku sungguh tidak percaya dengan perkataannya dan aku bertanya kembali dan jawabnya tetap sama." Ucap Riana sambil menutup mulutnya sambil menahan agar tidak menangis.


" Katanya waktu keluarga besarku mengadakan pesta ulang tahun wanita yang ku anggap ibuku menukar salah satu anaknya yang berjumlah tujuh orang dan sekarang putrinya yang di tukar itu sudah besar maka aku harus ma*i agar putrinya yang menikmati kekayaan ke dua orang tuaku dan mendapatkan kasih sayang saudara-saudaraku." Ucap Riana.


" Wanita itu ingin menabrak ku agar aku masuk ke dalam jurang dan ma*i tapi Tuhan melindungiku ada sekumpulan pria yang menodongkan pistol ke arah wanita itu." Ucap Riana.


" Mommy yakin kamu adalah putriku, pantas saja waktu itu ketika kamu menangis entah kenapa hati mommy sangat sakit ternyata kamu putri kandungku." Ucap mommy Gloria sambil memeluk Riana


Riana hanya diam karena dirinya antara percaya atau tidak tapi hati kecilnya mengatakan kalau mereka adalah keluarganya.


" Mommy, berarti dia Cantika adik bungsu kami?" Tanya Aleandro


" Iya sayang, mommy sangat yakin kamu Cantika Putri bungsu kami." Ucap mommy Gloria.


" Pantas saja ketika pertama kali kami bertemu bersama Quenby kami sudah merasakan kalau kamu adalah adik kami." Ucap Aleandro.


" Siapa nama ayahmu?" Tanya daddy Thomas


" Reno Abner." Ucap Riana.


" Sekarang dimana dia?" Tanya daddy Thomas sambil menahan amarahnya.


" Ayah angkatku meninggal karena kecelakaan waktu kami pergi jalan-jalan." Ucap Riana.


" Kapan?" Tanya daddy Thomas dengan wajah terkejut


" Sudah lama sekali sekitar sebelas tahun yang lalu." Ucap Riana.


" Apa nama mansion milik Reno?" Tanya daddy Thomas.


" Namanya mansion Abner sesuai nama marga ayah angkatku." Ucap Riana


Daddy Thomas berdiri dan menarik tangan Riana agar berdiri.


grep


" Daddy sudah yakin kamu adalah putri kandungku dan mulai sekarang dan seterusnya panggil namaku daddy." Ucap daddy Thomas kemudian memeluknya.


" Panggil aku dengan sebutan mommy." Ucap mommy Gloria ikut memeluk Gloria.


" Panggil aku kak Aleandro." Ucap Aleandro anak pertama sambil ikut memeluk Riana


" Panggil aku kak Maximus." Ucap Maximus anak ke dua sambil ikut memeluk Riana.


" Panggil aku kak Quenby." Ucap Quenby anak anak ke tigaa sambil ikut memeluk Riana.


" Panggil aku kak Jonathan atau kak Nathan." Ucap Nathan anak ke empat sambil ikut memeluk Riana.


" Panggil aku kak Johanes atau kak Johan." Ucap Johanes anak ke lima sambil ikut memeluk Riana.


" Panggil aku Kasandra." Ucap dokter Kasandra anak ke enam sambil ikut memeluk Riana.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian menggenggam tangan Riana.


" Mulai sekarang dan seterusnya kami akan memanggilmu dengan sebutan Cantika karena nama sebenarnya adalah Cantika." Ucap daddy Thomas.


Riana atau Cantika hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dalam hatinya sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.


" Oh ya maaf, aku lupa ada pasien yang bernama kak Aska ingin aku berkunjung." Ucap dokter Kasandra.


" Kak Aska apakah nama panjangnya Araska Dacosta Abner?" Tanya Riana.


" Iya benar, kok kamu tahu?" Tanya dokter Kasandra