
Cantika menutup pintu mobilnya kemudian memutari mobilnya dan duduk di kursi pengemudi kemudian memasangkan sealt belt nya, Cantika mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju kerumah sakit.
" Kita pergi ke rumah sakit, sayangku bertahanlah." Ucap Cantika
" Kita pulang ke mansion saja, aku tidak sabar menemui ke dua anak kita." Ucap tuan Robert
" Tapi lukamu?" Tanya Cantika
" Di mansion ada Angelina biar Angelina yang mengambil peluruku." Ucap tuan Robert.
Dari mana kamu dan Angela tahu kalau aku tinggal di apartemen?" Tanya Cantika sambil melirik ke arah suaminya yang sedang menahan rasa sakitnya akibat terkena luka tembak.
" Aku bertanya pada keluarga besarmu tapi mereka tidak memberitahukan keberadaanmu hingga suatu ketika ada seseorang yang ingin menembak kak Aleandro aku menjadikan tubuhku sebagai tameng kak Aleando dan kak Aleandro menembak pria itu. Aku mau di bawa ke rumah sakit akunya tidak mau sebelum memberitahukan dimana keberadaanmu. Awalnya kak Aleandro menolaknya dan aku mengatakan ke kak Aleandro kalau aku tidak akan mengobati lukaku biarlah aku mati kehabisan darah." Ucap tuan Robert
" Akhirnya kak Aleandro mengatakan hanya bisa membantunya mengirim foto apa yang kamu lakukan hingga mengirimkan hasil USG." sambung tuan Robert
" Lalu kenapa bisa tahu apartemenku?" Tanya Cantika
" Kak Nathan cerita kalau kak Nathan tanpa sengaja mendengar percakapan anak kita kalau anak kita sangat ingin bertemu dengan daddynya dan juga mengatakan kalau mommynya tiap malam menangis sambil memeluk fotoku. Kak Nathan yang mendengar percakapan anak kita langsung menghubungi kak Alenadro kemudian kak Aleandro menghubungiku untuk mempertemukanmu dan ke dua anak kita." Ucap tuan Robert menjelaskan.
Cantika hanya terdiam tanpa bertanya lagi hingga tidak terasa mereka sudah sampai ke apartemennya, Cantika memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil untuk membuka pintu mobil samping pengemudi.
' Aku rela terluka asalkan istriku mau kembali padaku." Ucap tuan Robert dengan nada lirih.
" Sayang, masih kuat? Kalau tidak kuat aku akan minta bantuan ke dua kakakku." Ucap Cantika dengan nada masih kuatir.
" Masih kuat." Jawab tuan Robert sambil pura-pura berusaha melepaskan sealt beltnya.
" Biar aku saja." Ucap Cantika.
Cantika memajukan setengah badannya kemudian melepaskan sealt beltnya setelah selesai Cantik memundurkan tubuhnya tapi di tahan oleh tuan Robert kemudian menarik tubuh Cantika sehingga Cantika terjatuh di pangkuan suaminya. Ke dua jantung mereka berdetak kencang ketika pandangan mereka terkunci kemudian Robert menatap bibir istrinya yang sudah lama menjadi candunya.
cup
Tuan Robert mengecup bibir istrinya singkat kemudian ********** tua Robert menggigit pelan bibir istrinya agar terbuka setelah terbuka lidah tuan Robert masuk ke dalam sedangkan Cantika yang juga sangat merindukan suaminya tanpa sadar membalas ciuman suminya membuat tuan Robert tersenyum bahagia hingga beberapa saat kemudian Cantika menepuk bahu suaminya karena dirinya hampir kehabisan nafas. Tuan Robert melepaskan ciumannya kemudian menjilati bibirnya sedangkan Cantika mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
bugh
" Stttt.." Rintih tuan Robert ketika istrinya memukul bahunya karena yang dipukul adalah bekas luka tembakan.
" Maaf, aku akan membantu memapahmu keluar." Ucap Cantika merasa bersalah dan turun dari mobil.
" Aku masih ingin memelukmu." Ucap tuan Robert sambil menatapnya dengan penuh kerinduan.
" Tapi peluru yang ada dilenganmu harus di ambil." Ucap Cantika sambil menarik perlahan tubuh suaminya.
" Apakah kamu takut aku ma*i?" Tanya tuan Robert sambil keluar dari mobil.
" Tentu saja." Jawab Cantika sambil berjalan perlahan begitu pula dengan suaminya.
" Tidak." Jawab Cantika singkat dan bohong.
" Kalau begitu aku tidak perlu diobati." Ucap tuan Robert sambil melepaskan pelukannya dan berjalan dengan perlahan sambil memegangi bahunya yang terluka.
" Mau kemana?" Tanya Cantika
" Pergi." Jawab tuan Robert sambil sekali-kali berhenti dan berpura-pura kesakitan.
" Sayang kamu masih terluka." Ucap Cantika sambil berjalan ke arah suaminya.
" Untuk apa aku diobati jika istriku tidak mau memaafkan aku dan tidak mencintaiku lagi." Jawab tuan Robert dengan wajah sendu.
" Aku sangat mencintaimu dan aku sudah memaafkan dirimu, sekarang ayo kita ke apartemen." Ucap Cantika sambil memeluk pinggang suaminya kembali.
Tuan Robert tersenyum bahagia kemudian memeluk bahu istrinya dari arah samping menuju ke lift, Cantika menekan pintu lift setelah terbuka mereka masuk ke dalam lift dan Cantika menekan tombol empat puluh lima tempat lantai paling atas.
Ting
Pintu lift terbuka mereka berdua keluar dari pintu lift Cantika melihat Maximus berdiri di depan pintu, Maximus yang mengetahui kalau tuan Robert terluka langsung menggantikan Cantika untuk memapah tuan Robert sedangkan Cantika berjalan ke arah kamarnya kemudian menekan pin apartemennya setelah terdengar tanda klik Cantika mendorong pintu dengan lebar agar Maximus dan tuan Robert bisa masuk ke dalam.
Maximus membawanya ke dalam kamar Cantika dan di dalam sudah ada dokter Angelina yang sedang duduk di sofa, Maximus membaringkan tubuh tuan Robert dengan perlahan kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga sedangkan Cantika berjalan dan duduk di samping suaminya.
" Kapan datang?" Tanya Cantika
"Tiga jam yang lalu." Jawab dokter Angelina sambil mengecek kondisi tuan Robert.
" Bisa membantuku membuka pakaian suamimu?" Tanya dokter Angelina.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya kemudian menarik perlahan tubuh suaminya agar duduk di kepala ranjang dan membuka pakaian jas milik suaminya sedangkan tuan Robert menyium aroma wangi istrinya yang selalu dirindukannya sambil memejamkan matanya kemudian Cantika perlahan membuka kancing kemeja suaminya hingga menampilkan perut kotak - kotaknya.
Glek
Cantika menelan salivanya dengan kasar hingga tanpa sadar menyentuh perut kotak-kotak suaminya membuat hasrat tuan Robert naik hingga akhirnya tuan Robert menahan tangan istrinya yang sangat dicintai dan dirindukannya.
Grep
" Jangan diteruskan tidak enak disebelahmu ada orang." Bisik tuan Robert sambil menahan tangan istrinya.
Cantika sangat terkejut dan langsung tersadar dari pikiran liarnya hingga Cantika menarik tangannya sebenarnya tuan Robert ingin menahannya dan ingin langsung melakukan hubungan suami istri terlebih bertahun-tahun dirinya menahan hasratnya sejak terakhir istrinya pergi dari kehidupannya tapi karena ada dokter Angelina membuat tuan Robert menahan hasrat itu.
Dokter Angelina yang mengerti hanya tersenyum kemudian meminta tuan Robert tengkurap agar dirinya bisa mengambil peluru yang bersarang di lengannya, Cantika yang ingin keluar tangannya di tahan oleh suaminya karena tuan Robert meminta Cantika untuk menemani dirinya.
" Apakah sakit?" Tanya Cantika dengan nada kuatir ketika melihat dokter Angelina memotong sedkit daging tuan Robert kemudian mengambil alat penjepit untuk menarik pelurunya,
" Karena ada kamu, sakitnya berkurang." Jawab tuan Robert