
Grep
" Jangan pernah menampar istriku apalagi menyakiti ke dua anak kembarku." Ucap tuan Robert tiba-tiba datang sambil menahan tangan pria itu kemudian mencengkeramnya dengan kuat kemudian melepaskannya.
Bugh
Bugh
Duag
Duag
bruk
Tuan Robert memukul sebanyak empat kali 2 di bagian wajahnya dan 2 lagi di bagian kakinya hingga pria itu terjatuh namun ketika ingin memukul lagi Cantika menahan tangan suaminya.
" Sudah berhenti di lihat orang." Ucap Cantika
Tuan Robert menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk meredakan emosinya yang sedang meledak-ledak setelah tenang Cantika melepaskan tangannya.
" Louis putuskan kerja sama kita dengan perusahaannya." Ucap tuan Robert dengan nada dingin
" Kami juga memutuskan kerja sama dengan perusahaan milik kami." Sambung Aleandro tiba-tiba datang dan berjalan ke arah ponakan kembarnya.
" Aku mohon jangan lakukan ini pada perusahaan milikku, kenapa tuan - tuan membela wanita murahan ini." Ucap pria itu tanpa menyadari ucapannya akan menjadi boomerang buat dirinya.
Bugh
Bugh
Bruk
Aleandro dan tuan Robert langsung memukul secara bersamaan terhadap pria tersebut hingga membuat pria itu terjatuh ke lantai kembali, pria itu berusaha berdiri sambil menahan rasa sakit akibat pukulan tuan Robert dan Aleandro.
" Ingat orang yang kamu rendahkan itu adalah adik kembarku, bersiaplah hari ini adalah kehancuran perusahaan milikmu dan semua aset berhargamu akan di sita oleh bank." Ucap Aleandro dengan nada dingin dan datar.
" Apakah kamu tidak dengar wanita ini adalah istriku dan ke dua anak kembar yang kalian hina adalah anak kami jadi jangan sekali-kali menghina istri dan ke dua anakku." Sambung tuan Robert sambil memeluk istrinya dari arah samping.
Cantika berusaha melepaskan pelukan suaminya tapi di tahan oleh tuan Robert membuat Cantika hanya bisa pasrah sedangkan sepasang suami istri itu menyesali atas perbuatannya yang telah menghina Cantika dan ke dua nak kembar mereka membuat mereka berlutut dan meminta maaf.
" Maafkan kami, kami sangat menyesal." Mohon pria itu.
" Iya maafkan kami, kami berjanji untuk menjaga mulut kami." Mohon istrinya.
" Pengawal, seret mereka keluar." Perintah Aleandro yang tidak memperdulikan ucapan sepasang suami istri tersebut.
" Tuan maafkan kami." Mohon pria itu.
" Nyonya maafkan kami." Mohon wanita itu.
" Maaf aku tidak bisa, kalau kalian menghinaku aku mungkin memaafkan kalian tapi karena kalian menghina ke dua putraku maka aku tidak bisa memaafkan kalian." Jawab Cantika dengan nada tegas.
Sepasang suami istri memohon ampun walau sudah di seret keluar oleh ke dua bodyguard milik Aleandro sedangkan tuan Robert tersenyum bahagia karena bertemu kembali dengan istrinya dan ingin memeluknya tapi Cantika menghindar.
" Kak Aleandro anak - anakku kemana?" Tanya Cantika sambil menatap ke sekeliling, dirinya baru menyadari ke dua anak kembarnya tidak ada.
" Sama kak Maximus dan kak Nathan di bawa pulang ke apartemen " Ucap tuan Robert
" Sama Maximus dan Nathan di bawa pulang ke apartemen." Ucap Aleandro bersamaan.
" Kalau begitu aku ingin pulang menemui ke dua putraku." Ucap Cantika sambil berjalan.
Grep
" Aku juga ingin melihat ke dua putraku." Ucap tuan Robert sambil memegang tangan Cantika.
Cantika hanya memutar bola matanya dengan malas, sebenarnya dirinya ingin melepaskan tangan tuan Robert namun karena masih di tempat pesta dan orang-orang menatapnya membuat Cantika membiarkan tangannya di pegang oleh tuan Robert. Mereka berdua berjalan ke arah parkiran mobil sedangkan Aleandro tetap di acara pesta tersebut.
grep
Tuan Robert memeluk tubuh Cantika dari arah belakang, istri yang sangat dicintainya dan sangat dirindukannya selama bertahun-tahun kini dirinya sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan istrinya di tambah istrinya tidak menggugurkan kandungannya hingga tanpa sadar air matanya keluar dan membasahi punggung Cantika membuat Cantika sangat terkejut dan berusaha melepaskan pelukan suaminya.
" Biarkan seperti ini, aku sangat mencintaimu dan merindukanmu. Maafkan aku yang telah banyak menyakiti perasaanmu." Mohon tuan Robert
" Bukankah kita sudah bercerai karena tuan Robert sudah mendapatkan penggantiku?" Tanya Cantika sambil memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit hatinya.
" Waktu itu aku sangat marah dan aku bicara dengan asal." Ucap tuan Robert sambil menahan rasa sakit karena istrinya memanggil dirinya tuan Robert.
" Bicara dengan asal? Bagaimana dengan ciuman dengan cinta pertamamu? Aku rasa kalian sudah menikah dan mempunyai anak." Ucap Cantika.
" Maafkan aku, saat itu pikiranku sedang kacau yang ingin menyakiti hatimu dengan mencium wanita itu dan aku hanya menikah sekali seumur hidup yaitu denganmu." Ucap tuan Robert.
" Oh kalau begitu, jika pikiranku kacau aku akan mencium pria lain." Ucap Cantika tanpa dosa.
" Aku tidak mengijinkanmu untuk melakukannya." Ucap tuan Robert sambil melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badan Cantika agar menatap dirinya sambil mencengkram bahu Cantika.
" Sstttt... sakit." Ucap Cantika sambil menahan rasa sakit.
" Maaf." Ucap tuan Robert sambil melepaskan ke dua tangannya
" Aku mohon beri aku kesempatan ke dua." Mohon tuan Robert sambil menggenggam ke dua tangan Cantika.
Cantika ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba ponselnya berdering membuat Cantika mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya ternyata kakak kembarnya yang bernama Maximus.Cantika menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo kak." Panggil Cantika
" Kapan pulang? Roy menangis menanyakan daddynya." Ucap Maximus
" Baik kak aku akan pulang sekarang." Ucap Cantika yang mendengar putra bungsunya menangis.
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Cantika menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap tuan Robert.
" Anakku ingin bertemu denganmu, mau ikut atau tidak terserah." Ucap Cantika sambil berjalan ke arah mobilnya sambil mengambil kunci mobil dan menekan tombol remote agar kunci mobil terbuka.
" Bukan anakmu tapi anak kita." Ucap tuan Robert sambil mengambil kunci mobil milik Cantika
" Bukankah dulu pernah mengatakan jika aku hamil memintaku untuk menggugurkannya?" Tanya Cantika dengan nada sinis.
" Aku mohon lupakan masa lalu dan berikan aku kesempatan ke dua aku sungguh - sunggul menyesal." Ucap tuan Robert sambil membuka pintu di samping pengemudi.
Cantika ingin menjawab ucapan tuan Robert tapi mata elang tuan Robert melihat ada seseorang yang ingin menembak Cantika membuat tangan kiri tuan Robert memeluk Cantika sedangkan tangan kanannya mengeluarkan pistol dari balik sakunya.
dor
dor
" Akhhh.." Teriak tuan Robert dan pria itu bersamaan.
Tuan Robert tertembak di bahunya sedangkan pria itu tertembak di dadanya, Louis yang sejak tadi tidak begitu jauh dari tempat itu sangat terkejut dan langsung menangkap pria itu sedangkan Cantika yang mendengar suaminya tertembak menjadi kuatir.
" Sayang mana yang tertembak?" Tanya Cantika mengubah panggilannya seperti dulu.
" Punggungku tertembak." Ucap tuan Robert tersenyum bahagia karena istrinya memanggilnya seperti dulu lagi di tambah istrinya sangat kuatir.
" Kalau begitu sayangku duduk di kursi samping pengemudi biar aku yang menyetir mobilnya." Ucap Cantika sambil membantu suaminya agar duduk di samping pengemudi.
" Tapi..." Ucapan tuan Robert terpotong oleh Cantika.
" Tidak ada tapi-tapian." Ucap Cantika sambil mengambil kunci mobil miliknya yang di pegang oleh suaminya.