
" Yakin pak." Jawab mereka berempat.
" Huuuuu..." Sorak sebagian murid
" Yes..." Jawab sebagian murid lainnya.
" Baiklah kalau begitu, Rina kamu bagikan soal-soal ulangan." Ucap wali kelas memberikan tumpukan kertas.
" Baik pak." Jawab Rina yang duduk dekat wali kelas.
Rina pun menerima tumpukan kertas ulangan dan membagi-bagikan soal ulangan ke teman-temannya setelah selesai Rina duduk kembali.
'' Waktu kalian empat puluh lima menit dikerjakan mulai dari sekarang." Perintah wali kelas
Semua murid langsung mengerjakan soal-soal ulangan sambil berusaha mengingat yang semalam mereka menghapalkan bukunya. Sedangkan Aska dan ke empat murid baru dengan santai mengerjakan soal-soal ulangan tersebut.
Dua Puluh Menit Kemudian
Aska dan Robert sama - sama berdiri dan berjalan ke arah wali kelas dan menyerahkan soal-soal ulangan berikut jawabannya dan lima menit kemudian Louis, Angel dan Alexa berdiri dan berjalan ke arah wali kelas dan menyerahkan soal-soal ulangan berikut jawabannya.
Sepuluh menit kemudian satu persatu murid ikut menyerahkan soal-soal ulangan berikut jawabannya hingga menyisakan seperempat murid yang belum selesai menjawab soal-soal ulangan.
" Masih ada waktu sepuluh menit lagi." Ucap wali kelas.
Setelah sepuluh menit wali kelas berdiri.
" Waktu sudah habis yang belum selesai silahkan dikumpulkan." Ucap wali kelas sambil berdiri dan berjalan mendekati murid-muridnya yang belum selesai menjawab soal-soal ulangan.
Para murid yang belum selesai hanya bisa pasrah dan menyerahkan ulangannya. Tidak berapa lama terdengar suara bel membuat para murid merapikan peralatan sekolahnya.
" Sekarang istirahat siang, selamat beristirahat dan bertemu di jam ke dua." Ucap wali kelas sambil merapikan barang-barangnya.
Semua murid langsung keluar ketika wali murid keluar begitu pula dengan Aska. Angel melihat Aska hanya diam dan tidak berkumpul dengan teman-temannya membuat Angel mengikuti Aska.
" Kenapa mengikutiku?" Tanya Aska dengan nada ketus.
" Siapa yang ngikutin, mungkin kebetulan aja arah yang kamu tuju sama dengan langkahku." Ucap Angel dengan nada cuek.
Aska hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan membiarkan Angel mengikuti dirinya karena dirinya tahu kalau Angel berbohong dan sengaja ingin mendekati dirinya untuk mengajaknya berteman.
" Hei Aska!! Teriak teman sekelasnya
Aska hanya melirik sekilas enam teman sekelasnya yang selalu bikin gara-gara dengannya padahal dirinya tidak pernah mengusiknya.
" Angel, jangan berteman dengan anak pungut lebih baik kamu berteman dengan kami." Ucap salah satu dari mereka.
" Tidak lebih baik berteman dengan Aska dari pada berteman dengan kalian." Jawab Angel dengan nada tegas.
Enam siswa tersebut sangat kesal dengan ucapan Angel membuat mereka serempak mengeroyok Aska. Angel yang melihat Aska di keroyok langsung membantu Aska ternyata Aska dan Angel bisa bela diri mereka berdua dengan kompak saling menghindar dan menyerang ke enam temannya.
" Berhenti!!!" Teriak Robert
Semuanya langsung berhenti dan menatap ke arah Robert, Alexa dan Louis namun hanya sesaat mereka mulai menyerang Aska kembali dan Angel ikut membantu begitu pula dengan Robert, Alexa dan Louis ikut membantu hingga ke enam siswa tersebut babak belur.
" Sudah cukup." Ucap Angel sambil menggenggam tangan Aska kemudian menariknya agar menjauh dari ke enam temannya karena Aska ingin menendang salah satu dari ke enam siswa tersebut.
" Lepas dan jangan pernah mengikutiku lagi." Ucap Aska sambil menarik tangannya dan meninggalkan mereka berempat.
" Sombong sekali sudah dibantuin juga." Ucap Louis dengan nada kesal.
" Sssttt... sudah ayo kita rapikan pakaian kita." Ucap Alexa
" Aku akan mengikuti Aska." Ucap Angel
" Angel, ngapain sih kamu mengurus anak sombong itu?" Tanya Louis
" Biarkan saja ayo kita ke kamar mandi." Ucap Robert
Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian pergi ke kamar mandi sedangkan ke enam siswa berusaha bangun sambil menatap tajam ke arah mereka berlima terlebih ke Aska karena ke empat anak baru membela Aska.
" Si*l kenapa ke empat anak baru membela Aska?" Tanya salah satu siswa
" Sudahlah lebih baik kita pulang saja." Ucap salah satu temannya.
" Iya benar kita pulang saja." Jawab yang lainnya.
" Aku akan bilang ke ayahku agar Aska dan ke empat anak baru dikeluarkan dari sekolah." Ucap salah satu siswa tersebut.
" Baiklah kita ke apartemen kakakku saja." Sambung salah satu siswa tersebut.
" Ok." Jawab mereka serempak
Ke enam anak siswa nakal itupun pulang ke apartemen dan security hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena salah satu dari mereka anak kepala sekolah.
" Aska tinggu!!" Teriak Angel
Aska menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap tajam ke arah Angel.
" Apakah kamu tidak dengar kataku, pergilah." Usir Aska
" Aku tidak akan pergi." Ucap Angel bersikeras.
" Apakah kamu tidak takut aku sakiti?" Tanya Aska sambil berjalan ke arah Angel karena dirinya sangat kesal terhadap Angel yang tidak mau pergi.
" Tidak." Jawab Angel singkat sambil tersenyum manis
" Sungguh?" Tanya Aska sambil masih berjalan mendekati Angel.
" Sungguh, kenapa mesti takut." Ucap Angel.
Aska mengangkat tangannya hendak menampar pipi mulus Angel membuat Angel menutup matanya dan membiarkan Aska menamparnya.
Aska yang melihatnya membuatnya terkejut karena baru kali ini melihat seorang gadis tidak takut untuk disakiti membuat Aska menyelipkan tengkuk Angel dan mendekatkan wajahnya ke wajah Angel.
cup
Aska mengecup bibir Angel membuat Angel membuka matanya.
" Ciuman pertamaku." Pekik Angel sambil menjauhkan wajahnya dan tangannya di angkat ke atas.
" Mau menamparku? silahkan pilih yang kanan atau yang kiri." Ucap Aska
Angel menurunkan tangannya dan langsung membalikkan badannya.
" Masih kecil mesum." Ucap Angel dengan nada kesal sambil berjalan meninggalkan Aska
" Bibirnya manis, pantas saja daddy suka menonton film adegan ciuman ternyata rasanya seperti ini." Ucap Aska sambil memegangi bibirnya.
Tidak berapa lama terdengar suara bel tanda jam ke dua masuk semua siswa dan siswi masuk ke kelas masing-masing. Aska berjalan memasuki kelas dan melihat Angel menatapnya dengan wajah cemberut membuat dirinya senyum sendiri karena Angel terasa imut.
Tidak berapa lama wali kelas datang dan semua siswa dan siswi mendengarkan pelajaran yang disampaikan hingga tidak terasa jam ke dua dan ke tiga berakhir merekapun pulang ke rumah masing-masing.
xxxxxxx
Malam berganti pagi seluruh siswa dan siswi seperti biasa belajar hingga tidak berapa lama siswa kelas tiga SMP mengetuk pintu setelah dipersilahkan masuk siswa kelas tiga SMP masuk ke dalam dan berbicara dengan wali murid. Selesai berbicara siswa tersebut keluar dari kelas tersebut.
" Anak-anak yang bapak sebutkan harap menghadap ke kepala sekolah." Ucap wali kelas tersebut.