Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Rencana



" Tidak usah tuan." Ucap bodyguard tersebut.


" Aku tidak ingin berhutang, tunggulah." Ucap Aska sambil berlari.


Aska masuk ke dalam kamar orang tua angkatnya dan menguncinya setelah selesai Aska berjalan menuju ke arah kolong tempat tidur di mana tersembunyi brangkas.


Sebelumnya mommy Chyntia pernah memberitahukan ke Aska kalau dirinya dan suaminya mempunyai brankas. Mommy Chyntia sangat menyayangi Aska dan percaya kalau Aska adalah anak baik karena itu mommy Chyntia mempercayakan semua aset berharganya ke Aska dan memberikan pin brankas.


Aska membuka brankas tapi sebelumnya Aska menekan tombol angka terlebih dahulu setelah terdengar bunyi klik barulah Aska membuka pintu brankas tersebut.


Aska mengambil koper kecil milik orang tuanya kemudian memasukkan semua uang dan perhiasan ke dalam koper.


" Setelah Riana sudah lebih baik aku, Riana dan Riani akan pergi dari kota ini dan memulai hidup baru. Di mana orang-orang tidak ada yang mengenal kami." Ucap Aska.


Setelah selesai Aska menyembunyikan di suatu tempat rahasia di mana yang tahu dirinya dan orang tua angkatnya kecuali Rina karena Reno sengaja membuat tempat rahasia tersebut. Aska mengambil dua gepok dan di simpannya di tas sekolah beserta beberapa lembar pakaian ganti juga ponsel barunya yang belum sempat di ganti kemudian membawanya keluar di mana bodyguard tersebut menunggunya.


" Untung kemarin ponsel lamaku yang terbawa ke dalam mobil ikut meledak jadi aku memakai ponsel baru yang sudah ada kartunya jadi tidak ada orang yang tahu nomer ponselku." Ucap Aska


" Pak ini uangnya saya ganti dan maaf agak lama, tolong di hitung dulu pak takut kurang." Ucap Aska sambil memberikan dua puluh lima lembar warna merah.


" Maaf tuan muda tadi saya kasih uang dpnya hanya dua juta saja." Ucap bodyguard ketika menghitung uang tersebut sambil memberikan lima lembar warna merah ke Aska.


" Tidak apa-apa pak, anggap saja rejeki buat bapak." Ucap Aska sambil mendorong tangan bodyguard tersebut yang memegang uang.


" Terima kasih tuan muda semoga tuan muda selalu bahagia." Ucap bodyguard tersebut.


Aska hanya menganggukkan kepalanya kemudian bodyguard tersebut pergi meninggalkan Aska.


" Pelayan." Panggil Aska


" Ya tuan muda." Jawab kepala pelayan.


" Tolong layani Riani aku akan pergi lagi ke rumah sakit dan panggil sopir untuk mengantarku ke rumah sakit." Ucap Aska.


Rencana Aska ingin meng


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan


Lima menit kemudian sopir pribadi datang dan mereka berdua berangkat ke rumah sakit.


" Pak, mommy dan daddy sudah meninggal jadi kami berencana akan pindah ke luar kota jika Riana sudah sembuh." Ucap Aska


" Tuan muda mau tinggal di mana?" Tanya sopir pribadi.


" Kami tidak tahu pak yang pasti kami akan pergi dari kota ini melupakan semua yang telah terjadi." Ucap Aska


Sopir pribadi itupun menghembuskan nafasnya dengan perlahan dirinya sangat tidak tega dengan nasib ke tiga anak majikannya. Ke dua majikannya meninggal kecelakaan dan salah satu putri kembar tertembak karena ulah ibu kandungnya yang sangat serakah dan menghalalkan segala cara.


" Bagaimana kalau kalian bertiga ikut bapak di kampung." Ucap sopir tersebut menawarkan dirinya.


" Terima kasih pak, aku sudah mantap untuk mengurus sendiri ke dua adikku sesuai pesan mommy Chyntia." Ucap Aska menolak kebaikannya secara halus.


" Kalau tuan muda butuh bantuan bapak bersedia membantu tuan muda." Ucap sopir tersebut.


" Iya pak." Jawab Aska


Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit.


" Bapak langsung pulang saja." Ucap Aska sambil membuka pintu mobil.


" Bapak ikut menemani tuan muda." Ucap sopir tersebut.


" Baiklah kalau begitu kalau ada apa-apa hubungi bapak." Ucap sopir tersebut.


" Iya pak, oh iya pak nomer ponselnya." Ucap Aska


Sopir tersebut memberikan nomer ponselnya ke Aska dan Aska menyimpannya di ponsel barunya setelah selesai Aska turun dari mobil dan berjalan ke arah ruang UGD sedangkan sopir tersebut mengendarai mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan Aska di rumah sakit.


Aska melihat seorang dokter membuka pintu ruang UGD.


" Keluarga nona Riana." Panggil dokter tersebut.


" Saya dok." Jawab Aska sambil berjalan ke arah dokter tersebut.


" Peluru yang berada di punggung nona Ariana sudah di ambil dan untunglah stock darah kami masih ada karena darahnya sangat susah." Ucap dokter tersebut.


" Memangnya golongan darahnya apa dok?" Tanya Aska penasaran.


" Golongan darahnya adalah golongan darah Rh-null dan hanya dimiliki sekitar 43 orang yang terdata. Golongan darah itu pertama kali diidentifikasi pada seorang wanita Aborigin di Australia." Ucap dokter tersebut menjelaskan.


Aska hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.


" Terima kasih dok." Jawab Aska.


" Kalau begitu saya mau mengecek kondisi pasien lainnya." Pamit dokter tersebut.


" Baik dok, sekali lagi terima kasih." Jawab Aska.


Dokter itupun hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Aska sendirian dan tidak berapa lama pintu ruang UGD terbuka dan dua perawat mendorong brankar di mana Riana masih terbaring lemah dan memejamkan matanya.


Aska duduk di kursi dekat ranjang Riana dan tidak berapa lama Riana membuka matanya dan melihat Aska sedang memegang tangannya


" Kas Aska." Panggil Riana lirih


" Ya... Apakah ada yang yang sakit?" Tanya Aska lembut


" Sedikit kak, aku haus kak." Ucap Riana


" Sebentar." Jawab Aska sambil berdiri.


Aska mengambil gelas yang sudah ada sedotannya dan memberikan ke Riana. Riana meminum dengan menggunakan sedotan hingga menyisakan setengah gelas. Aska meletakkan kembali gelas tersebut ke atas meja.


" Riana." Panggil Aska sambil duduk kembali


" Iya kak." Jawab Riana


" Rencana kakak, setelah kamu sembuh kita pergi dari kota ini untuk memulai hidup baru melupakan semua yang telah terjadi. Kamu tahu sendiri di sekolah kakak sering di bully karena kakak anak pungut yang tidak tahu asal usulnya. Kamu maukan ikut kakak? tinggal di luar kota yang tidak mengenal siapa kita." Tanya Aska penuh harap


" Aku bersedia kak, bagaimana kalau besok saja kita pergi dari kota ini?" Tanya Riana


" Tapi kamu belum sembuh dua hari lagi baru kita pergi dari kota ini." Ucap Aska.


" Aku tidak ingin bertemu dengan mommy kak jadi lebih cepat lebih baik." Ucap Riana


" Memang kenapa dengan mommy?" Tanya Aska pura-pura tidak tahu.


" Mommy sering menyiksa kakak dari kecil hingga aku dan Riani baru lahir dan terlebih mommy juga tidak sayang padaku padahal aku ini putri kandungnya." Ucap Riana sambil menahan air matanya agar tidak keluar


" Dari mana kamu tahu kalau mommy sering menyiksaku? kamukan belum lahir." Tanya Aska penasaran.