
" Orang tuanya bersahabat dengan orang tuaku dan ke enam anak kembarnya aku kenal semuanya karena ke enam kakak kembar Cantika adalah teman masa kecilku." Ucap dokter Angelina sambil memasang kembali infusnya.
" Apakah ada kesempatan buatku?" Tanya tuan Robert sambil menatap sendu ke arah dokter Angelina.
" Asalkan tuan Robert mengakui kesalahan aku rasa mereka mau memaafkan mengingat mereka bukan orang yang menaruh dendam." Ucap dokter Angelina.
" Aku sangat menyesal karena telah melukai hati istriku dan aku sangat berharap istri dan . keluarga besarnya mau memaafkan aku." Ucap tuan Robert.
" Bisakah menghubungi Cantika?" Pinta tuan Robert.
" Aku akan mencobanya." Ucap dokter Angelina.
Dokter Angelina mengambil ponselnya di saku jas dokter dan menghubungi Cantika tapi ponselnya tidak aktif hingga tiga kali juga tidak di angkat.
" Ponselnya tidak aktif." Ucap dokter Angelina.
" Coba telepon kakaknya." Ucap tuan Robert penuh harap.
Dokter Angelina mencoba menghubungi sahabatnya dokter Kasandra dan sambungan ke dua baru di angkat.
" Hoam... Hallo." Panggil dokter Kasandra sambil menguap dengan suara khas bangun tidur.
" Kasandra, aku Angelina maaf menggantungkan tidurmu." Ucap dokter Angelina.
" Ada apa?" Tanya dokter Kasandra.
" Aku hubungi Cantika kok tidak di angkat ya?" Tanya dokter Angelina.
" Mungkin lowbat." Jawab dokter Kasandra.
" Tadi Cantika berangkat ke rumah sakit sama siapa?" Tanya dokter Angelina.
" Sama kak Nathan." Jawab dokter Kasandra sambil sesekali menguap.
" Pulangnya?" Tanya dokter Angelina.
" Sama kak Nathan juga." Jawab dokter Kasandra.
" Oh ya kemarin aku dengar kak Nathan dan kak Yohanes besok mau pergi ke negara S, apakah Cantika ikut?" Tanya dokter Angelina.
" Tidak, Cantika tinggal bersama kami karena di suruh daddy mengurus cabang perusahaan." Ucap dokter Kasandra yang tidak tahu kalau Cantika pergi dengan ke dua kakaknya.
" Ok deh, selamat tidur dan maaf mengganggu tidurmu." Ucap dokter Angelina.
" Ok." Jawab dokter Kasandra.
Tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus oleh ke dua pihak dan dokter Angelina menyimpan kembali ponselnya. di saku jasnya.
" Apakah Cantika akan pergi?" Tanya tuan Robert.
" Tidak Cantika tidak pergi, Cantika di suruh daddynya untuk mengurus cabang perusahaan." Ucap dokter Angelina.
" Sekarang istirahat lah aku sangat mengantuk mau pulang." Sambung dokter Angelina sambil menguap.
" Maaf tuan, bolehkah aku mengantar dokter Angelina ke rumah?" Tanya Louis
" Silahkan, jaga sahabatku." Ucap tuan Robert.
" Terima kasih tuan." Jawab Louis
Tuan Robert hanya menganggukkan kepalanya kemudian Louis dan dokter Angelina pergi meninggalkan tuan Robert sendirian.
" Aku sangat merindukanmu, maafkan aku." Ucap tuan Robert sambil memejamkan matanya.
Tidak berapa lama tuan Robert sudah tertidur dengan pulas.
xxxxxxxxxxxx
Louis dan dokter Angelina meninggalkan rumah sakit dalam perjalanan menuju ke parkiran mobil mereka saling diam tanpa bicara sedikitpun. Louis membuka pintu samping pengemudi.
" Terima kasih." Ucap dokter Angelina sambil tersenyum manis sambil masuk ke dalam mobil.
" Sama-sama." Jawab Louis sambil membalas senyuman dokter Angelina dan menutup pintu mobil.
Louis memutari mobilnya dan membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil. Louis memasang sealbeltnya kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Biasanya kamu pulang malam?" Tanya Louis.
" Iya benar, kenapa?" Tanya dokter Angelina.
" Takut kenapa?" Tanya dokter Angelina
" Siapa tahu ada penjahat yang menyerang dirimu." Ucap Louis.
" Biasanya aku bersama Kasandra tapi hari ini tidak bisa karena Kasandra dan keluarga besarnya merayakan pertemuan dengan adik bungsunya yang di kira sudah meninggal." Ucap dokter Angelina.
" Apakah kalian berdua tidak takut pulang malam dan tiba-tiba di serang oleh segerombolan orang jahat?" Tanya Louis ulang.
" Tidak ada." Jawab dokter Angelina dengan nada santai.
" Kenapa tidak takut?" Tanya Louis sambil melirik sekilas ke arah dokter Angelina.
" Aku dan Kasandra bisa berkelahi." Ucap dokter Angelina.
" Aku jadi ingat dulu kamu menyelamatkan seorang pria yang tidak di kenal." Ucap Louis.
" Oh, maksud kak Louis pria yang waktu itu aku tolong bersama Kasandra?" Tanya dokter Angelina.
" Iya benar."Jawab Louis.
Louis baru ingat ketika ingin mengobrol tiba - tiba orang tua dokter Angelina datang dan Louis langsung berpamitan.
" Oh dia namanya kak Aska yang aku tahu kak Aska menyukai dokter Angelina dan waktu keluarga besarnya mengadakan acara syukuran kak Aska datang dan duduk di samping dokter Kasandra." Ucap dokter Angelina.
" Aska, sepertinya sangat familiar. Siapa nama lengkapnya?" Tanya Louis
" Namanya Araska Dacosta Abner." Ucap dokter Angelina.
" Iya aku kenal tuan Araska Dacosta Abner, dia rekan bisnis tuan Robert." Ucap Louis.
" Kak Robert sekarang bukannya malam minggu, kak Louis tidak malam minggu dengan kekasih?" Tanya dokter Angelina.
" Aku tidak ada kekasih, kalau kamu?" Tanya Louis
" Aku..." Ucapan dokter Angelina terpotong karena Louis menahan tubuh dokter Angelina agar tidak menabrak dasboard mobil sambil kakinya mengerem mobilnya dengan mendadak.
" Kak Louis ada apa?" Tanya dokter Angelina karena sejak tadi dirinya menatap wajah tampan Louis tanpa memperhatikan yang berada di depannya.
" Lihat di depan." Perintah Louis.
Dokter Angelina menatap ke arah depan dan ternyata ada enam pria menghadang mobilnya sambil membawa senjata tajam. Louis mengambil pistolnya dari saku jasnya dan keluar dari mobil diikuti oleh dokter Angelina.
" Siapa kalian?" Tanya Louis sambil menatapnya dengan tatapan membunuh.
" Ketua mu telah membunuh saudara ku dan aku akan membunuh kalian berdua." Ucap salah satu pria sambil mengarahkan pistolnya ke arah Louis begitu pula dengan ke dua temannya sedangkan ke tiganya mengarahkan pistolnya ke arah dokter Angelina.
" Dia tidak bersalah bebaskan dia." Ucap Louis
" Lepaskan enak saja, kalian berdua ringkus wanita itu kita jadikan penghangat ranjang kita." Ucap pria itu memerintahkan anak buahnya.
" Baik tuan." Jawab ke duanya dengan serempak.
" Angelina pergilah aku akan berusaha menahan mereka." Ucap Louis yang tidak ingin dokter Angelina terluka.
" Aku tidak bisa meninggalkan dirimu." Ucap dokter Angelina.
" Cih mau kabur tidak akan bisa karena anak buahku yang lainnya ada di belakang kalian." Ucap pria itu.
Dokter Angelina dan Louis membalikkan badannya dan melihat ada delapan pria berjalan ke arah mereka.
" Si*l kita di kepung." Ucap Louis
" Tuan Robert." Ucap dokter Angelina
" Gawat, pasti tuan Robert juga dalam bahaya." Ucap Louis.
" Maaf gara-gara mengantarku tuan Robert dalam bahaya." Ucap dokter Angelina merasa tidak enak hati.
" Sstt.. sudah jangan menyalahkan diri sendiri, kita lawan mereka saja." Ucap Louis.
" Stop!!! Jangan mengobrol kita ringkus mereka saja tanpa memerlukan senjata." Ucap pria itu.
Mereka pun berkelahi tidak seimbang Louis lawan empat dan dokter Angelina melawan dua orang sedangkan delapan pria di belakang Louis dan dokter Angelina hanya menatap mereka bertarung.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Akankah mereka menang, tunggu di bab selanjutnya nanti siang.