Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Bukannya Cantika sudah menikah?



" Dia kakak angkatku, aku ingin bertemu dengan kakakku." Ucap Riana sambil berdiri.


krucuk krucuk krucuk


Baru saja berdiri perut Riana berbunyi nyaring membuat wajah Riana memerah menahan malu.


" Adikku Cantika lapar." Goda Aleandro


" Pffftttt hahahaha..." Tawa mereka serempak kecuali mommy Gloria dan daddy Thomas.


" Kalian ini adiknya lapar bukannya dibelikan makanan malah di godain dan diketawain." Ucap mommy Gloria.


" Adikku yang cantik mau makan apa? Biar kakak yang membelikan." Ucap Nathan


" Apa saja kak aku suka." Ucap Riana


" Mommy, daddy, kak Aleandro, kak Maximus, kak Quenby, kak Kasandra dan Yohanes mau pesan apa?" Tanya Nathan


" Bukannya kamu sudah tahu kesukaan kami?" Tanya mereka serempak


" Hehehehe... " Nathan terkekeh mendengar ucapan kompak saudara-saudaranya.


"Ikut kakak bawain makanan." Pinta Nathan.


" Ok." Jawab Yohanes singkat.


Nathan dan Yohanes berjalan keluar dari ruang praktek dokter Kasandra.


" Maafkan mommy sayang seandainya mommy tahu dari awal kamu tidak akan menderita seperti ini." Ucap mommy Gloria dengan mata berkaca-kaca.


grep


" Ssstt mommy, itu sudah masa lalu tidak perlu di ingat lagi apalagi ini juga bukan salah mommy jadi mommy jangan pernah merasa bersalah. Riana sangat bersyukur bisa berkumpul bersama mommy, daddy dan kakak- kakak Riana" Ucap Riana sambil memeluk mommy Gloria.


" Kamu memang putri kami yang sangat baik." Ucap mommy Gloria sambil membalas pelukan putri bungsunya.


" Bisakah mulai sekarang dan seterusnya di panggil Cantika bukan Riana lagi." Pinta daddy Thomas


" Maaf Daddy belum terbiasa." Jawab Riana


" Tidak apa-apa bilang sama author mulai sekarang namamu bukan Riana lagi tetapi di ganti Cantika." Ucap daddy Thomas sambil menatap tajam ke arah author.


Author menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju.


" Baiklah mulai sekarang dan seterusnya author akan merubah namanya menjadi Cantika." Ucap author pasrah.


" Bagus, awas saja kalau tidak di ganti." Ancam daddy Thomas


" Siap tuan." Jawab author patuh.


" Nah Cantika mulai sekarang namamu Cantika bukan Riana lagi." Ucap daddy Thomas dengan nada tegas.


" Baik daddy." Jawab Cantika


Semua yang mendengarnya sangat bahagia karena Cantika tidak membenci mereka. Tidak berapa lama Nathan dan Yohanes membuka pintu ruang praktek dokter Kasandra sambil membawa paper bag yang lumayan banyak.


" Maaf aku makan sama kak Aska ya, kasihan dia menungguku." Ucap dokter Kasandra sambil mendekati Nathan.


" Kak Nathan pesanan punyaku mana?" Tanya dokter Kasandra


" Ini pesanan punyamu, Aska kekasihmu ya?" Goda Nathan sambil menyerahkan paper bag


" Bukan kak dia pasienku." Jawab dokter Kasandra sambil menerima paper bag.


" Mommy dan daddy masih di sini lama atau tidak?" Tanya dokter Kasandra


" Kamu mau mengusir kami?" Tanya daddy Thomas.


" Aish daddy sensitif banget, kalau masih lama habis makan ke sini lagi." Ucap dokter Kasandra menjelaskan.


" Sepertinya kami akan pulang setelah makan." Ucap daddy Thomas


" Kakak mau pergi ke perusahaan." Ucap Aleandro


" Aku juga ke perusahaan." Sambung Maximus, Nathan dan Yohanes


" Aku ikut mommy dan daddy." Sambung Quenby.


" Ikut kami lah mom, iyakan Cantika?" Tanya Quenby penuh harap.


" Apakah boleh?" Tanya Cantika penuh harap.


" Pffftttt hahahaha..." Tawa saudara-saudaranya.


" Kenapa pada tertawa?" Tanya Cantika polos.


" Adikku yang paling cantik mansion milik kami juga milikmu juga." Ucap ke enam saudara kembarnya.


" Maaf aku pergi dulu ya." Pamit dokter Kasandra sambil mengecup punggung mommy Gloria dan daddy David kemudian ke lima kakak kembarnya.


Selesai berpamitan dokter Kasandra keluar dari ruang kerjanya menuju ruang perawatan kelas satu di mana Aska sedang menunggu dirinya.


" Kita makan dulu nanti ngobrolnya di lanjut." Ucap mommy Gloria.


" Baik mom." Jawab mereka serempak.


Daddy Thomas mulai memimpin doa selesai berdoa mereka makan bersama tanpa ada yang mengeluarkan suara.


xxxxxxxxxxxx


ceklek


Dokter Kasandra membuka pintu dan melihat Aska sedang menatap dirinya dengan tatapan terkejut.


" Riana kenapa kamu memakai pakaian dokter?" Tanya Aska.


( " Aduh aku lupa selama ini aku memakai masker, kenapa aku ceroboh sih pantas saja semua pegawai rumah sakit menatapku dengan tatapan bingung." Ucap dokter Kasandra dalam hati ).


Selama ini dokter Kasandra selalu menyembunyikan identitasnya karena dirinya ingin hidup mandiri tanpa meminta bantuan orang tua.


" Aku Kasandra bukan Riana." Jawab dokter Kasandra sambil berjalan ke arah Aska


" Tapi kenapa wajah kalian sama?" Tanya Aska sambil menatapnya tanpa berkedip.


" Dia adik kembarku yang hilang nama sebenarnya adalah Cantika bukan Riana. Riana di culik oleh wanita jahat." Ucap dokter Kasandra sambil menahan amarahnya.


" Memang siapa wanita jahat itu?" Tanya Aska sambil menahan amarahnya karena tega melakukan itu terhadap Cantika.


" Cantika mengira wanita jahat itu ibunya padahal bukan justru wanita jahat itulah yang menculiknya." Ucap dokter Kasandra.


" Dia memang sangat jahat selain padaku juga sangat jahat pada Riana. Wanita jahat itu berulang kali ingin mencelakakan kami tapi kami bersyukur selalu selamat." Ucap Aska.


" Di mana wanita jahat itu?" Tanya dokter Kasandra.


" Sudah ma*i di tembak oleh anggota mafia karena telah membunuh ibu kandung ketua mafia." Ucap Aska menjelaskan.


" Syukurlah wanita itu telah berani menukar adik bungsuku dengan putri kandungnya agar putrinya mendapatkan kehidupan yang layak." Ucap dokter Kasandra.


" Coba ceritakan secara detail." Pinta Aska


Dokter Kasandra menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan Aska setia mendengarkan cerita dokter Kasandra.


" Begitulah ceritanya." Ucap dokter Kasandra mengakhiri ceritanya.


" Lalu bagaimana dengan adik palsunya?" Tanya Aska


" Dia meninggal jatuh dari tangga." Ucap dokter Kasandra.


" Kenapa bisa?" Tanya Aska


Dokter Kasandra mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


" Berarti waktu kalian masih kecil sepulang dari pesta ulang tahun dia meninggal dan baru diketahui pada pagi hari." Ucap Aska mengulangi cerita dokter Kasandra.


" Yup betul." Jawab dokter Kasandra.


" Apakah kamu sudah bertemu dengan Riana?" Tanya Aska


" Mulai sekarang dan seterusnya panggillah dengan Cantika jangan Riana. Cantika ada bersama keluarga besar kami dan rencana akan tinggal dengan kami." Ucap dokter Kasandra.


" Bukannya Cantika sudah menikah?" Tanya Aska yang belum tahu kalau mereka baru berpisah.