
" Aku tidak bisa janji, tapi aku akan mencobanya." Ucap dokter Angelina
Dokter Angelina mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Cantika sambungan ke dua baru di angkat oleh Cantika.
" Hallo." Panggil Cantika sambil menguap.
" Cantika, suamimu terkena luka tembak dan dalam kondisi sangat kritis, bisakah kamu datang sebentar?" Tanya dokter Angelina.
" Apa?? Baik aku akan datang." Jawab Cantika.
" Ok aku tunggu di rumah sakit Pelita Kasih." Ucap dokter Angelina.
" Ok." Jawab Cantika singkat.
Tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan dokter Angelina menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.
" Cantika mau datang, aku mau masuk ke dalam lagi mau melihat kondisi tuan Robert kalau nanti Cantika datang suruh masuk ke dalam." Ucap dokter Angelina.
" Ok." Jawab Louis singkat.
Dokter Angelina kembali masuk ke dalam ruang operasi sedangkan Louis menunggu di ruang tunggu operasi. Lima belas menit kemudian pintu ruangan operasi terbuka tampak perawat keluar dengan terburu-buru dan tidak lama membawa alat pengejut jantung membuat jantung Louis berdetak kencang.
Bukan karena jatuh cinta melainkan takut jika terjadi sesuatu dengan tuan Robert. Lima belas menit kemudian dokter Angelina keluar dari ruangan operasi dan Louis langsung berjalan ke arah dokter Angelina.
" Bagaimana keadaan tuan Robert?" Tanya Louis dengan nada kuatir.
" Tuan Robert tidak ada semangat untuk hidup semua obat yang masuk di tolak oleh tubuhnya." ucap dokter Angelina.
" Boleh aku melihatnya?" Tanya Cantika tiba-tiba datang.
" Nyonya." Panggil Louis tersenyum bahagia karena dirinya sangat berharap agar tuan Robert segera sadar dan semangat untuk hidup.
" Cantika kebetulan kamu datang tadi tuan Adrian memanggil namamu setelah itu tidak sadarkan diri, temui lah siapa tahu tuan Robert ada semangat untuk hidup." Ucap dokter Angelina.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah ruang operasi bersama dokter Angelina. Cantika melihat dada kanan dan dada kiri suaminya terbalut perban. Suara bunyi alat detak jantung terdengar sangat kencang tanda jantung tuan Robert tidak berdetak.
grep
" Sayang... hiks ... hiks ... hiks... aku mohon bangun." Ucap Cantika sambil terisak dan memeluk suaminya.
cup cup
cup cup
Cantika mengarahkan wajahnya ke wajah suaminya kemudian mengecup kening, sepasang mata, hidung dan bibir dengan derai an air mata yang membasahi wajah tuan Robert.
" Sayang aku mohon bangunlah." Mohon Cantika dengan air mata tidak berhenti keluar sambil menggenggam tangan tuan Robert.
Suara nyaring dari mesin detak jantung mulai berkurang membuat dokter Angelina langsung mengecek kondisi tuan Robert.
" Cantika tunggulah di luar." Ucap dokter Angelina.
Cantika melepaskan tangannya tapi tuan Robert menahan tangan Cantika membuat Cantika menggunakan tangan satunya yang tidak di pegang.
" Tanganku dipegang terus." Ucap Cantika sambil berusaha melepaskan tangan tuan Robert.
Dokter Angelina ikut membantu melepaskan tangannya dan akhirnya berhasil. Cantika keluar dari ruangan tersebut dan bertemu dengan asisten suaminya.
" Kak Louis." Panggil Cantika
" Iya nyonya." Jawab Louis sambil berdiri menghadap Cantika.
" Aku titip suamiku, tolong jaga suamiku dan jika seandainya sudah sadar katakan padanya kalau aku sangat mencintai suamiku. Aku merelakan suamiku untuk berpisah asalkan suamiku bahagia." Ucap Cantika dengan mata berkaca-kaca.
" Nyonya mau pergi?" Tanya Louis
" Iya, aku akan pergi jauh agar aku bisa melupakan semuanya." Ucap Cantika.
tes
tes
Air mata Cantika akhirnya jatuh dan langsung di usap dengan kasar. Cantika langsung pergi meninggalkan Louis sendirian.
" Bagaimana keadaan tuan Robert?" Tanya Louis
" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, Cantika kemana?" Tanya dokter Angelina sambil kepalanya tengok ke kanan dan ke kiri.
" Sudah pergi." Ucap Louis
" Aku sangat yakin mereka berdua sangat mencintai hanya saja..." Ucap dokter Angelina menggantungkan kalimatnya.
" Ini semua ulah Alexa." Ucap Louis keceplosan dengan nada kesal.
" Memang apa hubungannya Alexa dengan tuan Robert dan Cantika? Tanya dokter Angelina.
( " Aduh apa yang harus aku katakan? Jika aku katakan sebenarnya terus di tanya darimana tahu apa yang harus ku jawab." Ucap Louis dalam hati ).
Louis terdiam bersamaan pintu ruang operasi terbuka. Dua orang perawat mendorong brankar tuan Robert menuju ke arah ruang perawatan VVIP. Louis yang melihatnya langsung mengikuti brankar tersebut karena dirinya bingung mau menjawab apa sedangkan dokter Angelina hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Pasti ada rahasia yang disembunyikan oleh mereka berdua." Ucap dokter Angelina.
Louis menunggu tuan Robert yang masih setia memejamkan matanya. Louis menghubungi anak buahnya untuk membawakan pakaian ganti untuk dirinya setelah selesai menghubungi Louis menyimpan kembali ponselnya dari saku kemejanya.
Louis melepaskan jasnya dan meletakkan di sofa panjang bersamaan tuan Robert membuka matanya.
" Di mana aku?" Tanya tuan Robert sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
" Tuan berada di rumah sakit." Ucap Louis sambil berjalan ke arah ranjang.
" Tadi aku bermimpi istriku datang menemui ku, memeluk ku, dan mencium..." Ucap tuan Robert menggantungkan kalimatnya sambil memegangi kening, sepasang matanya, hidung dan bibir.
Louis pun mengerti kelanjutannya dan menunggu apa yang dikatakan selanjutnya.
" Wajahku kenapa agak basah?" Tanya tuan Robert.
" Nyonya Cantika datang dan menemui tuan." Ucap Louis
" Benarkah? Sekarang kemana dia?" Tanya tuan Robert sambil tersenyum bahagia.
" Nyonya Cantika pergi tuan." Ucap Louis
" Kenapa dia tidak menunggu aku sadar?" Tanya tuan Robert dengan nada kecewa.
" Karena..." Ucap Louis menggantungkan kalimatnya.
" Katakan." Perintah tuan Robert dengan nada dingin.
Louis Menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan tuan Robert merasa semakin bertambah bersalah.
" Aku ingin menyusulnya." Ucap tuan Robert sambil menarik selang infus kemudian berusaha untuk bangun.
" Akhhhhh... Si*l." Umpat tuan Robert merasakan kesakitan pada dadanya.
" Tuan Robert, jangan banyak bergerak lukanya belum sembuh benar." Ucap Louis
" Aku tidak perduli, aku ingin menemui istriku." Ucap tuan Robert sambil berusaha bangun.
ceklek
Tuan Robert dan Louis menatap ke arah pintu dan melihat dokter Angelina berjalan ke arah mereka berdua.
" Ada apa?" Tanya dokter Angelina
" Aku ingin menemui istriku sebelum istriku pergi." Ucap tuan Robert.
" Tuan Robert lukanya belum sembuh." Ucap dokter Angelina.
" Tapi istriku akan pergi dari kota ini." Ucap tuan Robert.
" Aku akan menanyakan ke sahabatku Kasandra kemana Cantika pergi." Ucap dokter Angelina.
" Memang apa hubungan Kasandra dengan Cantika?" Tanya tuan Robert.
" Kasandra kakaknya Cantika aku bisa bertanya padanya. Yang terpenting sekarang tuan Robert menyembuhkan lukanya dulu baru mencari Cantika." Ucap dokter Angelina.
" Apakah kamu kenal baik dengan Kasandra saja?" Tanya tuan Robert