
" Benar sekali, Cantika anak bungsu dari tujuh bersaudara kembar. Cantika di culik oleh wanita jahat dan selama masih kecil hingga dewasa selalu di siksa dan ingin di bunuh nya." Ucap dokter Angelina.
" Louis, hubungi anak buah kita kenapa memberikan informasi sepotong." Perintah tuan Robert dengan nada dingin sambil berdiri.
" Baik tuan." Jawab Louis patuh.
" Sayang, mau kemana?" Tanya Alexa dengan nada manja.
" Aku akan mengejar Cantika." Ucap tuan Robert dengan nada masih dingin sambil membalikkan badannya.
" Kenapa mengurusi wanita itu sih, sudah lupakan lebih baik sama aku saja." Protes Alexa sambil menahan amarahnya.
" Dia istriku." Ucap tuan Robert sambil berjalan.
" Lalu kenapa tadi membalas pelukanku dan menciumku?" Tanya Alexa dengan nada kesal sambil berjalan ke arah tuan Robert.
" Lupakan apa yang tadi aku lakukan." Jawab tuan Robert.
" Apa kamu pikir aku wanita yang hanya untuk dipermainkan sesuka hatimu?" Tanya Alexa dengan nada naik satu oktaf membuat orang menatap ke arah mereka.
Tuan Robert membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Alexa.
" Tanyakan pada dirimu sendiri kenapa kamu selingkuh padahal aku sangat setia. Jadi jangan salahkan aku jika aku menemukan wanita yang lebih baik darimu dan kini menjadi istriku." Ucap tuan Robert sambil menatap tajam ke arah Alexa.
" Satu lagi jika ternyata hubungan kami retak karena ada sangkut pautnya denganmu jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu. Aku tidak perduli kamu itu sahabatku ataupun mantan sahabatku." Sambung tuan Robert sambil memicingkan matanya.
" A.... apa maksudmu? Aku tidak mengerti." Ucap Alexa dengan nada gugup dan tidak berapa lama keluar keringat dingin.
" Aku semakin yakin kamu ada hubungannya dengan masalah hubungan kami. Aku akan memerintahkan anak buahku untuk menyelidiki dirimu dan jika ternyata benar bersiaplah kematianmu semakin dekat." Ucap tuan Robert sambil tersenyum menyeringai.
" A... Aku ti... tidak mengerti perkataan mu." Ucap Alexa dengan nada masih gugup.
Tanpa menjawab tuan Robert membalikkan badannya dan meninggalkan ke tiga sahabatnya sedangkan Alexa menatap kepergian tuan Robert sambil mengepalkan ke dua tangannya dengan erat. Alexa membalikkan badannya dan berjalan ke arah ke dua sahabatnya sambil menatap tajam ke arah dokter Angelina.
" Gara - gara kamu usahaku untuk mendapatkan kembali kekasihku kini pupus sudah. Sahabat macam apa kamu? Menyesal aku mengundangmu." Ucap Alexa dengan nada ketus.
" Kamu itu seharusnya mikir tuan Robert itu sudah menikah jadi jangan pernah ada pikiran untuk memisahkan mereka." Ucap dokter Angelina sambil mengarahkan telunjuknya ke keningnya.
" Aku tidak perduli jika mereka sudah menikah apalagi dulu kak Robert milikku dan selamanya milikku." Ucap Alexa tidak punya rasa bersalah sedikitpun.
" Kalau memang kamu mencintai tuan Robert kenapa kamu selingkuh?" Tanya dokter Angelina.
" Manusia pasti mempunyai kesalahan dan aku sangat menyesal karena dulu berselingkuh dengan kak Robert. Kini aku ingin memperbaikinya dan aku sangat yakin kak Robert hanya mencintaiku dan melupakan istrinya seiring waktu." Ucap Alexa dengan penuh percaya diri.
" Malas berbicara dengan orang yang tidak mempunyai perasaan, kak Louis lebih baik kita pergi dari sini." Ucap dokter Angelina sambil menarik tangan Louis.
" Baik mulai sekarang kita putus persahabatan." Ucap Alexa.
" Silahkan aku tidak perduli." Ucap dokter Angelina dengan nada tegas sambil berjalan.
Tangan Louis yang di tarik entah kenapa hanya pasrah dan mengikuti langkah dokter Angelina.
" Kak Louis, jika kak Louis ikut dengan Angelina maka persahabatan kita sampai di sini dan jika nanti aku dan kak Robert menikah maka bersiaplah kak Louis di pecat." Ancam Alexa
" Lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena aku tidak perduli." Ucap Louis dengan nada tegas.
" Si*l." Umpat Alexa yang ikut berdiri dan meninggalkan restoran namun di cegah oleh manager restoran.
" Maaf nona harus membayar kekurangan pesanan nona dan teman-teman nona." Ucap manager perusahaan.
" Apa?? Aku tidak mau." Tolak Alexa.
" Nona harus bayar karena nona yang pesan tempat dan memesan makanan sedangkan nona baru membayar setengahnya jadi nona harus membayar sisanya." Ucap manager restoran.
" Jika nona tidak membayar maka bersiaplah nona mendekam di penjara." Ancam manager restoran.
" Aish baiklah." Jawab Alexa pasrah.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Lima Belas Menit Yang Lalu
Cantika berjalan meninggalkan restoran tersebut ke arah parkiran mobil sambil menahan kesedihan dan sakit hati karena suami yang di cintainya sudah menemukan penggantinya.
( " Aku pikir kamu akan mencari kebenaran kalau aku bukan anak seorang pembunuh tapi ternyata perkiraan aku salah. Tadi pagi kita berpisah dan malam ini kamu sudah menemukan penggantiku. Secepat itukah kamu melupakan aku?" Tanya Cantika dalam hati ).
Cantika membuka pintu dan duduk di kursi samping pengemudi.
" Sudah ketemu?" Tanya Nathan sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Sudah kak." Jawab Cantika.
" Kak Nathan." Panggil Cantika
" Ya." Jawab Nathan singkat.
" Aku ingin ikut kak Nathan dan kak Yohanes sekaligus menetap di negara S." Ucap Cantika yang ingin melupakan tuan Robert
Nathan melirik sekilas ke arah Cantika dan melihat mata Cantika berkaca-kaca.
" Ada apa?" Tanya Nathan tanpa menjawab ucapan Cantika.
" Tidak ada apa-apa kak." Jawab Cantika sambil menatap ke arah depan.
" Jangan membohongi kakak, kakak tahu kamu pasti melarikan diri dari seseorang. Apakah karena pria brengs*k itu makanya kamu ingin tinggal di negara S?" Tebak Nathan sambil menahan amarahnya.
" Dia tidak brengs*k kak, dia tidak tahu kalau wanita jahat itu bukan ibu kandungku." Ucap Cantika membela suaminya.
Nathan hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Apa karena keinginan mu untuk tinggal di negara S ada hubungan dengan pria itu?" Tanya ulang Nathan.
" Iya kak dan aku minta tutup semua akses tentangku." Ucap Cantika.
" Baiklah." Jawab Nathan pasrah.
Tidak berapa lama Nathan sudah sampai di mansion milik orang tuanya. Cantika menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya sedangkan Nathan berjalan ke arah ruang keluarga. Nathan melihat mommy Gloria, daddy Thomas dan Yohanes sedang duduk dengan santai.
" Cantika kenapa langsung naik ke atas?" Tanya mommy Gloria.
" Cantika naik ke atas mom." Jawab Nathan
" Kok tumben langsung ke atas?" Tanya mommy Gloria
" Cantika besok ikut kami ke negara S dan menetap di sana mom." Ucap Nathan
" Lho kenapa?" Tanya mommy Gloria
" Katanya sih ada hubungannya dengan suaminya." Ucap Nathan
" Mommy ingin bicara dengan Cantika." Ucap mommy Gloria sambil berdiri.
Mommy Gloria berjalan ke arah tangga yang letaknya yang tidak begitu jauh. Mommy Gloria menaiki anak tangga menuju kamar putri bungsunya.
tok tok tok
ceklek
Mommy Gloria mengetuk pintu kamar Cantika dan Cantika membuka pintu kamarnya dengan mata sembabnya. Cantika memundurkan langkahnya ke arah ranjang dan diikuti oleh mommy Gloria.
grep
" Ada apa sayang?" Tanya mommy Gloria dengan nada lembut sambil memeluk Cantika.