Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Panti Asuhan



" Dari tadi kamu menggoda kakak membuat kakak tidak bisa menahannya." Ucap Aska jujur sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


" Riani tidak menggoda kakak, Riani kan tidur." Ucap Riani pura-pura polos.


" Mungkin kamu mimpi menggoda kakak." Ucap Aska sambil masih menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.


Setengah jam kemudian Aska mengeluarkan laharnya ke rahim Riani barulah Aska menarik tubuhnya dan berbaring di sebelah Riani.


" Kak Aska aku ngantuk." Ucap Riani sambil memeluk Aska kemudian memejamkan matanya.


" Tidurlah, kak Aska juga mengantuk." Jawab Aska sambil membalas pelukan Riani kemudian memejamkan matanya.


Merekapun tidur sambil berpelukan dan tidak berapa lama mereka pun tertidur dengan pulas.


xxxxxxx


Tiga Hari Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu hubungan Aska dan Riani semakin membaik dan Aska lebih perhatian membuat Riani sangat bahagia. Riani tidak tahu kalau itu campur tangan Riana agar Aska lebih perhatian dengan Riani dari pada dirinya dengan cara Aska di larang datang ke rumah sakit. Askapun terpaksa mengikuti permohonan Riana karena Riana mengancam akan bunuh diri jika Aska tidak melakukan permintaan Riana.


" Kakak mau menjemput Riana, kamu mau ikut?" Tanya Aska


" Bukannya selama di rumah sakit kak Riana sudah terbiasa hidup mandiri di rumah sakit dan tentu saja pulang bisa sendirikan." Ucap Riani dengan wajah di tekuk


cup


" Jangan cemberut, baik kak Aska tidak jemput." Ucap Aska sambil mengecup kening Riani.


Sebenarnya Aska ingin menjemput Riana tapi karena dirinya sudah janji pada Riana untuk menuruti semua permintaan Riani.


" Terima kasih kak." Ucap Riani


Aska hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Riani.


" Kak, aku mau packing barang-barangku hari ini kita pindah ke luar kota." Ucap Riani


" Kenapa tidak besok saja?" Tanya Aska keberatan karena Riana baru sembuh dari sakitnya.


" Lebih cepat lebih baik apalagi sebentar lagi kita akan menikah." Ucap Riani sambil berjalan ke arah kamarnya.


Aska hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Itulah mengapa kakak lebih mencintai Riana dari pada kamu karena sikap Riana lebih dewasa dari pada dirimu manja dan egois. Aku sangat menyesal kenapa aku tidak bisa menahan hasratku. Jika seandainya saja waktu bisa di ulang aku tidak akan melakukan itu dan tentunya hubunganku dengan Riana berjalan dengan baik dan aku bisa menikah dengan Riana." Ucap Aska sambil berjalan ke arah kamarnya.


Aska dan Riani mengambil kopernya dan meletakkan semua pakaiannya berikut barang-barang pribadi mereka. Satu jam kemudian Riana datang dan membuka pintu utama yang kebetulan tidak terkunci bertepatan dengan Riani yang membuka pintu kamarnya sambil membawa koper.


" Riani mau kemana?" Tanya Riana


" Kita hari ini pindah ke luar kota, kakak cepat-cepat beresin barang-barangnya." Ucap Riani sambil meletakkan kopernya di ruang tamu.


" Secepat itukah kita pindah?" Tanya Riana dengan nada terkejut.


" Lebih cepat lebih baik apalagi sebentar lagi aku dan kak Aska akan menikah." Ucap Riani sambil berjalan ke arah kamarnya kembali karena belum selesai mempacking barang-barangnya.


Riana hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan melihat tindakan adiknya yang semena-mena karena dirinya baru saja sembuh. Riana berjalan ke arah kamarnya dan mulai mempacking barang-barang miliknya yang di rasa cukup dibutuhkan dan sisanya akan diberikan ke orang lain.


Dua jam kemudian mereka sudah selesai mempacking barang karena lelah Aska memesan makanan untuk mereka makan.


" Ada yang belum di packing?" Tanya Aska


" Baguslah, kita menunggu makanan datang setelah satu jam kemudian baru kita berangkat ke luar kota." Ucap Aska


" Ok." Jawab ke duanya serempak lagi.


" Maaf kak Aska ada empat dus pakaian dan barang-barang milikku yang tidak aku gunakan lagi baik yang masih baru dan lama. Aku pinjam mobil kak Aska untuk membawanya ke panti asuhan." Ucap Riana


" Kakak antar." Ucap Aska


" Tidak usah kak, kakak temani Riani saja." Ucap Riana


" Benar kata kak Riana, lebih baik kak Aska temani Riani." Ucap Riani sambil memeluk kak Aska dari arah samping dan menatap tajam ke arah Riana


" Riana bawa barang dulu kak." Ucap Riana mengalihkan pembicaraan sambil berjalan mengambil satu dus dan di bawa keluar pintu.


" Kakak bantuin bawa." Ucap Aska sambil berjalan ke arah dua milik Riana dan membawanya keluar.


Riani menatap kakaknya dengan tatapan kebencian dan dirinya semakin yakin untuk menjalankan rencana liciknya untuk menyingkirkan kakak kembarnya.


Setelah empat dus pakaian berada di dalam bagasi mobil Riana mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke panti asuhan. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit Riana sudah sampai di panti asuhan kemudian membuka pintu bagasi mobil untuk mengeluarkan dus. Riana mengambil satu dus dan di bawa kedalam panti asuhan.


" Selamat siang bu." Sapa Riana dengan nada lembut.


" Oh Riana, apa kabar?" Tanya pemilik panti asuhan


" Kabar baik bu, ini bu ada pakaian yang layak pakai dan buku-buku ada yang baru dan bekas serta peralatan sekolah." Ucap Riana sambil menyerahkan satu dus ke pemilik panti asuhan.


" Terima kasih Riana, semoga kamu selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan." Ucap pemilik panti asuhan sambil menerima satu dus pemberian Riana.


" Amin. Oh ya bu masih ada tiga dus lagi, sebentar ya bu." Ucap Riana


Riana membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu sedangkan pemilik panti asuhan meminta dua orang anak asuhannya yang sudah besar untuk membantu membawakan dus yang masih di dalam mobil.


" Kak Riana, biar Alena membantu membawakan dusnya." Ucap Alena


" Tini juga mau membantu kakak untuk membawakan dusnya." Ucap Tini


" Ok." Jawab Riana


Riana memberikan dus ke Alena dan Tini kemudian untuk dirinya. Ke tiga gadis tersebut berjalan ke arah panti asuhan dan melihat pemilik panti asuhan sedang menatapnya sambil tersenyum.


" Banyak sekali Riana." Ucap pemilik panti asuhan


" Iya bu, dan sekalian saya mau pamit karena hari ini saya, kakakku dan adikku akan pergi ke luar kota dan tinggal di sana." Ucap Riana


" Kok mendadak pindahnya?" Tanya pemilik panti asuhan.


" Sebenarnya sudah lama bu dan maafkan kalau Riana ada kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja." Ucap Riana.


" Kamu tidak pernah berbuat kesalahan mungkin ibu yang punya salah." Ucap pemilik panti asuhan.


" Ibu juga sama tidak pernah berbuat kesalahan. Kalau begitu saya pamit ya bu dan salam buat penghuni panti asuhan." Ucap Riana.


" Kamu tidak menemui adik-adikmu?" Tanya pemilik panti asuhan.


Baiklah Bu, tapi maaf tidak bisa lama." Ucap Riana


" Tidak apa-apa yang penting kamu berpamitan." Ucap pemilik panti asuhan