Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Sebelas Tahun Kemudian



Rina menambah kecepatan mobilnya dan mobil dibelakangnya ikut menambah kecepatan.


" Si*l mobil milik siapa yang mengejarku." Ucap Rina dengan nada satu oktaf.


Rina melewati rel kereta api bertepatan kedatangan kereta api dari arah kejauhan dengan nekat Rina menabrak plang tersebut dengan kecepatan tinggi hingga mobil yang dibelakangnya tidak bisa menyusul dirinya.


" Tidak ada satupun orang yang bisa melawan kehebatanku." Ucap Rina


" Aku akan mencari Aska dan ke dua putriku untuk aku perbudak." Sambung Rina dengan penuh percaya diri.


xxxxxxx


Sebelas Tahun Kemudian.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan begitu pula dengan tahun berganti tahun kini usia Aska menginjak dua puluh tiga tahun sedangkan Riana dan Riani berumur tujuh belas tahun.


Aska yang sangat pintar kini sudah bekerja di perusahaan di kota tersebut sebagai asisten ceo sedangkan Riana dan Riani sebentar lagi akan lulus sekolah. Selain berkerja sebagai asisten ceo Aska membuka restoran dengan di bantu oleh adiknya yang bernama Riana di saat Riana pulang sekolah.


Walau Aska sudah memperkerjakan tiga orang pegawai tapi Aska dan Riana sering mengecek restoran mereka sedangkan Riani pulang sekolah hanya bersenang-senang dengan teman - temannya.


Aska mengurus ke dua adiknya dengan penuh kasih sayang dan melindunginya layaknya seorang kakak melindungi adiknya.


" Riana, Riani kakak ada rencana mau kembali ke kota tempat kita dilahirkan." Ucap Aska sambil duduk di ruang VVIP restoran miliknya dan juga milik ke dua adiknya.


" Aku setuju kak, aku ingin kuliah di sana." Ucap Riani sambil duduk berdampingan dengan Aska.


" Bagaimana denganmu Riana?" Tanya Aska sambil menatap Riana yang sedang duduk saling berhadapan.


" Aku terserah kakak saja tapi bagaimana dengan restoran milik kita kak?" Tanya Riana


" Menurutmu bagaimana?" Tanya Aska


" Sudahlah jual saja." Jawab Riani dengan nada santai.


" Kalau menurutku jangan dijual kita percayakan saja ke orang kepercayaan kita karena restoran ini kita bangun dari nol hingga sebesar ini." Ucap Riana


" Benar juga, kakak jadi ingat dulu awal pertama kali kita jualan di depan rumah kita setelah bertahun-tahun kita bisa membeli restoran yang hampir bangkrut kemudian kita renovasi hingga menjadi sebesar ini." Ucap Aska


" Kakak akan turuti idemu, besok kakak akan resign dari perusahaan setelah itu menunjuk seseorang untuk mengelola restoran ini." Ucap Aska


Riani hanya cemberut karena sejak tadi di cuekin oleh ke dua kakaknya membuat dirinya berdiri hendak meninggalkan mereka berdua.


" Riani mau kemana?" Tanya Ariana


" Mau jalan-jalan." Ucap Riani sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.


" Hati-hati." Jawab Riana


Riani hanya diam meninggalkan mereka berdua sedangkan Aska hanya menatap kepergian adiknya.


" Oh ya kak, apa rencana kakak setelah kembali ke kota?" Tanya Riana


" Kakak akan mencari pekerjaan di sana." Ucap Aska


" Apakah kita kembali ke mansion?" Tanya Riana


" Sepertinya begitu, kenapa?" Tanya Aska


" Tidak ada kak, aku mau membantu pegawai kita." Ucap Riana sambil berdiri


" Ok." Jawab Aska singkat


Hanya membutuhkan lima belas menit mereka sudah sampai di rumah dan mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Riana yang tubuhnya sangat lengket melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian memasukkan semua pakaian kotornya ke dalam keranjang khusus pakaian kotor kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Di samping kamar Riana terdapat kamar Aska, Aska juga sudah melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxernya hanya saja dirinya belum mandi karena Aska ingin menikmati udara sore hari di balkon.


" Kalau seandainya aku bertemu ibu angkatku aku akan membunuhnya karena ternyata dialah penyebab kecelakaan ke dua orang tua angkatku." Ucap Aska sambil mengingat masa lalu.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Setelah sampai di tempat tujuan Aska mencari rumah bersama rombongannya hingga mereka menemukan rumah minimalis dan membelinya.


Kepala pelayan dan dua bodyguard membantu Aska membawa barang-barang mereka ke dalam rumah minimalis dan menyusun barang-barang mereka ke kamar masing-masing kecuali koper ukuran sedang tidak boleh di sentuh oleh siapapun kecuali Aska.


" Maaf tuan muda semua sudah selesai kami susun." Ucap kepala pelayan


" Baik, terima kasih atas bantuannya." Ucap Aska


" Kalau seandainya tuan muda kembali lagi ke kota kabarin aku pasti aku akan dengan senang hati menerima kedatangan tuan muda." Ucap kepala pelayan.


Aska hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun.


" Kalau begitu kami permisi dulu tuan muda dan nona muda." Jawab mereka bertiga serempak.


" Sekali lagi terima kasih dan kami minta jangan katakan pada siapapun kalau kami tinggal di sini.


" Kami bertiga bersumpah tidak akan mengatakannya pada siapapun." Ucap ke tiganya serempak.


" Kami percaya pada paman bertiga." Ucap Aska dan Riana serempak sedangkan Riani sejak masuk ke rumah berada di kamarnya dan langsung berbaring di tempat tidur karena dirinya sangat lelah.


Kepala pelayan dan dua bodyguard yang membawa mobil pergi meninggalkan Aska dan ke dua adiknya di rumah barunya.


" Kak aku ke kamar dulu ya mau mandi badanku lengket." Ucap Riana


" Ok, kakak juga mau ke kamar." Ucap Aska


Mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing. Aska melihat rekaman cctv di mansion lewat ponselnya dan melihat kedatangan Rina hingga Aska mendengar semua ucapan Rina dan apa yang dilakukan oleh Rina membuat Aska meremas ponselnya dengan kuat menahan amarahnya.


" Si*l ternyata tante Rinalah yang membuat rem mobil blong. Wanita ini benar-benar sangat jahat selain mengakibatkan orang tua angkatku meninggal akibat kecelakaan dia juga tega membunuh istri paman Federick." Ucap Aska.


" Aku akan membalas dendam tunggulah tante Rina aku akan menyiksamu secara perlahan dan kamu sangat berharap untuk ma*i secepatnya." Sambung Aska


" Lebih baik aku mandi setelah itu istirahat karena besok aku akan melanjutkan sekolahku." Ucap Aska sambil berjalan ke arah kamar mandi.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


Aska tanpa sengaja menengok ke arah samping di mana kamar Riana berada.


glek


Aska menelan salivanya dengan kasar melihat Riana memakai handuk dan terlihat dengan jelas dua gunung kembar milik Riana walau hanya tertutup setengahnya di tambah paha putih dan mulus membuat adik kecilnya mulai bereaksi.


" Si*l kenapa tubuhku bereaksi seperti ini? Ingat Aska dia adikmu." Ucap Aska sambil memandangi pandangan indah di sampingnya.


Riana mengeringkan rambutnya yang basah dan tanpa sadar Aska keluar kamarnya dan berjalan ke arah kamar Riana dan membuka pintu kamar Riana.


ceklek


Aska melihat Riana membalikkan badannya dan menatapnya sambil tersenyum.


" Kak Aska belum mandi?" Tanya Riana sambil tersenyum tanpa menyadari tatapan mesum Aska