Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Surat Perceraian



" Suster tolong bawa putriku dan putraku keluar sebentar." Ucap Reno.


" Baik tuan." Jawab perawat tersebut.


" Aska ikut suster sebentar." Pinta Reno


" Baik daddy." Jawab Aska


" Hei brengs*k jangan pergi." Maki Rina


Oooeeee


Oooeeee


Perawat itupun tidak memperdulikan makian Rina dirinya pergi bersama Riana dan Aska meninggalkan ruang perawatan VVIP. Reno menatap tajam ke arah istrinya seakan ingin membunuhnya membuat Rina sangat terkejut pasalnya Reno selalu menatapnya dengan penuh cinta.


" Daddy, kenapa membiarkan perawat itu bicara seenaknya dengan menasehati kita." Ucap Rina yang merasa tidak bersalah sedikitpun.


" Cukup!!! sepertinya kamu tidak pernah bisa berubah, aku sudah sangat lelah menghadapi sikap egoisku ini." Ucap Reno


" Sayang, kenapa kamu jadi seperti ini biasanya kamu menatapku dengan penuh cinta kenapa sekarang penuh kebencian. Daddy hukum perawat itu gara-gara dia daddy jadi berubah." Ucap Rina tanpa dosa.


" Sepertinya otakmu memang Lola, mulai sekarang kita berpisah, sepulang dari rumah sakit kamu akan tinggal dengan orang tuamu." Ucap Reno sambil membalikkan badannya meninggalkan istrinya.


" Daddy!!!" Teriak Rina


Reno tidak memperdulikan teriakan istrinya karena dirinya sangat lelah.


" Sampai kapanpun aku tidak ingin berpisah denganmu!!" Teriak Rina kembali


Oooeeee


" Terserah apa yang kamu katakan mulai sekarang kita berpisah." Ucap Reno sambil memegang gagang pintu.


" Baik, jika kamu ingin berpisah maka putrimu ini akan aku lempar ke lantai!!" Ancam Rina


deg


deg


Reno membalikkan badannya dan berjalan cepat menuju ke arah istrinya.


" Kamu gila itu putrimu juga!!" Bentak Reno


" Aku tidak perduli, pilihanmu ada dua berpisah denganku maka putrimu akan aku lempar ke lantai tapi jika tidak ingin berpisah maka aku tidak akan melakukan hal itu." Ancam istrinya.


" Baik.. baik... bayi nangis sekarang berikan asi biar tidak menangis lagi." Ucap Reno berusaha membujuk istrinya.


" Baik." Jawab Rina


Rina mulai menyusui Riani membuat Reno menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


( " Jika Riani sudah selesai di beri asi dan diletakkan di box aku akan merebutnya setelah itu aku akan ke pengacara untuk mengurus surat perceraian. Aku sangat bodoh mencintai Rina karena kecantikannya seharusnya aku mendengarkan ucapan orang tuaku dan juga sahabatku kalau Rina bukan wanita baik-baik. Aku pikir dia wanita polos dan tidak pernah meminta barang-barang mahal tapi ternyata Rina berpura-pura. Rina menunjukkan sifat aslinya ketika usia pernikahan kami enam bulan." Ucap Reno dalam hati ).


" Aku tahu apa yang kamu pikirkan, ingat jika kamu berusaha mengambil Riani aku akan bertindak lebih kejam." Ancam Rina


" Aku sedang berpikir Rina yang aku kenal dulu selain cantik juga sangat baik tapi setelah enam bulan pernikahan kita kamu sangat berubah." ucap Reno


" Kamu tahu, dulu aku sering di hina karena aku miskin. Teman-temanku bisa membeli barang branded sedangkan aku hanya bisa melihat dan di hina karena aku tidak mampu membeli hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Aku diajarkan oleh teman-temanku untuk berpura-pura polos dan ternyata aku berhasil." Ucap Rina sambil tersenyum bangga.


" Berarti dulu kamu itu berpura-pura tidak mau aku belanjakan setelah kita menikah selama enam bulan baru kamu mulai menghambur-hamburkan uangku?" Tanya Reno dengan nada terkejut.


" Tepat sekali, kamu tahu aku sangat tersiksa karena ingin belanja tapi aku tahan hingga kamu memberikan aku kartu kredit tanpa batas di bulan ke enam barulah aku bisa belanja sepuas hatiku." Ucap Rina sambil tersenyum.


" Si*l aku tertipu." Guman Reno sambil menepuk keningnya.


Reno hanya bisa merutuki kebodohannya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Riani sudah tertidur biar aku letakkan di box." Ucap Reno


" Baiklah." Jawab Rina tanpa curiga


Rina memberikan putri bungsunya ke suaminya dan suaminya langsung menerimanya dan menggendongnya. Reno melangkah mundur kemudian langsung membalikkan badannya meninggalkan Rina membuat Rina sangat terkejut.


" Reno, kenapa putri kita tidak diletakkan di dalam box?" Tanya Rina


" Aku akan membawanya dan tunggu surat perceraian dariku, aku tidak mau di sisa akhir hidupku tinggal bersama ular seperti dirimu." Ucap Reno sambil melangkah meninggalkan Rina


" Berhenti!!! Jika tidak aku akan bunuh diri!!" Teriak Rina


" Lakukanlah aku sudah tidak perduli lagi." Ucap Reno.


brak


Reno membanting pintu meninggalkan Rina hatinya sangat kecewa karena dirinya tidak menyangka kalau Rina ternyata seperti itu. Reno memang sangat mencintai Rina tapi sifat Rina yang tidak pernah berubah di tambah Rina tega menyakiti putrinya membuat perasaan cinta Reno hilang.


Rina yang di tinggal pergi berteriak histeris dan mencabut selang infus. Rina berusaha bangun tapi bekas operasi Caesar membuat Rina meringis menahan perih di perutnya.


" Sssttt... si*l sakit sekali." Ucap Rina sambil berusaha bangun dari ranjangnya.


Setelah berhasil bangun Rina berusaha turun dari ranjang dan berjalan dengan tertatih-tatih menuju ke pintu ruang perawatan VVIP.


ceklek


" Rina." Panggil wanita paruh baya


" Apa yang terjadi?" Tanya pria paruh baya


" Ayah, ibu... hiks... hiks... hiks... Reno ingin bercerai denganku." Ucap Rina sambil terisak.


" Apa???" Teriak ke dua orang tuanya serempak.


" Apa yang mesti aku lakukan, ke dua putriku di ambil oleh Reno." Ucap Rina


" Kurang aj*r Reno, ayah akan memberikan pelajaran buat Reno." Ucap ayahnya dengan wajah penuh amarah.


" Jika kamu bercerai jadi ibu tidak bisa belanja lagi." Ucap ibunya sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.


" Ibu, harus mikir gimana supaya suamiku kembali bukannya mikirin belanja." Ucap Rina dengan nada ketus


" Hei anak nakal, kamu aja yang bodoh kenapa bisa suamimu ingin menceraikanmu? Setahu ibu dia sangat tergila-gila padamu." Ucap ibunya tidak percaya.


" Memang benar tapi ini juga gara-gara ibu setiap hari belanja terus." Ucap Rina tidak mau kalah


" Bukankah kamu belanja juga kenapa menyalahkan ibumu hah!!" Bentak ibunya tidak terima.


" Seharusnya ibu itu minta uang sama suami ibu bukan minta sama suamiku!!" Bentak Rina tidak mau kalah


plak


" Dasar anak tidak tahu di untung bisa-bisanya kamu membentak ibumu!!!" Bentak ibunya kembali sambil menampar Putri kandungnya untuk pertama kalinya.


" Cukup!!! Lebih baik baik kita pulang dari sini, apa kalian masih mau tinggal di sini lebih lama hah!!!" Bentak ayahnya


" Tapi ayah perutku masih sakit." Ucap Rina


" Apa kamu tidak berpikir jika kita berlama-lama di sini yang ada kita akan membayar uangnya lebih banyak." Ucap ayahnya yang sayang mengeluarkan duit buat putrinya.


" Ayah, bukankah aku sering memberikan duit untuk ayah? Kenapa jadi perhitungan sih!!" Omel Rina