Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Dokter Kasandra dan Aska



" Kita kembali lagi ke rumah sakit." Ucap dokter Kasandra menjelaskan.


" Kasandra apa yang terjadi? karena aku ingat ada orang yang memukul tengkukku setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi." Ucap dokter Angel sambil mengurut leher dan bahunya yang terasa pegal tanpa melihat ada Louis yang masih berdiri di depan pintu.


" Kita di tolong oleh sahabatmu." Ucap dokter Kasandra.


" Sahabatku? Siapa?" Tanya dokter Angel.


" Kak Louis, itu orangnya." Tunjuk dokter Kasandra ke arah pintu.


" Kak Louis." Ucap dokter Angel sambil menengok ke arah pintu yang di tunjuk oleh dokter Kasandra


" Apa ada yang sakit?" Tanya Louis sambil berjalan ke arah dokter Angel


" Hanya pundak dan leherku terasa pegal." Ucap dokter Angel.


" Eemm... Aku mau pergi ke ruang sebelah mau melihat laki-laki yang tadi kita selamatkan." Ucap dokter Kasandra.


" Bagaimana keadaannya?" Tanya dokter Angel agak kuatir


" Sudah lumayan membaik tadi sempat aku obati, aku pergi dulu ya." Pamit dokter Kasandra sambil berjalan meninggalkan mereka berdua


" Ok, nanti kalau sudah enakkan aku juga mau menengoknya." Ucap dokter Angel


" Ok." Jawab dokter Kasandra singkat sambil melanjutkan langkahnya.


xxxxxxxxxxxx


Di ruangan yang berbeda Aska perlahan membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya.


" Aku di mana?" Tanya Aska sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


" Yang aku ingat ketika dalam perjalanan aku di serang hingga aku tidak sadarkan diri. Siapa yang menyelamatkan aku hingga aku berada di rumah sakit. Sangat menyedihkan hanya seorang diri tidak ada yang menemaniku di saat aku sakit." Ucap Aska sambil tersenyum hambar.


ceklek


Aska mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan melihat dokter yang sangat cantik berjalan ke arahnya.


" Tuan sudah sadar, apa ada yang sakit?" Tanya dokter cantik tersebut.


" Hanya tubuhku yang masih pegal-pegal dok." Ucap Aska


" Syukurlah, oh ya maaf mobil milik tuan masih di sana belum sempat aku ambil karena tuan dan temanku tidak sadarkan diri." Ucap dokter cantik itu.


" Maksud dokter, dokter dan teman dokter yang menyelamatkan aku?" Tanya Aska dengan nada terkejut.


" Iya benar, oh ya kenalkan aku Kasandra." Ucap dokter Kasandra memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


" Aska, panggil saja Aska." Ucap Aska sambil membalas uluran tangan dokter Kasandra, untuk pertama kalinya Aska mau berjabat tangan dengan seorang wanita.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan jabat tangannya. Aska berusaha bangun membuat dokter Kasandra menahan tubuh Aska.


" Maaf kak, kak Aska mau apa?" Tanya dokter Kasandra.


" Aku sangat haus mau minum." Ucap Aska


" Aku akan ambilkan." Ucap dokter Kasandra sambil mengambil gelas yang berisi air mineral dan diberikan ke Aska. Aska meminum gelas yang sudah ada sedotannya hingga habis tanpa sisa.


Dokter Kasandra meletakkan kembali gelas yang kosong ke meja kemudian duduk di kursi samping ranjang Aska.


" Mau makan?" Tanya dokter Kasandra


" Mau tapi badan dan tanganku masih sakit." Ucap Aska


" Boleh aku suapi?" Tanya dokter Kasandra


" Apa tidak merepotkan?" Tanya Aska


" Tidak, sebentar ya." Ucap dokter Kasandra sambil tersenyum manis.


deg


deg


deg


Entah kenapa jantung Aska berdetak kencang melihat senyuman manis dokter Kasandra. Dokter Kasandra mengambil mangkok kemudian mulai menyuapi sesendok demi sesendok hingga belum sampai sepuluh menit Aska sudah selesai makan.


" Aduh maaf gelasnya kosong, aku tinggal sebentar ya." Ucap dokter Kasandra sambil mengambil gelas yang kosong.


" Tidak usah dokter temani saja aku." Pinta Aska yang tidak ingin di tinggal sendiri.


" Kak Aska harus minum dulu, dispenser nya tidak begitu jauh kok." Ucap dokter Kasandra sambil berjalan meninggalkan Aska sendirian.


" Rasanya seperti ini diperhatikan oleh seorang gadis selain Riana. Aku harus bisa menerimanya dengan ikhlas dan berharap Riana bahagia dengan Robert." Ucap Aska


ceklek


Pintu ruang perawatan terbuka tampak dokter Kasandra membuka pintu sambil membawa gelas yang berisi air mineral dan berjalan ke arah Aska.


" Kok cepat ambil air minumnya?" Tanya Aska.


" Kebetulan ruangan kak Aska dengan ruanganku dekat jadi lebih cepat." Ucap dokter Kasandra sambil menutup mulutnya karena dirinya menguap.


" Dokter Kasandra sepertinya sangat lelah." Ucap Aska


" Panggil Kasandra saja, iya aku sangat mengantuk sekali." Ucap dokter Kasandra sambil masih menguap dengan menutup mulutnya dengan tangan kirinya karena tangan kanannya memegang gelas.


" Maaf ya jadi ngerepotin dirimu." Ucap Aska


" Tidak apa-apa santai saja." Jawab dokter Kasandra sambil memberikan minuman ke Aska.


Aska meminum hingga menyisakan setengah gelas kemudian dokter Kasandra meletakkan gelas ke atas meja kemudian dokter Kasandra mengambil ponselnya untuk menghubungi mommynya. Aska melihat dokter Kasandra menghubungi seseorang entah kenapa hatinya sangat kecewa dan cemburu.


( " Apakah dia menghubungi kekasihnya? Kenapa aku jadi cemburu? Dia kan bukan siapa-siapa nya aku." Ucap Aska dalam hati sambil mempertajam pendengaran untuk mengetahui dengan siapa dokter Kasandra berbicara).


" Selamat malam mommy." Panggil dokter Kasandra.


" Hallo sayang, kok belum pulang?" Tanya mommy Gloria.


" Maaf mommy tadi aku dan temanku dokter Angel pulang dari rumah sakit jam delapan malam dalam perjalanan melihat kak Aska di serang oleh segerombolan pria dan kami langsung membantunya." Ucap dokter Kasandra


" Kak Aska siapa dia? Kalian bertiga tidak apa-apakan?" Tanya mommy Gloria kuatir.


" Kak Aska itu nama pemuda yang kami tolong mom. Kak Aska pingsan dan dokter Angel juga pingsan. Di saat krisis ada beberapa orang datang membantu kami dan membawa kami ke rumah sakit." Ucap dokter Kasandra menjelaskan.


" Lain kali kamu hubungi daddy atau kakak - kakakmu." Ucap mommy Gloria


" Iya mom." Jawab dokter Kasandra.


" Kamu tidur di rumah sakit saja sudah malam." Ucap mommy Gloria.


" Iya mom, besok sore baru aku pulang." Ucap dokter Kasandra.


" Ok, hati-hati dan jaga kesehatan." Ucap mommy Gloria


" Baik mom." Jawab dokter Kasandra.


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus dan dokter Kasandra menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


" Kamu mau tidur di mana?" Tanya Aska


" Di ruanganku ada kamar tidur, aku akan tidur di sana." Ucap dokter Kasandra.


" Memang kenapa?" Tanya dokter Kasandra sambil menatap wajah tampan Aska walau masih kelihatan lebam tapi masih terlihat tampan.


" Temani aku tidur di sini." Pinta Aska sambil menampilkan puppy eyes.


" Apakah tidak ada keluarga yang menemani kak Aska?" Tanya dokter Kasandra


" Ada tapi adik angkatku hari ini menikah jadi tidak mungkin menemaniku." Ucap Aska


" Maukah menemaniku tidur? Aku janji hanya menemaniku tidur tidak ada maksud lain." Ucap Aska.


xxxxxxxxxxxx


Apakah dokter Kasandra bersedia menemani tidur? Tunggu jawabannya di bab besok.


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya baru author silahkan di baca.




Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘