Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Menghubungi Tuan Robert



Aska berjalan ke arah Riana kemudian memeluknya dengan erat.


" Kamu kemana saja? Kakak kembali ke rumah sakit tapi kamu tidak ada sampai kakak memerintahkan orang untuk mencarinya tapi tidak ada informasinya." Ucap Aska.


" Kak Aska sesak, aku ceritakan tapi di ruangan kakak ya." Ucap Riana


" Ok." Jawab Aska sambil melepaskan pelukannya.


Mereka berdua berjalan ke ruangan sedangkan sekretarisnya hanya menatap bengong melihat sikap tuanya yang arogant mendadak berubah karena kedatangan Riana.


" Silahkan duduk Cantika, mau minum apa?" Tanya Aska sambil berjalan ke arah kursi kebesaran.


" Baik kak, aku ingin minum juice jambu." Ucap Riana sambil duduk dan berhadapan dengan Aska hanya dibatasi oleh meja.


" Ok." Jawab Aska singkat.


Aska memesan dua minuman yang sama ke sekretaris pribadinya setelah selesai Aska menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya.


" Cerita ke kakak sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Aska penasaran.


Riana pun menceritakan ketika dirinya ingin di bunuh oleh dua orang hingga akhirnya dirinya di pindahkan di rumah sakit.


" Begitu kak, jadi ada kakak kelasku yang melihatku mau di bunuh kalau dia tidak ada mungkin aku tinggal nama." Ucap Riana.


" Dua orang itu bagaimana? Apakah berhasil kabur atau di tangkap?" Tanya Aska


" Kurang tahu kak yang aku tahu hanya di bawa oleh anak buah temanku apakah berhasil kabur atau tidak aku kurang tahu kak." Ucap Riana


" Temanmu pria atau wanita?" Tanya Aska


" Pria kak." Ucap Riana.


" Kalian berpacaran?" Tanya Aska penasaran.


" Iya kak, apakah kakak marah?" Tanya Riana


" Tidak untuk apa kakak marah yang penting kamu bahagia kakak juga ikut bahagia." Jawab Aska.


Entah kenapa hatinya sangat sakit mendengar ucapan Riana.


tok tok tok


" Masuk." Ucap Aska


ceklek


Sekretaris Aska membuka pintu ruangan CEO kemudian berjalan ke arah Aska untuk meletakkan pesanan minuman juice jambu. Setelah selesai meletakkan sekretaris tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


" Aku tidak tahu, kakak jalani saja apa adanya." Ucap Aska.


" Riana selalu mendoakan kakak semoga kakak selalu bahagia." Ucap Riana kemudian meminum juice jambu.


Aska hanya tersenyum kemudian meminum juice jambu.


" Apakah kamu tetap tinggal di apartemen?" Tanya Aska


" Iya kak karena dekat dengan kampus." Ucap Riana


Aska hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap wajah cantik Riana.


" Padahal kakak berharap kamu bisa tinggal di mansion, mansion sepi tidak ada kamu." Ucap Aska


" Aku janji kak sabtu atau minggu aku menginap di mansion." Ucap Riana.


" Hah ... Baiklah." Jawab Aska sambil membuang nafas dengan kasar.


Riana hanya diam sambil menghabiskan juice jambu.


" Kak, aku pulang dulu ya karena besok aku mau kuliah." Ucap Riana


" Baiklah, hati - hati di jalan kalau ada apa-apa kabarin kakak." Ucap Aska


" Ok." Jawab Riana singkat.


Riana berdiri kemudian membalikkan badannya meninggalkan Aska sendirian di ruangannya.


xxxxxxx


Riana mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga di tengah jalan mobilnya di cegat oleh empat pria berwajah sangar.


" Aduh tenagaku belum pulih lagi." Ucap Riana sambil mengambil ponselnya dan menghubungi tuan Robert.


Sambungan pertama langsung di angkat oleh tuan Robert.


" Hallo sayang, tumben telepon kangen ya?" Goda tuan Robert


" Kak Ro..." Ucapan Riana terpotong oleh ke empat pria tersebut memukul mobil yang ditumpangi Riana masing-masing sebanyak dua kali dan teriakan mereka.


brak brak brak brak


brak brak brak brak


" Hei keluar!!!" Teriak ke empat pria tersebut serempak