Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Menikahi Riani



Riana yang berada di kamar Riani menunggu adiknya sambil berbaring di ranjang. Riana yang menunggu adiknya lama akhirnya ketiduran di kamar Riani.


xxxxxxx


Malam menjelang pagi Riani masih setia memejamkan matanya dan merasakan tubuhnya ada yang memasukinya membuat Riani terpaksa membuka matanya dan melihat Aska sedang menggerakkan pinggulnya secara berulang-ulang. Aska yang melihat Riani sudah terbangun langsung ******* bibir Riani.


" Sayang punyamu enak." Bisik Aska


Riani hanya tersenyum dan mengalungkan ke dua tangannya hingga lahar milik Aska keluar barulah Aska menarik adik kecilnya dan berbaring di samping Riani dan memeluknya.


" Aku sangat mencintaimu Riana." Ucap Aska


" Aku juga, kalau boleh tahu kenapa kak Aska lebih mencintaiku dari pada adikku Riani?" Tanya Riani penasaran sambil membalas pelukan Aska.


" Karena kamu lebih dewasa dan tidak pernah marah sedangkan Riani seperti anak kecil dan sering marah-marah." Ucap Aska dengan nada jujur.


" Selain itu?" Tanya Riani


" Aku merasa nyaman bila memelukmu apalagi bau parfummu aku sangat suka. Oh iya tadi pas melepaskan celanamu kenapa kamu membawa parfum?" Tanya Aska penasaran.


" Adikku meminta minyak wangiku." Ucap Riani berbohong.


" Oh ya kenapa adikmu berdandan sepertimu?" Tanya Aska penasaran.


" Sepertinya adikku ingin berubah menjadi yang lebih baik. Adikku sangat tergila-gila padamu bagaimana kalau kak Aska berpacaran dengan adikku." Usul Riani


ctak


" Aduh sakit kak." Ucap Riani manja sambil mengusap keningnya.


cup


" Kita sudah melakukan ini jadi bagaimana mungkin aku berpacaran dengan adikmu." Ucap Aska sambil mengecup kening Riani kemudian mengusapnya dengan lembut.


" Seandainya aku adalah Riani apakah kak Aska tetap mencintai Riana?" Tanya Riani penasaran.


" Pffftttt hahahaha... bagaimana mungkin kamu Riani." Ucap Aska sambil tertawa lepas.


brak


" Kak Aska, Riani!!" Pekik Riana melihat ke duanya sedang berpelukan dan bagian tubuh atasnya bagian dada terlihat polos dan sisanya tubuh mereka sebagian ditutupi oleh selimut.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Riana yang terbiasa bangun pagi melihat adiknya tidak tidur di sebelahnya.


" Riani kemana? Kenapa tidak tidur di sebelahku?" Tanya Riana sambil bangun dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi sambil buang air kecil.


Setelah selesai Riana keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamarnya.


" Apa jangan-jangan kak Aska dan Riani..." Ucap Riana menggantungkan kalimatnya dan berjalan dengan cepat menuju ke arah kamar Aska dan membuka pintunya dengan kasar.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


" Kak Riana." Ucap Riani dengan wajah pucat.


" Apa-apaan ini? kau membohongiku?" Tanya Aska sambil melepaskan pelukannya.


" Kak Aska harus bertanggung jawab dengan adikku dan secepatnya kak Aska menikah dengan adikku." Ucap Riana sambil membalikkan badannya.


" Riana tunggu, aku pikir dia itu kamu makanya aku melakukan ini." Ucap Aska


" Walau bagaimanapun kakak harus bertanggung jawab dan ingat kak, jika kakak menyakiti adikku maka kami akan pergi dari kehidupan kakak." Ucap Riana sambil membuka pintu kamarnya meninggalkan mereka berdua.


" Maafkan aku kak, aku sangat mencintaimu karena itulah aku melakukan ini." Ucap Riani dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Sudahlah sekarang aku mau mandi dulu dan kita bicara dengan kakakmu." Ucap Aska sambil berjalan meninggalkan Riani ke arah kamar mandi.


( " Ini gara-gara kakak jadi rusak rencanaku, tapi bagus juga dengan begini kak Aska akan menikah denganku dan kak Riana secepatnya aku singkirkan agar kak Aska tidak memikirkan kakakku lagi." Ucap Riani dalam hati ).


" Badanku sangat pegal, kak Aska tenaganya kuat sekali berbeda dengan mantanku." Ucap Riani sambil berusaha bangun dari ranjang dan bersandar di kepala ranjang.


ceklek


" Tidak mandi?" Tanya Aska sambil menatap Riani dengan tatapan berbeda.


" Masih perih kak." Ucap Riani berbohong.


" Oh ya maaf aku baru ingat kalau pertama kali kita melakukannya pasti terasa perih." Ucap Aska merasa bersalah dan berjalan ke arah Riani.


( " Untung aku tidak turun dari ranjang kalau tidak bisa-bisa kak Aska curiga padaku." Ucap Riani dalam hati ).


Aska menggendong Riani ala bridal style kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Aska meletakkan perlahan tubuh polos Riani di closed kemudian Aska menyalakan air kran setelah di rasa cukup Aska mematikan air kran kemudian memberikan aroma lavender.


Aska menggotong kembali tubuh polos Riani dan meletakkan di bathtub secara perlahan.


" Mandilah kalau sudah selesai kabarin kakak." Ucap Aska sambil keluar dari kamar mandi.


" Kak Aska tidak memandikan aku?" Tanya Riani


" Tidak." Jawab Aska singkat sambil menutup pintu.


Riani bangun dari bathub dan berjalan ke arah pintu kamar mandi untuk meminta Aska menemani dirinya mandi.


" Maaf kakak tidak suka dibohongi dan jujur kakak masih bingung karena kakak masih mencintai Riana." Ucap Aska sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian kerja karena hari ini dirinya akan resign dari perusahaannya.


Tanpa di sadari oleh Aska semua perkataannya di dengar oleh Riani dengan jelas membuat Riani sangat marah dan membenci kakaknya yang di mana Riana tidak tahu apa-apa.


" Aku harus cari cara agar bisa menyingkirkan kak Riana." Ucap Riani sambil menahan amarahnya.


Riani membalikkan badannya dan berjalan ke arah bathtub untuk mandi setelah lima belas menit Riani sudah selesai mandi dan berjalan ke arah pintu kamar mandi.


ceklek


Riani membuka pintu dan melihat Aska sedang menatapnya.


" Masih perih?" Tanya Aska merasa bersalah


" Masih kak." Jawab Riani sambil pura- pura meringis.


Aska berjalan ke arah Riani dan menggendong Riani ke arah ranjang.


" Kamu istirahat di kamar kakak saja, kakak mau ke kantor." Ucap Aska.


" Baik kak, hati-hati di jalan." Ucap Riani sambil tersenyum manis.


cup


" Kalau butuh sesuatu suruh kakakmu saja." Ucap Aska sambil mengecup kening Riani kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu kamarnya.


" Baik kak." Jawab Riani


Aska hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka pintu kamar meninggalkan Riani sendiri.


Aska berjalan menuju pintu utama dan melihat Riana sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan ponsel.


" Kalau adikmu meminta sesuatu lakukan tanpa membantahnya." Ucap Aska dengan nada dingin.


" Baik kak, kapan kakak akan menikah dengan Riani?" Tanya Riana penuh harap.


" Secepatnya kakak akan menikahi Riani, memang kenapa? kamu cemburu?" Tanya Aska


" Tidak kak, aku sangat senang jika kak Aska mau bertanggung jawab." Ucap Riana.


" Tentu saja aku orang yang bertanggung jawab." Ucap Aska


" Kak Aska, jika seandainya kak Aska sudah menikah aku pindah rumah ya." Pinta Riana


" Memangnya kenapa?" Tanya Aska sambil menatap tajam ke arah Riana