
Cantika hanya tersenyum kemudian memalingkan wajahnya karena tidak tega melihat apa yang dilakukan oleh dokter Angelina sedangkan tuan Robert hanya tersenyum bahagia karena istrinya sangat perduli padanya hingga lima belas menit kemudian dokter Angelina sudah selesai dan membereskan barang-barangnya.
" Lukanya belum kering jadi kalau mandi jangan sampai mengenai lukanya." Ucap dokter Angelina.
" Berarti hanya di lap saja?" Tanya Cantika
" Boleh begitu bisa juga atau kamu bisa membantu memandikan." Ucap dokter Angelina.
" Sampai berapa lama?" Tanya Cantika.
" Seminggu lebih baru bisa mandi sendiri." Ucap dokter Angelina
" Selama itukah?" Tanya Cantika merasa keberatan jika dirinya membantu suaminya memandikannya.
" Kalau kamu merasa keberatan, aku akan menyewa perawat untuk memandikanku dan juga merawat lukaku." Ucap tuan Robert berbohong.
Dirinya sengaja melakukan itu agar istrinya mau merawatnya tapi jika istrinya tetap tidak setuju dirinya akan melakukan sendiri karena yang berhak melihat tubuh polosnya ataupun yang menyentuh tubuh polosnya hanya istrinya yang sangat dicintainya. Lebik baik lukanya terluka asalkan wanita lain menyentuhnya selain istrinya sedangkan Cantika memejamkan matanya dirinya sungguh sangat tidak rela jika tubuh polos milik suaminya disentuh oleh wanita lain, berulang kali Cantika menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya.
" Biar aku saja yang melakukannya." Ucap Cantika.
" Sayangku, kamu sungguh mau memandikan diriku?" Tanya tuan Robert tidak percaya sekaligus bahagia.
" Iya aku yang akan memandikanmu, kenapa kecewa?" Tanya Cantika dengan nada ketus.
" Tidak sayang, aku sangat senang jika istriku yang merawatku." Ucap tuan Robert.
" Ehem... Maaf ini resep obat dan perban buat nanti pagi ganti." Ucap dokter Angelina yang sebelumnya berdehem karena melihat Cantika ingin berbicara lagi sambil memberikan resep obat dan perban ke Cantika.
" Ok." Jawab Cantika singkat sambil menerima pemberian dokter Angelina.
" Ok, aku tinggal." Jawab dokter Angelina sambil meninggalkan mereka berdua.
" Aku ingin melihat ke dua anakku dulu." Ucap Cantika sambil berdiri.
" Anak kita." Ucap tuan Robert meralat ucapan Cantika.
" Terserah." Jawab Cantika sambil memutar bola matanya dengan malas.
Cantika berjalan keluar menuju ke arah pintu kamarnya namun baru saja memegang gagang pintu tuan Robert memanggil dirinya.
" Kalau anak-anak kita belum tidur bawa ke sini aku sangat merindukan kalian." Ucap tuan Robert.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka pintu meninggalkan suaminya sendirian dikamarnya menuju ke kamar putra kembarnya, baru saja membuka pintu dirinya bertemu dengan Aleandro.
" Mau kemana?" Tanya Aleandro.
" Mau ketemu si kembar dulu." Ucap Cantika.
" Sudah tidur sama mommy dan daddy." Ucap Aleandro.
" Mommy dan daddy datang ke sini?" Tanya Cantika.
" Iya, semuanya datang katanya kangen sama kamu dan ke dua putra kembar mu, sudah malam tidurlah di kamar temani Robert." Ucap Aleandro.
" Tapi kak..." Ucapan Cantika terpotong oleh Aleandro.
" Tidak ada kata tapi-tapian Robert sudah menyesali perbuatannya. Kasih kesempatan buat Robert untuk memperbaiki kesalahannya." Pinta Aleandro.
Cantika menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju dengan perkataan kakaknya untuk memberi kesempatan pada suaminya. Cantika membalikkan badannya dan membuka kembali pintu kamarnya sedangkan Aleandro masuk ke dalam kamarnya.
ceklek
" Anak-anak kita kemana?" Tanya tuan Robert.
" Sedang tidur bersama mommy dan daddy." Jawab Cantika.
Tuan Robert hanya menganggukkan kepalanya sambil matanya tak pernah lepas menatap istrinya ingin rasanya memeluknya meluapkan kerinduan yang teramat dalam tapi berusaha di tahannya.
" Kenapa memperhatikanku?" Tanya Cantika sambil mengambil bantal dan berjalan ke arah sofa.
" Mau kemana?" Tanya tuan Robert tanpa menjawab ucapan Cantika.
" Tidur di sofa." Jawab Cantika sambil berbaring di sofa.
Sebenarnya dirinya ingin sekali tidur di samping suaminya tapi dirinya takut jika tidak bisa mengendalikan dirinya karena tubuhnya tidak bisa munafik yang membutuhkan sentuhan suaminya yang bertahun-tahun tidak dirasakan lagi.
" Kenapa tidak tidur di sampingku?" Tanya tuan Robert dengan nada kecewa.
" Aku tidak terbiasa tidur dengan orang asing." Ucap Cantika yang tidak sesuai dengan kata hatinya
" Aku tahu kamu tidak akan memaafkan diriku dan menganggap diriku orang asing. Kamu tidurlah di ranjang aku akan pergi dari kehidupanmu dan tidak akan mengganggu dirimu lagi semoga kamu selalu bahagia." Ucap tuan Robert sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar.
Cantika yang mendengar ucapan suaminya entah kenapa terasa sangat sakit membuat Cantika membalikkan tubuhnya dan melihat suaminya sedang berjalan dengan perlahan menuju ke arah pintu.
Grep
Cantika langsung bangun dari sofa dan melangkahkan kakinya dengan cepat kemudian memeluk suaminya dengan erat.
" Hiks... hiks... Maaf, di satu sisi jujur aku sangat merindukanmu tapi di sisi lain hatiku masih sakit ketika kak Robert mengusirku dan menyuruhku menggugurkan kandungan." Ucap Cantika sambil terisak.
" Ssstt... Aku mengerti dan aku tidak marah tapi aku mohon maafkan aku dan berikan aku kesempatan ke dua." Mohon tuan Robert sambil membalikkan badannya kemudian memeluk tubuh istrinya.
" Aku minta kak Robert bersabar menghadapi sikapku." Ucap Cantika sambil membalas pelukan suaminya.
" Aku akan bersabar menunggumu asalkan istri dan ke dua anak kita selalu bersamaku." Ucap tuan Robert.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan pelukannya.
" Aku mau mandi dulu." Ucap Cantika sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar mandi.
" Baiklah tapi tidur di ranjang ya." Pinta tuan Robert.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam kamar mandi sedangkan tuan Robert tersenyum menyeringai.
" Aku sudah tahu sifat mu yang tidak tega dan aku juga tahu di hatimu hanya ada namaku sama sepertiku di hatiku hanya ada namamu." Ucap tuan Robert sambil berbaring di ranjang.
" Padahal luka pada tembakan ini sama sekali tidak berarti buatku tapi bisa aku gunakan sebagai senjata agar istriku mau memperhatikan dan perduli padaku. Sekarang aku pura-pura tidur karena tadi istriku masuk ke kamar mandi tanpa membawa pakaian ganti. Jika nanti istriku mengambil pakaian di lemari maka aku bisa menariknya ke ranjang." Ucap tuan Robert sambil tersenyum mesum dan berpura-pura memejamkan matanya.
ceklek
Cantika membuka pintu dan melihat suaminya sudah tertidur dengan pulas membuat Cantika tersenyum kemudian Cantika berjalan dengan perlahan menuju ke arah lemari. Cantika membuka lemari pakaian dan mengambil pakaian santai kemudian diletakkan di meja dekat ranjang.
Cantika menarik jubah handuk kemudian melepaskan jubah handuk hingga tergeletak di lantai namun ketika Cantika memakai segitiga bermuda tangan Cantika di tarik oleh tuan Robert.
grep
Tubuh polos Cantika terjatuh di atas tubuh suaminya membuat mata Cantika membulat sempurna melihat suaminya membuka matanya sambil tersenyum menyeringai.
" Bolehkah?" Tanya tuan Robert dengan suara mulai berat sambil membalikkan tubuhnya dan kini tubuh Cantika berada di bawah suaminya.