Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Kenapa wajah kak Aska sedih?



Entah kenapa dokter Kasandra mendengar ucapan Aska hatinya sangat sakit membuat dokter Kasandra menggengam ke dua tangan Aska.


" Kita baru kenal bagaimana kalau kita berteman lebih dulu?" Tanya dokter Kasandra sambil tersenyum manis.


" Terima kasih." Jawab Aska sambil membalas genggam tangan dokter Kasandra.


" Maaf kak Aska, aku mau ngecek pasien lainnya." Ucap dokter Kasandra.


" Bisakah menungguku saja tanpa perlu mengecek pasien?" Tanya Aska penuh harap.


" Maaf kak aku tidak bisa karena aku dokter, nanti kalau sudah selesai aku ke sini lagi." Ucap dokter Kasandra.


" Benar ya." Ucap Aska penuh harap.


" Iya, aku tinggal dulu." Ucap dokter Kasandra.


Dokter Kasandra berjalan keluar dari ruang perawatan untuk mengecek pasiennya sedangkan Aska hanya menatap kepergian dokter Kasandra.


" Kenapa aku sangat merindukan Kasandra? Padahal baru saja kami bertemu dan mengobrol." Ucap Aska yang bingung dengan dirinya sendiri.


ceklek


Cantika membuka pintu ruang perawatan dan berjalan ke arah Aska.


" Kak Aska." Panggil Cantika


" Riana eh Cantika." Ucap Aska meralat perkataannya.


" Apa yang terjadi kak?" Tanya Cantika.


" Kakak di keroyok orang tidak di kenal dan kakakmu menolong kakak." Ucap Aska


" Maksud kak Aska, kakakku yang mana?" Tanya Cantika dengan nada bingung.


" Oh maaf, aku lupa kalau kamu kembar tujuh, maksud kakak saudara kembar yang bernama Kasandra." Jawab Aska.


Cantika menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Oh ya kata Kasandra, kamu akan tinggal dengan keluargamu. Bukankah kamu sudah menikah?" Tanya Aska


Cantika terdiam sambil menundukkan kepalanya.


" Ceritakan pada kakak apa yang terjadi?" Tanya Aska


" Boleh aku memeluk kakak?" Tanya Cantika dengan mata berkaca-kaca.


Aska hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Cantika yang mendapatkan persetujuan langsung memeluk Aska.


" Hiks... hiks... kami berpisah kak." Ucap Cantika sambil terisak.


Aska mendorong perlahan tubuh Cantika dan menghapus air mata Cantika.


" Apa yang terjadi?" Tanya Aska sambil menahan amarahnya terhadap tuan Robert.


" Wanita yang menculik diriku waktu aku masih kecil telah membunuh ibunya kak Robert dan adik wanita itu telah membunuh ayahnya kak Robert karena itulah kak Robert ingin bercerai denganku." Ucap Cantika sambil melepaskan pelukannya.


" Kenapa kamu tidak cerita kalau wanita ular itu bukan ibu kandungmu?" Tanya Aska


" Jika aku cerita apakah dia percaya?" Tanya Cantika


" Lalu apa rencanamu?" Tanya Aska


" Aku akan melupakan semua yang terjadi dan aku tidak akan menggunakan nama Riana karena bagiku Riana sudah ma*i aku akan memakai identitas diriku yang sebenarnya Cantika." Ucap Cantika.


" Karena itu kamu akan tinggal dengan ke dua orang tuamu?" Tanya Aska


" Iya kak, jadi mulai sekarang dan seterusnya orang akan mengenalku dengan nama Cantika Alexander bukan Riana Keyla Abner." Ucap Cantika.


" Kakak mendukung semua keputusanmu." Ucap Aska.


" Terima kasih kak." Jawab Cantika.


" Maaf kak, keluargaku menungguku kapan-kapan main ke mansion orang tuaku." Ucap Cantika


" Apakah aku boleh bermain ke tempatmu?" Tanya Aska


" Pffftttt hahahaha..." Tawa Cantika


" Kenapa kamu tertawa?" Tanya Aska


" Habis kakak lucu, tentu saja boleh main ke mansion. Kak Aska kan sudah aku anggap sebagai kakakku dan sepertinya kak Aska dan kak Kasandra cocok." Goda Cantika.


" Kakak sudah mengatakannya tapi kakakmu hanya mengatakan berteman dulu." Ucap Aska


" Aku akan bantu kakak tapi dengan satu syarat." Pinta Cantika


" Syarat apa?" Tanya Aska penasaran.


" Kalau kakak memang mencintai kak Kasandra dengan tulus aku akan membantunya agar kak Aska dan kak Kasandra menikah." Ucap Cantika dengan nada serius.


" Ini memang terlalu cepat tapi jujur kakak mencintai..." Ucapan Aska terpotong oleh suara pintu terbuka.


ceklek


Dokter Kasandra membuka pintu ruang perawatan dan menatap mereka berdua dengan tatapan berbeda.


" Maaf kalau aku mengganggu kalian." Ucap dokter Kasandra dengan wajah yang tidak bisa dilukiskan.


" Tidak kak, sebentar lagi aku mau pulang. Sini kak ada yang ingin aku dan kak Aska katakan di depan kakak." Ucap Cantika.


" Ada apa?" Tanya dokter Kasandra sambil tersenyum menatap adik bungsunya tanpa menatap ke arah Aska.


Cantika menatap wajah kakaknya yang berbeda dan dirinya langsung mengerti.


" Kak Aska." Panggil Cantika


" Ya." Jawab Aska singkat


" Teruskan perkataan kakak yang tadi." Pinta Cantika


" Perkataan apa?" Tanya Aska pura-pura lupa.


" Kak Aska jangan rese deh, tadi kata bilang Ini memang terlalu cepat tapi jujur kakak mencintai... lanjutannya apa kak?" Tanya Cantika sambil melirik sekilas ke arah kakak kembarnya.


Dokter Kasandra hanya tersenyum tapi senyuman hambar entah kenapa hatinya terlalu sakit.


" Jujur kakak mencintai kakak kembar mu." Ucap Aska


" Kakak kembarku kan ada dua kak Quenby dan kak Kasandra. Yang kakak cintai itu yang mana? kak Quenby atau kak Kasandra?" Tanya Cantika


" Kasandra, wanita yang aku cintai di depan mataku tapi sayang kakakmu tidak suka sama kakak." Ucap Aska sambil menatap dokter Kasandra.


" Kak Kasandra, kak Aska menyatakan cinta di terima tidak?" Tanya Cantika


Awalnya wajah dokter Kasandra agak muram namun ketika mendengar ucapan Aska membuat wajahnya berseri.


" Tadi kakak sudah bilang kita berteman dulu." Ucap dokter Kasandra.


" Kalau kakak tidak mau biar kak Aska buatku deh, kak Aska maukan menjadi kekasihku?" Tanya Cantika sambil mengedipkan matanya ke arah Aska.


Aska yang melihat Cantika seperti itu membuatnya menahan tawa.


" Tergantung jawaban kakakmu kalau kakakmu tidak mau ya sudah sama kamu saja kan kalian kembar." Ucap Aska yang masih menahan tawa.


" Terserah kalian kalau ingin pacaran." Ucap dokter Kasandra


" Benar ini kak? Kakak tidak menyesal kan?" Goda Cantika.


" Kamu dari tadi ditungguin mommy dan daddy pergilah." Usir dokter Kasandra dengan wajah memerah menahan malu.


" Wajah kakak kenapa memerah? Kakak sakit?" Tanya Cantika sambil mengarahkan tangannya ke arah kening kakak kembarnya tapi di tepis oleh kakaknya.


" Kakak tidak sakit, pergilah." Usir dokter Kasandra


" Ok... ok... Kak Aska semangat dan aku dukung kak Aska sama kak Kasandra." Ucap Cantika sambil berjalan ke arah pintu meninggalkan mereka berdua.


" Aku ingin mengecek kondisi kak Aska." Ucap dokter Kasandra setelah kepergian adik kembarnya.


Aska hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Kasandra mulai mengecek kondisi Aska setelah beberapa menit kemudian dokter Kasandra sudah selesai mengecek kondisi Aska.


" Besok bisa pulang, luka-lukanya juga sudah mulai mengering." Ucap dokter Kasandra.


Wajah Aska langsung berubah sendu tanpa menjawab ucapan dokter Kasandra.


" Kenapa wajah kak Aska sedih? Biasanya jika pasien sudah sehat dan di suruh pulang langsung semangat tapi kenapa kak Aska tidak? Tanya dokter Kasandra penasaran.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sebagai bentuk apresiasi author kepada para pembaca setia Noveltoon, saya akan membagikan hadiah berupa pulsa untuk tiga orang. Hadiah diberikan untuk Top Fans, ranking umum dengan hadiah berupa:


Hadiah pertama pulsa 100,000


Hadiah ke dua pulsa 75,000


Hadiah ke tiga pulsa 50,000


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin banyak kesempatan mendapatkan hadiah berupa pulsa.


Hadiah akan diberikan untuk para pembaca karya baru saya yang berjudul :



Setiap hari rangking umum akan berubah jika rajin mengirim hadiah, like, kopi dan vote.



dan novel ke dua ku juga dapat hadiah berupa pulsa.




Hadiah akan diberikan jika novel ini sudah tamat.


Terimakasih banyakkk.. 🙏🏻🙏🏻


🌹


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati karya Zafa untuk para pembaca novel setiaku dengan judul : Aku dan Masa Lalu.



Mampir ya, Terima kasih 😘😘😘😘