Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Tamat



Cantika memejamkan matanya antara iya dan tidak, munafik jika dirinya mengatakan tidak karena tubuhnya sangat menginginkan sentuhan suaminya yang di tahannya bertahun-tahun lamanya.


" Aku akan melakukan itu jika istriku mengijinkannya tapi ijinkan aku untuk melakukan yang lain." Ucap tuan Robert.


Tanpa menunggu jawaban istrinya tuan Robert memberikan titik sensitif pada tubuh istrinya sedangkan Cantika berusaha menahan suaranya agar tidak keluar namun belum ada lima menit Cantika mengeluarkan suara merdu membuat suaminya tersenyum.


" Jangan di tahan suaranya keluarkan saja." Ucap tuan Robert sambil memainkan pucuk gunung himalaya dengan menggunakan tangannya.


Tuan Robert menjilati pucuk gunung Himalaya satunya seperti menjilati es krim dan terkadang memasukkannya ke dalam mulutnya membuat Cantika meremas seprainya hingga tidak berapa lama Cantika mengangkat tubuhnya tanda dirinya mengalami orgas*e untuk pertama kali.


Tuan Robert tersenyum kemudian mengangkat tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke bagian privasi milik istrinya dan memasukkan lidahnya ke dalam gua membuat Cantika meremas rambut suaminya sambil menekan-nekan kepalanya dan mengeluarkan suara merdu hingga lima menit kemudian Cantika menarik ke dua bahu suaminya dengan pelan.


" Sayang, aku tidak tahan." Ucap Cantika.


" Tidak tahan apa sayang?" Goda tuan Robert sambil menurunkan resleting celana panjangnya dan mengeluarkan tongkat saktinya yang sudah mulai menegang dan membesar.


" Sayang, aku ingin punyamu dimasukin ke punyaku." Mohon Cantika sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


jleb


" Ahhhhhhh..." Teriak Cantika ketika tubuhnya disatukan oleh suaminya.


Tuan Robert yang awalnya sudah menahannya sejak tadi langsung memasukkan tongkat sakti miliknya kemudian menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian tongkat sakti nya mengeluarkan semburan air kental yang berwarna putih pekat yang lumayan banyak mungkin karena efek jarang dikeluarkan.


Tuan Robert menarik tubuhnya dan menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya kemudian memeluknya.


cup


" Terima kasih sayang, sudah bertahun-tahun kita tidak melakukan ini." Ucap tuan Robert sambil tersenyum bahagia.


" Selamat bertahun-tahun apakah tongkat sakti milikmu digunakan ke wanita lain?" Tanya Cantika sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Tongkat sakti?" Tanya ulang tuan Robert dengan nada bingung sambil membalas menatap wajah cantik istrinya.


" Maksud tongkat sakti itu adik kecilmu ini." Ucap Cantika sambil menyentuh tongkat sakti milik suaminya.


"Pffftttt hahahaha.." Tawa tuan Robert untuk pertama kalinya sejak dirinya berpisah dengan istrinya.


Cantika yang kesal dengan suaminya sengaja memainkan tongkat sakti milik suaminya membuat tongkat milik suaminya mulai bereaksi kembali.


" Jangan di pegang kalau tidak ingin aku makan lagi." Ancam tuan Robert.


Cantika langsung menarik tangannya membuat tuan Robert tersenyum.


" Sudah malam tidurlah, besok aku ingin bertemu dengan anak kita." Ucap tuan Robert sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut kemudian menyelimuti tubuh polosnya dan tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimut.


Cantika hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan suaminya dan tidak berapa merekapun tertidur dengan pulas sambil berpelukan.


xxxxxxxxxxxx


Malam menjelang pagi, Cantika merasakan tubuh bagian bawahnya ada yang memasukinya dan Cantika tahu siapa pelakunya membuat Cantika membuka matanya.


cup


" Pagi sayang." Ucap tuan Robert sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang dan mengecup bibir istriku.


" Sayang, kan semalam sudah." Ucap Cantika sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


" Masih kurang sayang." Jawab tuan Robert.


tok tok tok


" Mami, papi." Panggil ke dua anak kembarnya sambil mengetuk pintu bersamaan.


" Sebentar sayang, mami lagi mandi." Ucap Cantika.


" Ponakan - ponakan paman, main sama paman dulu yuk." Ajak Nathan.


" Baik paman." Jawab ke dua anak kembar serempak.


" Sayang cepat keluarkan setelah itu aku mau ke kamar mandi." Pinta Cantika.


" Iya sebentar lagi." Ucap tuan Robert dengan wajah cemberut karena dirinya ingin berlama-lama tapi ke dua putra mereka mengetuk pintu.


Walau ke dua putra mereka telah pergi tetap saja tidak mungkin mereka berlama-lama di kamar.


" Ahhhhhhhh..." Ucap tuan Robert ketika tongkat sakti nya mengeluarkan semburan air kental yang berwarna putih pekat.


Tuan Robert menarik tubuhnya dan menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya kemudian memeluknya.


" Kita di tunggu oleh keluarga besarku dan ke dua anak kita." Ucap Cantika sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian turun dari ranjang.


" Kita mandi bersama biar cepat." Ucap tuan Robert kemudian turun dari ranjang.


" Tapi lukamu?" Tanya Cantika dengan nada kuatir.


" Tidak apa-apa asal jangan kena air." Ucap tuan Robert.


Cantika membuka pintu lemari pakaian dan melihat beberapa stel pakaian milik suaminya membuat Cantika menatap wajah tampan suaminya.


" Sejak kapan pakaianmu ada di lemari aku?" Tanya Cantika sambil mengambil satu stel pakaian milik suaminya dan diberikan ke suaminya.


" Sejak aku dan keluarga besar datang ke sini, aku di suruh tinggal di kamarmu." Jawab tuan Robert sambil menerima pakaian tersebut dan memakainya.


" Pasti yang menyuruh daddy dan mommy." Tebak Cantika sambil mengambil satu stel pakaian miliknya dan memakainya.


" Tepat sekali." Jawab tuan Robert.


" Ayo kita keluar kamar." Ajak Cantika sambil mengambil pakaian kotor miliknya dan milik suaminya untuk diletakkan di keranjang khusus pakaian kotor.


" Ayo sayang." Jawab tuan Robert.


" Eh tunggu, perasaan tadi kak Robert bisa memakai pakaian sendiri dan juga melakukan hubungan suami istri berarti kak Robert bohong kalau lengannya sakit." Ucap Cantika baru tersadar kalau dirinya dibohongi oleh suaminya.


" Pffftttt hahahaha... " Tawa tuan Robert pecah kembali.


bugh


" Sssttt... Tega kamu yang... Sakit tahu." Ucap tuan Robert sambil meringis menahan rasa sakit.


" Aku tidak percaya kalau sakit." Ucap Cantika sambil keluar dari kamarnya.


" Sayang tunggu." Ucap tuan Robert sambil keluar kamar dan mengikuti langkah istrinya.


Merekapun menuruni anak tangga menuju ke ruang makan di mana keluarga besarnya sedang berkumpul menunggu kedatangan mereka.


" Tuan Robert, kemeja milikmu kenapa berdarah?" Tanya dokter Angelina.


Semua menatap ke arah tuan Robert lebih tepatnya ke arah kemeja tuan Robert termasuk Cantika membuat Cantika merasa bersalah karena tadi memukulnya.


" Pantas saja kok tiba-tiba terasa sakit." Ucap tuan Robert.


Dirinya tidak mungkin mengatakan kalau lengannya dipukul oleh istrinya terlebih istrinya terlihat jelas di wajahnya merasa bersalah.


" Kita ke ruang keluarga untuk mengganti perban takutnya nanti infeksi." Ucap dokter Angelina.


" Mami, papi baik-baik saja kan?" Tanya ke dua anak kembar mereka dengan nada kuatir.


" Papi tidak apa-apa sayang." Ucap tuan Robert sambil membelai rambut ke dua putranya yang sangat mirip dengan dirinya.


" Papi, mulai sekarang tinggal bersama kami kan?" Tanya putra pertama.


cup


Tuan Robert mengecup kening putranya kemudian menggendongnya.


" Mulai sekarang dan seterusnya kita tinggal bersama." Ucap tuan Robert.


" Papi gendong." Pinta putra ke duanya.


" Tangan papi lagi sakit sayang itu lihat keluar darah, mami gendong ya." Ucap Cantika sambil menggendong putra bungsunya.


Tuan Robert, Cantika, ke dua putra kembarnya dan dokter Angelina berjalan ke arah ruang keluarga untuk mengobati sekaligus mengganti perban. Setelah selesai mereka kembali ke ruang makan, mereka makan bersama tanpa ada satupun yang berbicara hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan berkumpul di ruang keluarga.


" Sayang, yang pertama dan yang ke dua mana? Apakah sayangku tahu perbedaan mereka?" Tanya tuan Robert pada istrinya karena pasalnya ke duanya sangat mirip dan sulit untuk di bedakan.


" Yang pertama bernama Rey Alexander Graham, yang ke dua Roy Alexander Graham. Kalau Rey di telinga kanannya ada tahi lalat nya sedangkan adiknya Roy tidak ada." Jawab Cantika.


Tuan Robert hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan ke dua putranya masing-masing duduk di pangkuan tuan Robert.


" Cantika, apakah kamu masih tinggal di sini atau pulang ke negara asal berkumpul dengan keluarga?" Tanya daddy Thomas.


" Pulang ke negara asal dad." Ucap Cantika.


" Ok." Jawab daddy Thomas.


Merekapun mengobrol bersama Aska yang awalnya diam-diam bermusuhan dengan tuan Robert karena telah menyakiti Cantika kini sudah hilang dikarenakan melihat senyum kebahagiaan adik angkatnya yang sudah dianggap adik kandungnya.


Mereka hidup bahagia terlebih Cantika melihat ke dua putranya sangat dekat dengan tuan Robert membuat Cantika melupakan semua yang telah terjadi dan memulainya dari awal.


Tuan Robert sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan istri dan ke dua anak kembarnya yang sangat mirip dengannya. Dirinya berjanji untuk selalu setia dan tidak akan menyakiti perasaan Cantika, wanita yang sangat dicintainya.


Begitu pula dengan Aska, Aska sangat mencintai dokter Kasandra putri nomer 6 anak dari daddy Thomas dengan mommy Gloria. Kehadiran dokter Kasandra sebagai istrinya mengubah hidupnya untuk menghilangkan jiwa psycopath nya.


Begitu juga dengan Louis bersama istrinya dokter Angelina, mereka hidup bahagia tanpa ada pelakor karena sifat mereka semua setia dengan pasangan masing-masing.


TAMAT


xxxxxxxxxxxx


Terima kasih banyak atas komentar, hadiah, like dan votenya. Maafkan author jika tidak membalas satu persatu komentar kalian semuanya yang pasti author baca dan sangat berterima kasih buat para pembaca


Semoga kita semua selalu sehat, di lindungi dan dijauhkan dari segala mara bahaya. Amin