Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Tuan Louis



Di saat terdesak tiga pria datang membantunya membuat gadis itu bernafas lega. Tidak membutuhkan waktu lama ke enam pria itu berhasil di buat babak belur oleh mereka.


" Tuan - tuan terima kasih atas bantuannya." Ucap gadis tersebut sambil memeluk sahabatnya tanpa memperhatikan ke tiga pria itu.


Ke tiga pria itu hanya diam dan berjalan ke arah mobil mereka tapi gadis itu memanggil mereka.


" Tuan - tuan boleh aku meminta bantuan lagi?" Tanya gadis itu yang masih memeluk sahabatnya.


Salah satu pria tampan membalikkan badannya tanpa bicara sedikitpun dan berjalan ke arah gadis itu diikuti oleh ke dua pria di belakangnya.


" Aku minta tolong angkat temanku yang sedang pingsan ke dalam mobilku dan juga tolong angkat pria itu yang sedang terluka." Mohon gadis tersebut tanpa menatap pria itu yang berdiri dihadapannya.


Pemuda tampan itu memberikan kodenya ke dua anak buahnya untuk mengangkat tubuh Aska.


" Aku akan mengangkat temanmu." Ucap pemuda tampan tersebut entah kenapa pemuda tampan tersebut ingin mengangkatnya.


Gadis itu meletakkan kepala sahabatnya ke tangan pria itu sambil memperhatikan tubuh sahabatnya yang masih tidak sadarkan diri.


deg


deg


( " Kenapa jantungku berdetak kencang? " Ucap pemuda tampan tersebut dalam hati ).


( " Gadis ini bukankah sahabat lamaku Angelina Federick dan Angelina berkerja sebagai dokter." Ucap pemuda tampan tersebut.


Gadis itu membuka pintunya untuk pemuda tampan tersebut dan pemuda tampan tersebut meletakkan perlahan tubuh Angel ke sandaran kursi samping pengemudi dan memakaikan sealbeltnya. Gadis itu juga membuka pintu belakang pengemudi mobil agar dua bodyguard itu memasukkan tubuh Aska.


" Nona duduk di belakang biar aku yang menyetir mobil." Ucap pemuda tampan tersebut.


" Baik." Jawab gadis itu singkat sambil masuk ke dalam mobil dan meletakkan kepala Aska ke pahanya.


Pemuda tampan itu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Pemuda tampan itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sedangkan para bodyguardnya mengikutinya dari arah belakang.


" Maaf tuan kalau boleh tahu nama tuan?" Tanya gadis itu sambil memperhatikan dari kaca mobil karena merasa familiar dengan suara pria itu hanya saja dirinya dari tadi memikirkan sahabatnya.


" Panggil saja Louis." Ucap Louis dengan nada dingin.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Louis Vuitton Aberto, nama panggilan Louis adalah asisten yang sangat setia dan juga tangan kanan Robertus sekaligus wakil mafia, tampan, dingin, tidak mempunyai rasa iba sedikitpun terhadap musuh - musuhnya dan asisten Louis juga menguasai beberapa seni ilmu bela diri.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Kalau aku Kasandra dan temanku yang di sebelah kak Louis adalah Angel. Bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan kak Louis?" Tanya Kasandra


" Terserah." Jawab Louis singkat


( " Kenapa jantungku masih berdetak kencang? Mana mungkin aku jatuh cinta dengan Angel? Walau Angel dulu sahabatku tapi aku sangat yakin kalau mereka pasti bukan gadis baik-baik karena malam-malam begini masih keluyuran. Apa jangan-jangan pria yang terluka itu kekasih mereka berdua?" Tanya Louis dalam hati yang berpikiran negatif ).


( " Sombong sekali pria ini, amit-amit jangan sampai aku mempunyai kekasih seperti dia." Ucap Kasandra dalam hati )


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, mereka berdua saling diam dan tidak mengeluarkan suara hanya pikirannya melayang entah kemana hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Kasandra meletakkan perlahan kepala Aska kemudian keluar dari mobil.


" Aku akan panggil suster dulu." Ucap Kasandra sambil berjalan ke arah lobby rumah sakit dengan langkah cepat


" Suster bawa dua brankar." Ucap Kasandra.


" Baik dokter." Jawab suster tersebut.


Suster itupun memanggil teman-temannya untuk membawa dua brankar sedangkan Kasandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil.


Kasandra membuka pintu mobil bersamaan kedatangan dua brankar yang di dorong masing-masing oleh dua perawat. Kasandra ikut membantu mengangkat tubuh Aska sedangkan Louis mengangkat Angel ke brankar.


" Bukannya tadi dokter Angel dan dokter Kasandra habis pulang dari rumah sakit." Sambung perawat lainnya.


" Iya benar tadi di tengah jalan kami melihat ada pria di keroyok karena itu kami membantunya. Untung ada kak Louis dan anak buahnya yang membantu kami di saat kami sedang terdesak." Ucap dokter Kasandra.


deg


deg


Jantung Louis berdetak kencang dirinya merasa bersalah karena tadi sempat berpikiran negatif tentang dokter Kasandra dan dokter Angel.


" Aku akan ambil pakaianku dulu." Ucap Kasandra sambil berjalan ke arah ruangannya.


Sedangkan Louis duduk di kursi sambil menatap ruangan ugd. Tidak berapa lama Kasandra datang memakai pakaian seragam dokter dan masuk ke ruang UGD.


( " Bodoh kamu Louis kenapa kamu selalu berfikir negatif? Bukankah sudah tahu kalau kita empat sahabat yaitu tuan Robert, Alexa, Angel dan aku. Hanya satu yang sifatnya jelek yaitu Alexa selain menyakiti perasaan tuan Robert dan dia juga mengkhianati persahabatan, kenapa kamu juga menganggap kalau Angel juga sama dengan Alexa?" Ucap Louis dalam hati sambil mengusap wajahnya dengan kasar merutuki kebodohannya).


Hampir dua jam pintu terbuka dokter Kasandra membuka pintu dan berjalan ke arah Louis.


" Maaf telah merepotkan kak Louis dan terima kasih atas bantuannya." Ucap dokter Kasandra.


" Bagaimana keadaan Angel?" Tanya Louis tidak menjawab ucapan dokter Kasandra.


" Keadaannya baik-baik saja sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan. Kak Louis kenal dengan Angel?" Tanya dokter Kasandra


" Dia sahabatku waktu kami bersekolah." Ucap Louis


" Yang aku tahu dokter Angel mempunyai tiga sahabat tuan Robert, Alexa dan tuan Louis berarti tuan Louis itu anda?" Tanya dokter Kasandra.


" Iya benar." Jawab Louis


Tidak berapa lama pintu UGD terbuka dua perawat mendorong dua brankar di mana dokter Angel dan Aska masih berbaring.


" Suster, untuk pemuda ini pindahkan ke ruang perawatan kelas satu." Ucap dokter Kasandra


" Tapi dokter, pemuda ini tidak ada identitasnya dan kita tidak tahu keluarganya." Ucap salah satu perawat.


" Aku yang akan tanggung semuanya." Ucap dokter Kasandra sambil berjalan mengikuti suster yang mendorong brankar dokter Angel.


" Baik dokter." Jawab perawat itu.


" Kamu tidak mengenalnya kenapa dipindahkan ke ruang perawatan kelas satu? bukankah sudah cukup di tolong dan di rawat?" Tanya Louis ikut berjalan bersama dokter Kasandra.


" Jika kita menolong orang jangan setengah-setengah." Ucap dokter Kasandra.


" Kalau dia jahat bagaimana?" Tanya Louis


" Aku hanya berharap tidak jahat tapi kalau itu terjadi aku akan melawannya." Ucap dokter Kasandra dengan nada santai.


" Kak Louis tidak pulang?" Tanya dokter Kasandra


" Aku akan menemani Angel." Ucap Louis


" Sebentar lagi keluarganya akan datang." Ucap dokter Kasandra.


" Tidak apa-apa." Jawab Louis


Mereka berdua masuk ke dalam ruang perawatan VVIP dan berjalan mendekati ranjang di mana dokter Angel berbaring bersamaan perlahan dokter Angel membuka matanya.


" Aku di mana?" Tanya dokter Angel sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.