
Aska hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil bersandar di kursi kebesaran ruang kerja yang dulu digunakan oleh Reno ayah angkatnya tanpa menjawab panggilan Riana.
" Kak Aska." Panggil Riana ulang sambil berjalan ke arah Aska dan duduk di kursi.
Kini Riana duduk berhadapan dengan Aska hanya saja di batasi oleh meja kerja.
" Ya." Jawab Aska singkat dengan nada dingin.
" Adikku ada di mana?" Tanya Riana
" Kakak hukum di gudang." Ucap Aska
" Kasihan kak, aku mohon tolong lepaskan Riani." Mohon Riana
" Besok kakak akan lepaskan." Ucap Aska
" Tapi kak, kasihan Ria..." Ucapan Riana terpotong oleh Aska
" Maaf Riana, apa yang dilakukan Riani membuat kakak harus menghukumnya dan mengenai pernikahan kakak akan memikirkannya." Ucap Aska dengan nada tegas.
Riana hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah tampan Aska.
" Tapi kakak sudah melakukan hubungan suami istri jadi aku mohon agar kakak bertanggung jawab." Mohon Riana dengan tatapan sendu.
" Kakak tahu, tapi perkataan Riani membuat kakak berfikir ulang karena sifat Riani yang susah dibilangi." Ucap Aska sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Aku tahu kak." Jawab Riana
" Oh ya, bisakah habis pulang kuliah kamu ke kantor?" Pinta Aska
" Ke kantor?" Tanya ulang Riana
" Iya ke kantor, bukankah perusahaan itu milik orang tuamu?" Tanya Aska
" Orangtuaku? Orang tua kita lagi kak." Ucap Riana
" Tapi kakak kan hanya anak angkat sedangkan kamu dan adikmu anak kandung." Ucap Aska dengan wajah sendu.
Riana menarik tangan Aska kemudian menggenggamnya.
" Walau kak Aska anak angkat tapi di mata Riana, kak Aska adalah kakak kandung Riana karena hanya kak Aska dan daddy yang menyayangi Riana." Ucap Riana
" Maafkan kakak waktu itu tidak bisa menahan hasrat kakak." Ucap Aska sambil menarik tangannya tapi di tahan oleh Riana.
" Aku mohon sama kakak lupakan masalah itu yang penting kakak jangan melakukan itu lagi padaku." Mohon Riana.
Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Iya kakak janji tidak akan melakukan itu kecuali kamu yang minta." Ucap Aska.
" Auch... sakit." Ucap Aska ketika tangannya di cubit oleh Riana.
" Aku tidak mungkin minta itu karena aku menganggap kakak sebagai kakak kandungku jadi tidak mungkin kalau kita melakukan itu." Ucap Riana dengan wajah cemberut dan menarik tangannya tapi di tahan oleh Aska.
" Pffftttt... Hahahaha.... Maaf kakak hanya bercanda." Ucap Aska sambil tertawa lepas.
" Syukurlah kalau bercanda... Hoam... aku ngantuk kak mau istirahat." Ucap Riana sambil mulutnya di tutup karena Riana menguap.
" Tidurlah." Ucap Aska singkat
" Ok, kakak juga istirahat sudah malam." Ucap Riana
" Iya sebentar lagi, oh ya besok kamu jadi pindah?" Tanya Aska
" Jadi kak, besok pagi sebelum berangkat kuliah aku ke apartemen dulu." Ucap Riana
" Padahal kakak berharap kamu jangan pindah." Ucap Aska
" Maafkan Riana kak." Ucap Riana sambil berdiri.
Aska Menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik Riana.
" Sudahlah, tapi jika kamu tidak betah pulanglah ke mansion ini." Ucap Aska
" Baik kak." Jawab Riana.
Riana membalikkan badannya meninggalkan Aska sendirian di ruang kerjanya.
" Jujur kakak mencintaimu karena dirimu bisa membuat kakak bahagia dan hanya kamu wanita yang menyayangiku selain mommy Cintya mommy angkatku. Ibu kandungku membuangku di panti asuhan waktu aku masih bayi sedangkan ibu angkatku yang juga ibu kandungmu tidak menganggapku dan sering membuatku membencinya." Ucap Aska sambil melihat pintu yang baru saja di tutup oleh Riana .
Aska melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda hingga dua jam lamanya akhirnya selesai juga. Aska berdiri dan keluar dari ruangannya menuju ke kamarnya karena besok pagi dirinya ada rapat dengan anggota saham.
xxxxxxx
Malam menjelang pagi seperti biasa Riana bangun pagi, menyikat gigi dan membasuh wajahnya kemudian memasak untuk dirinya, adiknya dan kakak angkatnya. Setelah setengah jam Riana menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
" Kak Aska, Riani kemana?" Tanya Riana
" Masih kakak hukum." Ucap Aska
" Kak Aska, aku mohon bebaskan Riani dari hukuman." Mohon Riana
" Tapi, Riani pantas di beri hukuman agar dia sadar." Ucap Aska
" Aku tahu kak tapi beri dia kesempatan ke dua." Mohon Riana dengan mata berkaca-kaca.
Aska yang melihat wajah sedih Riana tidak tega membuat Aska menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Pelayan." Panggil Aska tanpa menjawab pertanyaan Riana
" Iya tuan muda." Jawab kepala pelayan
" Bebaskan Riani di ruang gudang." Perintah Aska
" Baik tuan muda." Jawab kepala pelayan
Kepala pelayan itupun pergi meninggalkan Aska dan Riana di ruang meja makan.
" Terima kasih kak." Ucap Riana sambil tersenyum.
Aska hanya membalas senyuman Riana dan merekapun makan dalam diam tanpa menunggu Riana karena mereka berdua harus berangkat pagi-pagi.
Kepala pelayan berjalan ke arah gudang tempat penyimpanan barang kemudian memutar kunci yang menempel di gagang pintu.
ceklek
Kepala pelayan membuka pintu dan melihat Riani masih tertidur dengan pulas. Kepala pelayan membuka pintu dengan lebar kemudian berjalan ke arah Riani.
" Nona Riani." Panggil kepala pelayan
hening
hening
" Nona Riani bangun." Ucap kepala pelayan sambil menyentuh bahu Riani.
Riani terpaksa membuka matanya dan langsung bangun dari tidurnya.
bruk
Riani dengan kasar mendorong tubuh kepala pelayan hingga jatuh karena kepala pelayan belum ada persiapan.
" Kurang ajar berani sekali menyentuhku!!!" Bentak Riani sambil berdiri dan menatap tajam ke arah kepala pelayan.
" Maafkan saya nona." Ucap kepala pelayan sambil berdiri dan menundukkan kepalanya.
" Huh.." Dengus Riana sambil berjalan dan sengaja menabrak bahu kepala pelayan.
Kepala pelayan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
( " Manusia itu ada batasannya nona, jika sekali saja menyinggung perasaanku jangan salahkan aku untuk menghabisi mu." Ucap kepala pelayan dalam hati ).
Kepala pelayan itupun membalikkan badannya meninggalkan ruangan gudang tersebut sambil berusaha menahan amarahnya.
" Paman kenapa?" Tanya Riana dengan nada lembut yang sedang berjalan ke arah kepala pelayan
" Tidak apa-apa nona." Jawab kepala pelayan.
" Maksudku kenapa pakaian paman kotor?" Tanya Riana dengan nada masih lembut.
" Di dorong nona Riani dan karena saya belum ada persiapan maka saya jatuh ke lantai." Ucap kepala pelayan.
" Kenapa adikku mendorong paman?" Tanya Riana dengan nada terkejut.
" Waktu nona Riani saya panggil nona diam saja terus saya panggil sambil menyentuh bahu nona Riani, nona Riani langsung bangun dan mendorongku hingga saya terjatuh." Jawab kepala pelayan.
" Maafkan adik saya paman." Mohon Riana dengan wajah sendu sambil menggenggam tangan kepala pelayan.
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya aku punya novel bagus dari teman ku
Mampir ya ... Terima kasih