
Dokter Kasandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju membuat Aska tersenyum bahagia dan menggeserkan tubuhnya ke arah samping agar dokter Kasandra bisa berbaring di sampingnya.
" Tapi aku mandi dulu badanku sangat lengket." Ucap dokter Kasandra.
" Baiklah aku tunggu." Jawab Aska
Dokter Kasandra berjalan ke luar menuju ke ruangannya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena seharian beraktifitas di tambah lagi dirinya berkelahi dengan para preman. Lima belas menit kemudian dokter Kasandra sudah selesai mandi dan memakai kaos ketat warna putih dan celana jeans pendek warna hitam.
Dokter Kasandra berjalan ke arah ruangan Aska yang hanya berjarak sepuluh langkah. Banyak perawat dan dokter menyapa dokter Kasandra dan seperti biasa dokter Kasandra membalas sapaan mereka sambil tersenyum.
ceklek
Dokter Kasandra membuka pintu ruang perawatan di mana Aska berbaring sambil menatap dirinya.
" Cantik." Puji Aska
" Terima kasih atas pujiannya." Ucap dokter Kasandra sambil berjalan ke arah Aska
" Tidurlah di sebelahku." Pinta Aska
" Tapi janji tidak melakukan apapun?" Tanya dokter Kasandra
" Iya aku janji tidak akan melakukan apapun kecuali kamu memintanya." Ucap Aska sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Aish enak aja." Ucap dokter Kasandra.
Aska hanya tersenyum dan menggeserkan tubuhnya kembali agar dokter Kasandra bisa berbaring di ranjang. Dokter Kasandra naik ke ranjang dan berbaring di samping ranjang Aska dengan jantung berdebar kencang begitu pula dengan Aska.
( " ***Kenapa jantungku berdetak kencang? apakah aku benar-benar jatuh cinta pada Kasandra? Secepat itukah aku melupakan Riana?" Tanya Aska beruntun dalam hati ).
( " Kenapa jantungku berdetak kencang? Apa karena ini pertama kalinya aku tidur bersama seorang pria?" Tanya dokter Kasandra dalam hati*** ).
Dokter Kasandra yang tidak terbiasa tidur bersama seorang pria membuat dokter Kasandra berpindah posisi dari terlentang hingga membelakangi Aska sedangkan Aska yang baru saja memejamkan matanya terpaksa membuka matanya.
" Kenapa tidurnya gelisah? sempit ya?" Tanya Aska merasa bersalah sambil menggeserkan tubuhnya hingga Aska nyaris terjatuh jika seandainya saja dokter Kasandra tidak memeluknya.
deg
deg
deg
Jantung Aska dan dokter Kasandra berdetak kencang ketika tubuh mereka saling menempel.
" Maaf." Jawab dokter Kasandra sambil melepaskan pelukannya tapi di tahan oleh tangan Aska.
Aska mendekatkan wajahnya ke wajah dokter Kasandra membuat dokter Kasandra memejamkan matanya.
" Terima kasih." Bisik Aska kemudian menjauhkan wajahnya.
Dokter Kasandra membuka matanya dan langsung membalikkan badannya membelakangi Aska membuat Aska tersenyum.
grep
" Kamu mengira aku mau menciummu ya?" Goda Aska sambil memeluk dokter Kasandra.
" Lepas, aku mau tidur." Ucap dokter Kasandra sambil memegang tangan Aska dan memindahkan ke arah samping tanpa membalikkan badannya.
" Sssttt..." Rintih Aska.
Dokter Kasandra langsung membalikkan badannya dan menatap Aska dengan wajah kuatir.
" Maaf, mana yang sakit?" Tanya dokter Kasandra sambil bangun dari ranjang.
" Tanganku sakit." Ucap Aska berbohong sambil menggerakkan perlahan tangannya.
" Maaf." Ucap dokter Kasandra merasa bersalah sambil mengecek tangan Aska
( " Aku tahu kelemahannya." Ucap Aska dalam hati sambil tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh dokter Kasandra karena fokus dengan melihat tangan Aska ).
" Aku akan ambil obat cream dan obat anti nyeri." Ucap dokter Kasandra sambil membalikkan badannya untuk turun dari ranjang.
grep
" Aku akan menahannya." Ucap Aska sambil menahan tangan dokter Kasandra
" Tidak, aku kuatir kalau tangan kak Aska kenapa-kenapa." Ucap dokter Kasandra.
" Besok saja di obati, aku tahu kamu sangat lelah dan mengantuk tidurlah." Ucap Aska
" Sungguh tidak apa-apa?" Tanya dokter Kasandra kuatir sambil menatap wajah tampan Aska.
" Sungguh tidurlah." Ucap Aska meyakinkan
" Baiklah." Jawab dokter Kasandra yang memang sudah sangat mengantuk.
Dokter Kasandra berbaring kembali dengan membelakangi Aska dan tidak berapa lama dokter Kasandra sudah tertidur dengan pulas sedangkan Aska yang melihat suara dengkuran halus hanya tersenyum dan memeluk tubuh dokter Kasandra dari arah belakang.
" Baunya harum." Ucap Aska pelan ketika hidungnya ditempelkan di leher dokter Kasandra.
cup
Hingga tanpa sadar dokter Kasandra membalikkan badannya dan bibirnya menempel di bibir Aska. Aska menatap bibir dokter Kasandra yang sudah menempel di bibirnya membuat Aska ingin merasakannya.
Aska mencium bibir dokter Kasandra dan ********** setelah puas bermain di bibir milik dokter Kasandra bibir Aska berpindah ke lehernya sambil tangan satunya di masukkan ke dalam kaos milik dokter Kasandra dan memainkan salah satu gunung kembarnya hingga terdengar suara merdu dari mulut dokter Kasandra.
Aska menatap dokter Kasandra masih memejamkan matanya membuat Aska tersenyum menyeringai hingga Aska memberikan tanda kepemilikan di leher dokter Kasandra.
" Si*l aku ingin sekali memakannya tapi jika aku lakukan dia akan membenciku dan aku tidak mau hal itu terjadi." Ucap Aska sambil menghentikan kegiatannya karena adik kecilnya mulai terasah sesak.
Aska memejamkan matanya sambil berusaha melawan hawa naf*u hingga dokter Kasandra menyandarkan kepalanya di dada bidang Aska sambil memeluknya layaknya bantal guling karena tubuhnya terasa sangat dingin mengingat suhu ruangan AC di rumah sakit sangat dingin membuat dokter Kasandra mencari kehangatan.
" Aduh Kasandra kamu bikin aku bertambah tersiksa." Ucap Aska.
Aska berusaha melawannya hingga tidak berapa lama Aska mulai tertidur dengan pulas menyusul dokter Kasandra yang sedang bermimpi indah.
xxxxxxxxxxxx
Pagi harinya seperti biasa dokter Kasandra membuka matanya dan melihat Aska sedang tertidur pulas sambil memeluk dirinya begitu pula sebaliknya membuat dokter Kasandra matanya membulat sempurna.
" Kenapa aku memeluk kak Aska dan kenapa juga kepalaku bersandar di dada bidangnya?" Tanya dokter Kasandra sambil menarik tangannya dan mengangkat kepalanya.
Dokter Kasandra perlahan mengangkat tangan Aska tapi Aska malah dengan sengaja mempererat pelukannya membuat dokter Kasandra tidak bisa bernafas.
" Kak Aska sesak." Ucap dokter Kasandra sambil menepuk bahu Aska dengan pelan.
Aska membuka matanya kemudian melepaskan pelukannya.
" Hoam... Maaf tidurku sangat nyenyak." Ucap Aska sambil menguap.
Aska berbohong sebenarnya karena dirinya sudah bangun dari tadi tapi karena dokter Kasandra perlahan membuka matanya membuat Aska pura-pura memejamkan matanya.
" Maaf menganggu tidur kak Aska aku ingin ke kamar mandi dulu." Ucap dokter Kasandra sambil turun dari ranjang.
" Ok." Jawab Aska singkat
Mata Aska membulat sempurna melihat leher mulus dokter Kasandra ada totol - totol nya seperti macan tutul.
( " Aduh gawat tanda stempel yang di leher Kasandra, kalau dia bertanya apa jawabanku?" Tanya Aska dalam hati ).
Dokter Kasandra berjalan ke arah kamar mandi dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai buang air kecil dokter Kasandra menyalakan air shower untuk membersihkan wajahnya agar terlihat segar.
" Kenapa leherku ada tanda merah? Apa aku di gigit serangga?" Tanya dokter Kasandra sambil melihat lehernya dengan menggunakan cermin.