Mafia VS Psychophat

Mafia VS Psychophat
Pernikahan Riana dan Tuan Robert



Waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa tinggal seminggu lagi Riana dan tuan Robert akan menikah. Segala persiapan acara pernikahan tuan Robert yang mengurusnya ralat anak buahnya yang mengurus semuanya.


" Sayang, aku ingin mengantar undangan pernikahan kita ke kakakku." Ucap Riana di hari libur.


" Aku akan mengantarmu ke tempat kakakmu, apalagi selama ini aku belum mengenal kakakmu." Ucap tuan Robert


" Baiklah." Jawab Riana


Mereka berdua pergi ke mansion di mana Aska tinggal dan tidak membutuhkan waktu lama hanya sekitar dua puluh lima menit mereka sudah sampai di mansion.


deg


Jantung tuan Robert berdetak kencang ketika melihat mansion tersebut.


( " Mansion ini kenapa familiar? sepertinya aku pernah ke sini tapi kapan?" ucap tuan Robert dalam hati sambil berusaha mengingatnya ).


" Ayo kak kita turun." Ucap Riana sambil menyentuh tangan tuan Robert


" Eh... Iya." Ucap tuan Robert dengan nada terkejut karena dirinya sedang melamun memikirkan mansion yang berada di hadapannya.


Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama. Riana dan Robert berjalan memasuki ruang keluarga di mana Aska sedang duduk sambil memainkan ponselnya dengan serius.


" Kak Aska." Panggil Riana


Aska menengok ke arah adik angkatnya kemudian tersenyum tanpa memperhatikan kedatangan tuan Robert. Aska meletakan ponselnya ke arah meja kemudian berdiri dan berjalan ke arah Riana.


" Tuan Robert." Panggil Aska dengan nada terkejut


" Tuan Aska." Panggil tuan Robert dengan nada terkejut


" Kak Aska dan kak Robert kenal?" Tanya Riana.


" Kenal." Jawab tuan Robert dan Aska serempak


" Silahkan duduk kak." Ucap Riana sambil berjalan ke arah dapur


" Mau kemana?" Tanya tuan Robert


" Mau ke dapur bikin minuman." Jawab Riana


" Silahkan duduk tuan Robert." Ucap Aska


Robert menganggukkan kepalanya kemudian duduk di sofa yang empuk begitu pula dengan Aska.


" Tuan Robert kenal dengan Riana adikku?" Tanya Aska


" Kenal." Jawab tuan Robert singkat.


" Apakah tuan Robert dan adikku berpacaran?" Tanya Aska


" Tepat sekali dan ini kami memberikan undangan pernikahannya." Ucap tuan Robert sambil menyerahkan undangan pernikahan.


duar


duar


Bagai petir di siang bolong Aska sangat terkejut dengan ucapan tuan Robert. Dengan tangan gemetar Aska menerima undangan pernikahan tersebut. Aska membaca kata demi kata tulisan di surat undangan semua gerak gerik Aska dapat di baca oleh tuan Robert kalau Aska ada hati dengan Riana adik angkatnya.


" Seminggu lagi kalian akan menikah? Cepat sekali." Ucap Aska


" Lebih cepat lebih baik." Ucap tuan Robert.


" Apa itu kak lebih cepat lebih baik?" Tanya Riana sambil membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan.


" Itu tuan Aska bilang kok cepat sekali kita mau menikah." Ucap tuan Robert.


" Maaf ya kak, kami ngasih tahunya mendadak." Ucap Riana sambil meletakkan cangkir yang berisi kopi hitam sedangkan dirinya teh.


Riana membalikkan badannya kembali untuk meletakkan nampan kemudian kembali lagi ke ruang keluarga sedangkan Aska hanya diam tanpa bicara sedikitpun begitu pula dengan tuan Robert. Riana duduk di sebelah tuan Robert sambil menatap mata sendu Aska.


" Kakak bagaimana sudah menemukan seseorang yang kakak cintai?" Tanya Riana


" Belum, kakak belum bisa move on." Ucap Aska jujur.


" Kakak harus bisa move, pasti ada wanita yang lebih baik." Ucap Riana


" Kakak akan mencobanya." Jawab Aska


" Silahkan di minum kak Robert dan kak Aska." Ucap Riana ketika suasana hening.


Tuan Robert, Aska dan Riana mengambil cangkir masing-masing dan meminumnya.


" Tuan Robert, apakah tuan Robert sangat mencintai adikku?" Tanya Aska


" Baguslah, hanya pesanku jika perasaan tuan Robert mulai hilang atau tiba-tiba mempunyai kekasih baru kembalikan Riana padaku karena Riana tidak pantas untuk dilukai." Ucap Aska


" Tuan Aska tenang saja aku tidak akan seperti itu." Ucap tuan Robert.


" Baguslah." Jawab Aska


" Maaf, kok manggilnya dengan sebutan tuan?" Protes Riana


" Terus memanggil apa?" Tanya tuan Robert dan Aska serempak.


" Kak Robert panggil tuan Aska dengan sebutan kak Aska seperti aku memanggilnya dengan sebutan kak Aska karena hanya kak Aska satu-satunya keluargaku dan satu-satunya kakak kesayanganku." Ucap Riana


" Untuk kak Aska panggil tuan Robert dengan sebutan nama tanpa memakai kata tuan karena sebentar lagi menjadi adik ipar." Sambung Riana.


Aska tersenyum mendengar ucapan Riana karena adiknya menganggap dirinya sebagai kakak kesayangannya. Aska akan berusaha mengikhlaskan Riana asalkan Riana bahagia. Setelah hampir satu jam tuan Robert dan Riana pulang menuju ke apartemen Riana.


xxxxxxxxxxxxxxx


Seminggu Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini tuan Robert dan Riana resmi menjadi pasangan suami istri banyak tamu undangan datang untuk mengucapkan selamat atas kebahagiaan sepasang pengantin.


Pernikahan Riana dan tuan Robert di gelar dengan mewah hingga enam jam kemudian satu per satu tamu undangan pulang ke rumah masing-masing.


" Sayang, kamu lelah?" Tanya tuan Robert


" Iya sayang, aku lelah banget." Ucap Riana


" Kalau begitu kita istirahat dulu biar keluargaku yang mengurusnya." Ucap tuan Robert


" Baiklah." Jawab Riana singkat


" Aku akan bicara dengan keluargaku." Ucap tuan Robert


Riana menganggukkan kepalanya kemudian tuan Robert berjalan menemui pamannya kalau dirinya dan istrinya akan beristirahat. Setelah selesai mengobrol tuan Robert berjalan ke tempat Riana.


" Ayo sayang, kita ke kamar." Ajak tuan Robert sambil menggenggam tangan Riana.


Riana menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua berjalan menuju ke kamar pengantin.


ceklek


Tuan Robert membuka pintu kamarnya dan mereka berdua masuk ke dalam kamar pengantin mereka.


" Aku mau mandi dulu, badanku lengket." Ucap Riana dengan jantung berdebar-debar.


Tuan Robert hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Riana masuk ke dalam kamar mandi.


" Aku gugup, apakah kak Robert memintaku untuk melakukan itu? Tapi kata orang sakit." Ucap Riana.


Riana berusaha menarik resleting gaun pengantin yang berada di belakang tapi Riana tidak bisa.


" Haruskah aku meminta bantuan kak Robert?" Tanya Riana sambil berusaha menarik resletingnya tapi tetap tidak bisa.


" Sudahlah aku harus minta bantuan kak Robert." Ucap Riana.


Riana membuka pintu kamar mandi dan melihat tuan Robert sedang duduk di sofa sambil menatapnya.


" Ada apa?" Tanya tuan Robert sambil berdiri dan berjalan ke arah Riana.


" Aku tidak bisa membuka resleting gaunnya." Ucap Riana sambil membalikkan badannya.


Tuan Robert menarik resleting gaun pengantin sedangkan Riana menahan gaun pengantin agar tidak jatuh ke bawah.


glek


Tuan Robert menelan salivanya dengan kasar melihat punggung mulus Riana. Riana karena merasa malu menutup pintu perlahan kemudian menguncinya membuat tuan Robert tersenyum.


Lima belas menit kemudian Riana sudah selesai mandi dan memakai jubah handuk.


ceklek


Riana membuka pintu kamar mandi dan melihat tuan Robert sedang menatapnya.


" Kak Robert tidak mandi?" Tanya Riana


" Mandi, kamu jangan tidur ya." Ucap tuan Robert


" Memang kenapa?" Tanya Riana


" Nanti kamu akan tahu." Jawab tuan Robert sambil berjalan ke arah kamar mandi.