Luka Cinta Dara

Luka Cinta Dara
Bab 74 Gagal Malam Pertama.



Halo para Reader tersayang. Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


✓Like 👍


✓Coment 💬


✓Rate 5 ⭐


✓Vote 💰


Agar Author semakin semangat nulisnya. Author tidak ada apa - apanya jika tanpa dukungan kalian🤗


🍂 Selamat membaca 🍂


Seorang wanita berpenampilan anggun sedang sibuk menyalurkan keahlian jari - jarinya dalam mengaplikasikan satu persatu alat make upnya. Mimik mukanya terlihat fokus, sesekali dia memberikan instruksi dengan sangat ramah dan lembut.


"Akhirnya sudah selesai," ucap seorang MUA yang tersenyum puas melihat hasil karyanya.


"Mbak Kayla terlihat sangat cantik," ujarnya lagi dengan senyuman anggunnya.


Kayla melihat bayangan dirinya pada pantulan kaca. Dia sangat takjub dengan keahlian tangan MUA yang menyulap mukanya seperti orang yang tidak dikenal. Terulas senyuman tipis pada muka cantiknya.


Penampilannya terlihat semakin menawan dengan gaun kebaya modern bewarna putih yang dilengkapi manik - manik payet diamond, sehingga menambah efek elegan nan berkilau


"Kayla lo cantik bangettt," puji Dara terlihat kagum setelah memasuki ruang make up.


"Ra, lo sudah datang?" Kayla terlihat senang.


"Apa lo sudah siap? acara akad nikah akan segera dimulai. Pak penghulu juga sudah datang loh,"


"Gue udah siap," ucap Kayla mantap seraya menganggukkan kepalanya.


"Ok. Yuk kita keluar sekarang," ajak Dara lalu mengapit sebelah tangan Kayla.


Mereka berdua menuju tempat acara akad nikah yang berada di sebuah taman hotel mewah berbintang lima. Acara pernikahan yang mengusung tema Garden Party tersebut memang menjadi pilihan Radit dan Kayla dalam merayakan hari ikatan cinta suci mereka.


Di sana sudah terlihat beberapa tamu undangan khusus duduk mengitari meja yang disediakan khusus untuk acara akad nikah Radit dan Kayla.


Kehadiran Kayla menarik perhatian para tamu. Tatapan takjub orang - orang tertuju pada pengantin wanita yang terlihat tersipu malu.


Pengantin pria yang memang sudah berada disana terlebih dahulu pun menatap Kayla yang dalam hitungan menit akan sah menjadi istrinya dengan pandangan mengagumi dan memuji.


Kayla melempar senyuman tipis pada Radit yang juga terlihat sangat tampan dengan balutan beskap modern yang berwarna senada dengan kebaya yang dikenakannya saat ini.


Kemudian sepasang mata cantik pengantin wanita itu beralih pada seorang pria tengah baya yang akan menjadi walinya. Perasaan haru terlihat dari sorot matanya. Sosok seorang Ayah yang telah lama tidak dia jumpai. Keberadaan seorang Ayah yang sangat dia rindukan kini hadir di acara bahagianya. Begitu juga dengan sang Ayah. Perasaan haru beserta bahagia menyelimuti hatinya saat ini.


Setelah Kayla duduk di samping Radit. Pak penghulu pun mulai memandu acara yang akan mengikat sepasang anak manusia ke dalam hubungan mahligai rumah tangga.


Setelah beberapa kali Radit salah dalam membaca ijab kabul karena rasa gugup yang mengganggunya akhirnya mereka resmi menjadi pasangan halal. Kemudian acara dilanjutkan dengan tanda tangan surat nikah, dan bertukar cincin.


Kini Sepasang pengantin tersebut digiring kedalam kamar hotel yang terletak tidak jauh dari taman untuk mengganti kostum pengantin mereka.


Beberapa saat kemudian, Radit dan Kayla kembali ke taman dan langsung menuju altar pengantin.


Taman sudah dihias sedemikian rupa kini mulai dipenuhi oleh para tamu undangan lainya. Beberapa buket bunga segar terletak di beberapa titik. Foto - foto prewedding juga terpasang rapi di beberapa sudut taman semakin menambah kesan manis acara Garden Party tersebut. Makanan mewah dan cocktail juga tersedia di meja panjang yang terletak di pinggiran taman.


Suara MC terdengar memandu jalannya acara. Alunan musik dan suara merdu wedding singer menambah kemeriahan resepsi pernikahan.


Radit dan Kayla terlihat turun dari altar pengantin untuk menyapa tamu undangan. Beberapa para kerabat juga terlihat mengajak sepasang pengantin tersebut untuk ber - swafoto. Acara lempar bunga dan dansa semakin menambah keseruan acara resepsi pernikahan.


"Kay, setelah acara selesai langsung buatin gue keponakan ya. Biar anakku ini ada teman bermain kalau sudah lahiran," bisik Dara ke Kayla dengan senyuman penuh arti.


"Ih apa sih lo. Jangan bahas itu disini. Malu gue," timpal Kayla dengan pipi yang sudah terlihat merona di balik riasannya


"Xixixi, cewek bar bar kayak lo bisa malu juga. Nanti jangan kaget pas lihat si Otong yang dielus langsung bringas," ledek Dara.


Kayla mendelikkan matanya karena perkataan vulgar sahabatnya itu.


"Apa yang sedang kalian bahas sayang?" tanya Rey kepada istrinya yang baru saja datang bersama Radit.


"Bukan apa - apa kok. Sebaiknya kita pulang sekarang. Kasian pengantin baru pasti pingin cepat beristirahat," saran Dara yang di setujui oleh Rey.


Akhirnya Rey dan Dara berlalu pergi meninggalkan sepasang pengantin baru tersebut.


* * *


Di sebuah kamar hotel Presidential Suite. Kayla dibuat terpukau dengan interior kamar yang terlihat sangat mewah. Dilengkapi dekorasi cantik layaknya kamar pengantin baru, seperti ranjang berukuran king size yang dikelilingi selambu halus dengan taburan kelopak mawar merah, towel hotel yang dibentuk menyerupai sepasang angsa putih, serta lilin kecil yang ditempatkan di beberapa titik, semakin menambah suasana romantis pada ruangan kamar pengantin tersebut.


"Apa kamu suka?" bisik Radit seraya memeluk istrinya dari belakang.


"Iya," Kayla mengangguk.


Radit beberapa kali melayangkan kecupan pada ceruk leher Kayla yang membuat bulu kuduknya berdiri.


"Dit, gaunnya terlalu berat, aku ingin ganti pakaian kamu keluarlah dulu," pinta Kayla.


Radit tersenyum.


"Tapi aku malu," ucap Kayla lirih sambil tertunduk.


"Tidak usah malu. Sekarang aku akan membantumu melepas gaunmu. Kamu pasti kesulitan kalau melepasnya sendiri," tawar Radit.


"Tapi aku bisa sendiri,"


"Ssttt!" turuti saja.


Bisikan Radit seperti mantra bagi Kayla. Tubuhnya seketika beku ketika tangan Radit mulai menurunkan resleting gaun yang dikenakan Kayla hingga akhirnya kain yang telah membungkusnya seharian itu merosot jatuh ke lantai.


"Ahh! Dit aku malu," ucap Kayla yang hendak mengangkat kembali gaunnya, namun tangan Radit menghalanginya.


Kini Radit mengecup lembut bahu telanjang Kayla yang sedang membelakanginya. Tubuh Kayla yang kini hanya tertutup BH dan CD menyulutkan api gairah pria yang sedang asyik menggambar kupu - kupu merah di pundak dan leher Kayla.


Sejenak Radit menghentikan aksinya yang sempat membuat Kayla terlena.


"Kecil dan gampang menyusut. Akan aku buat kamu menarik kembali kata - katamu itu," bisik Radit. Hembusan napasnya membuat tubuh Kayla bergidik.


"Waktu itu aku kan cuma bercanda Dit," sanggah Kayla di sela hasratnya yang mulai muncul.


Radit memutar tubuh Kayla untuk berhadapan dengannya. Dia tersenyum hangat lalu mengecup kening Kayla dengan sangat lembut. Kemudian menggendong Kayla yang sudah setengah telanjang ala bridal style dan mendaratkan tubuhnya di atas ranjang dengan hati - hati.


"Apa harus malam ini?" tanya Kayla ragu yang mengerti apa yang akan dilakukan Radit selanjutnya.


"Memang kenapa? hm?" tanya Radit yang masih berdiri di samping ranjang dengan pakaian yang masih lengkap. Tentu saja Kayla dibuat semakin canggung dengan posisinya saat ini.


"Aku hanya belum siap saja. Lagian suasana macam apa ini? kamu menelanjangiku sedang bajumu masih lengkap di tubuhmu. Ini memalukan," protes Kayla yang langsung menelusup ke dalam selimut untuk menutupi tubuhnya. Wanita itu sangat malu saat ini.


"Hahaha. Ternyata kamu sudah tidak sabar ya?" goda Radit. Tangannya mulai melepas satu persatu kain yang melekat pada tubuhnya dan hanya menyisakan ****** ********.


Sepasang bola mata Kayla sontak membola melihat pemandangan eksotis di hadapannya sekarang. Tubuh suaminya begitu indab dan sexy di matanya. Namun Kayla langsung mengangkat selimut tebalnya sampai ke atas kepala. Rasa malu bercampur takjub bercampur jadi satu.


"Haha..kenapa kamu sangat menggemaskan sekali," Radit pun mulai menelusupkan tubuhnya ke dalam selimut yang sama dengan Kayla.


Pria itu mendekap tubuh istrinya dan memainkan tangannya pada permukaan kulit perut Kayla sehingga menciptakan sensasi yang menggelikan bagi Kayla.


"Radit hentikan! itu sangat geli sekali," pekik Kayla di sela tawa renyahnya. Suara tawa Radit juga terdengar pecah.


Kini Radit sudah berpindah di atas tubuh Kayla. Masih berada dalam balutan selimut tebal, Radit menatap lekat kedua netra Kayla. Meneliti setiap jengkal muka cantiknya. Mengagumi ciptaan Tuhan yang sedang berada di bawahnya sekarang.


Kedua pasang manik mata mereka saling terkunci. Suara tawa yang sempat memenuhi ruangan kini mulai tenggelam.


"Apa boleh aku memintanya malam ini?" Radit mencoba meminta ijin.


"Hmm, tapi jangan main kasar ya? karena aku masih perawan," pinta Kayla seraya memalingkan mukanya ke samping karena malu. Radit menatapnya begitu intens saat ini.


"Aku akan melakukannya dengan sangat hati - hati," ucap Radit lembut dengan suara yang terdengar parau karena sudah terselubung nafsu.


Kayla hanya mengangguk pelan.


Radit mulai melepas semua sisa kain yang menghalangi tubuh Kayla dan juga tubuhnya. Kini tubuh polos mereka saling bersentuhan tanpa ada gangguan, membiarkan rasa hangat kedua tubuh saling merambat.


Radit melesatkan ciuman penuh gairah pada bibir Kayla yang masih terpoles lipstik sisa make up yang memang belum sempat dibersihkan. Satu tangannya dengan lincah merambat dan menggerayang pada setiap inci tubuh Kayla, hingga akhirnya berhenti pada benda kenyal nan sintal dengan biji yang sudah terlihat menegang.


Radit menurunkan kepalanya dan menenggelamkan mukanya di antara gunung kembar Kayla. Memainkan dengan lidahnya sehingga terlihat basah.


"Ahhhh!" suara desahan Kayla terdengar merdu di telinga Radit. Membuat hasratnya kian melambung.


"Kamu sepertinya sudah siap," ucap Radit yang mengetahui titik pusat kenikmatan istrinya sudah basah.


"Akan aku lakukan sekarang," sambungnya lagi.


Raut muka Kayla terlihat tegang, melihat Radit mulai mengatur posisinya berada tepat di antara dua pahanya.


30 menit kemudian.


Kayla baru saja keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terbungkus Bathrobe. Dia terlihat segar setelah membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Wanita itu mendekati suaminya yang terduduk di atas ranjang dengan muka di tekuk.


"Dit, kamu masih kecewa ya?" tanya Kayla di sela usahanya menahan tawa.


"Kurang selangkah lagi, kita hampir saja melakukannya. Tapi kenapa tamu bulananmu harus datang di saat yang tidak tepat?" ucap Radit cemberut.


Iya, beberapa waktu yang lalu, di saat Radit akan melakukan penyatuan, darah bulanan keluar tanpa permisi dari lubang kenikmatan Kayla. Mau nggak mau, batangnya yang sudah menegang harus menganggur di malam pertama mereka.


"Sabar..., kan masih ada hari lain," Kayla mencoba menenangkan seraya mengusap lembut punggung Radit.


"Berapa hari datang bulanmu akan selesai?"


"Biasanya 7 hari,"


"Apa?! jadi aku harus nunggu sampai 7 hari? itu terlalu lama Kayla. Apa nggak bisa di persingkat?" protes Radit yang tampak frustasi.


"Mana bisa Dit, uluh..uluh.. suami aku lagi ngambek nih ceritanya. Cup cup cup, sini aku peluk dulu," goda Kayla seraya memeluk dan mengecup pipi suaminya.


Bersambung~~