Luka Cinta Dara

Luka Cinta Dara
Bab 23 Taman hiburan ( Dara, Kayla, dan Radit )



Halo para Reader tersayang. Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


✓Like 👍


✓Coment 💬


✓Rate 5 ⭐


✓Vote 💰


Agar Author semakin semangat nulisnya. Author tidak ada apa - apanya jika tanpa dukungan kalian🤗


🍂Selamat membaca🍂


Matahari mulai menjulang tinggi. Meskipun jam masih menunjukkan pukul 9 pagi, tapi panasnya terik sang surya sudah meratai Ibu Kota Jakarta. Kendaraan berlalu lalang memadati jalan raya. Kesibukan orang - orang dengan berbagai macam aktivitas seakan ikut meramaikan setiap harinya.


Pagi yang cerah, tapi tidak bagi hati Dara. Kejadian Kissmark tadi pagi buat dia sulit fokus dalam pekerjaannya. Kecewa, sakit hati, dan merasa dikhianati, semua rasa itu berkumpul menjadi satu.


Dara berdiri di depan dinding kaca besarnya. Menikmati pemandangan di bawah sana. Dia menamati beberapa manusia dengan berbagai macam ekspresi.


Ada yang terlihat bahagia dengan senyum lebarnya, bercanda gurau dengan temannya. Ada yang terlihat kelelahan karena habis mendorong grobak jualannya. Ada yang terlihat sedih, duduk di pojok taman sendirian. Dan bahkan ada pula dengan ekspresi menggoda layaknya pria mesum yang sedang menggoda wanita di sampingnya.


Namun mata Dara terhenti pada pria tersebut. Dia sangat mengenalinya. Dia adalah Radit bersama Kayla. Mereka terlihat memasuki gedung tempat Dara berdiri sekarang.


"Radit bukannya masih di Inggris?" Dara berbicara sendiri.


"Sepertinya aku akan kedatangan tamu," Dara tersenyum yakin.


Selang tidak lama, suara pintu yang terbuka kasar membuyarkan segala pikiran Dara yang berkecamuk.


Siapa lagi yang biasa membuka pintu dengan kasar kalau bukan Kayla. Kali ini dia tidak datang sendirian. Ada seorang pria tampan nan gagah mengekorinya.


"Halo cantik," sapa Radit dengan ciri khasnya.


"Hai Radit, kapan lo balik ke indo?" tanya Dara senang.


"Belum lama ko. Lo baik - baik saja kan Ra?" tanya Radit.


"Baiklah, lo ko nanyanya gitu sih?" Dara meneliti.


"Ya iyalah, dia tanya kayak gitu. Secara gue udah cerita tentang lo yang lagi dilanda galau," ucap Kayla nerocos.


"Dasar mulut ember lo!" seru Dara.


"Bukannya ember. Gue cerita ke Radit karena butuh info tentang Bella,"


"Lo seharusnya kasih tambahan bonus ke sahabat lo yang cerdik ini," nerocos Kayla lagi.


"Astaga..! itu mulut udah kayak kipas angin. Asal muter nggak mau berhenti," hardik Dara kesal campur ingin ketawa.


"I smell something fishy about Bella," ucap Kayla curiga.


"Something is not right," Radit menyela.


"As far as i can tell, Bella mencoba merebut Rey dariku," tambah Dara.


"Apa perlu kita kasih tahu Rey? tanya Kayla.


"Jangan dulu!"


"Lah, emang kenapa Ra?" Kayla penasaran.


Radit yang mendengar ucapan Dara mengerutkan kedua alisnya. Seperti Kayla, dia juga penasaran kenapa Dara melarang mereka memberitahu Rey tentang sebenarnya Bella.


"Bella lagi hamil. Sejauh yang gue tahu itu anak Rey,"


"Meskipun gue nggak 100% yakin sih,"


"Jangan sampai buat Rey marah, kalau tidak ingin bayi yang tak berdosa menjadi korban,"


Memang di balik sikap hangatnya kepada Dara dan keluarganya, Rey sebenarnya adalah orang yang memiliki tempramen tinggi. Dara tahu betul sifat suaminya itu. Maka oleh itu, dia selalu berfikir dua kali untuk menceritakan semuanya.


"Di saat tersakiti lo masih saja peduli dengan orang lain Ra," sela Radit dengan ekspresi heran, namun masih terselip rasa kagum di hatinya.


Suasana hening beberapa detik.


"Bagaimana kalau kita bersenang - senang saja," saran Radit, memecahkan suasana.


Dara dan Kayla saling melempar tatapan. Lalu dengan kompak melempar tatapannya ke arah Radit.


Radit terpaku karena mendapat tatapan mata kedua wanita cantik di depannya.


"Emmm. Tidak ada salahnya kita bersenang - senang agar tidak larut dalam kegalauan yang tiada ujung itu,"


"Kita kemana gitu kek,"


"Bagaimana kalau Climbing?!" saran Kayla yang bersemangat. Tersenyum lebar menampilkan serentetan giginya yang putihnya.


"No!!" tukas Dara dan Radit bersamaan.


"Gue masih sayang nyawa gue," Ucap Radit bergidik.


"Sama," Dara mengangguk setuju dengan ucapan Radit.


"Bagaimana kita ke clubbing?" saran Radit santai.


Sontak Kayla melayangkan buku yang ada di atas meja Dara ke arah Radit. Dengan Sigap Radit menangkisnya dengan kedua tangannya.


"Rusak lo Dit!" seru Kayla.


"Gue kan cuma bercanda," Radit cemberut.


"Gue ingin ke taman hiburan," ucap Dara dengan raut muka sulit dibaca.


Sekarang gantian Radit dan Kayla yang saling melempar tatapan dan dengan kompak beralih melempar tatap mereka ke Dara. Seakan membutuh kejelasan.


Dara menompangkan dagunya di atas kedua tangannya sembari menaik turunkan kedua alisnya. Seakan menunggu jawaban kesetujuan dari sarannya itu.


"Ayolah, kalau begitu gue setuju. Lagian hari ini tidak ada jadwal khusus di kantor. Kita bisa bersantai," ucap Kayla.


"Gue ngikut aja deh," tambah Radit.


"Oke, kita meluncur!" sekarang justru Dara yang terlihat bersemangat melangkah pergi duluan. Melewati Radit dan Kayla.


* * *


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya Dara, Kayla, dan Radit sudah sampai di halaman parkir taman hiburan terbesar di Ibu Kota. Mereka sudah berdiri di depan gerbang selamat datang.


Dara yang melangkah dengan sangat berantusias namun berhenti karena tangan Kayla menghadanginya secara tiba - tiba. Radit yang posisi berada di belakangnya mengerem otomatis langkahnya hingga hampir menabrak Dara yang berada di depannya.


"Apa lagi sih Kay?!" tanya Dara.


"Lo nggak berniat bermain di taman hiburan dengan cepol siput dan kacamata tebalmu itu kan?" Kayla bertanya agak sinis.


"Iya.. Iya.. Gue kan lupa!" Sewot Dara. Sembari memasukkan kacamatanya ke dalam tas dan melepas cepol siputnya. Mengurai rambutnya yang panjang, merapikan dan mengibas - ngibas rambutnya dengan jari - jarinya.


"Cantik banget kamu Ra," puji Radit di dalam hati. Melihat aksi Dara barusan membuat dia terpesona.


"Nah gitu dong! ayo kita masuk," ajak Kayla antusias.


"Tunggu!" sekarang gantian suara Radit yang terdengar.


Dara dan Kayla menoleh ke arah Radit bersamaan.


"Apa lagi sih?!" Dara dan Kayla sewot bersamaan.


"Apa kalian akan tetap memakai baju formal seperti itu?"


"Tidak lihatkah kalian, disini hanya aku saja yang berpakaian normal,"


"Orang - orang bisa ngira kalian itu asistenku," celoteh Radit sambil memperhatikan dari atas sampai bawah penampilan kedua wanita yang ada di depannya itu.


Dara dan Kayla otomatis memperhatikan penampilan mereka. Masing - masing masih ngenekan Blezere kerja, Rok span pendek selutut, dan sepatu pantofel tinggi. Mereka sempat tertawa menyadari baju yang mereka kenakan.


Selang tidak lama Dara dan Kayla kembali dari toko baju yang memang sudah ada di sekitar taman hiburan. Terlihat Kayla sudah mengganti bajunya dengan T'Shirt ketat berwana putih dengan bawahan celana jeans yang terdapat sobekan - sobekan kecil menghiasinya. Dara mengenakan dress mini polos sebawah lutut bewarna biru laut. Mereka terlihat sangat cantik.


Ketiga manusia dewasa itu sudah masuk ke dalam kawasan taman hiburan. Disana terdapat banyak wahana permainan, toko, restoran, dan gerai hiburan lainnya. Suasana taman hiburan tidak begitu ramai pengunjung, karena tidak ketepatan hari libur.


Wahana Roller coster raksasa adalah pilihan pertama mereka. Dara dan Kayla duduk paling depan dan Radit duduk di belakang mereka. Roller coaster membawa mereka ke tempat yang tinggi namun masih dengan kecepatan standar. Dan... Setibanya mereka di puncak.


"Aaaaaaaaaaaa !!!" semua penumpang berteriak sekeras - kerasnya. Tapi tidak untuk Radit. Dia hanya terdiam dengan raut muka tegang


Setelah Roller Coster berhenti, Dara dan Kayla turun dengan rambut yang sudah acak - acakkan seperti reog. Mereka bersorak sorai merasa puas. Radit yang sedari tadi diam mukanya pucat pasi. Dia berkali - berkali memegang dadanya berharap nyawanya tidak tertinggal di atas.


Lalu mereka lanjut masuk ke wahana rumah berhantu. Pertama masuk sudah terasa suasana mistis dan horor. Mereka berjalan beriringan saling bergandengan tangan. Dan tiba - tiba muncul sosok kuntilanak yang mencoba mendekati mereka.


"Aaaaaaa!" nereka berteriak dan suara Radit terdengar paling heboh.


Kayla yang terkejut reflek melayangkan pukulan mematikannya ke arah kuntilanak itu. Dan terus menghadiahkan bogemannya.


"Ampun mbak.. Ampun! sakit mbak!" keluh orang yang menyamar menjadi kuntilanak. Sungguh tragis nasib si kuntilanak.


Belum merasa lelah, mereka lanjut ke wahana Seaworld. Mereka berjalan menyusuri terowongan kaca raksasa. Menyaksikan maraknya kehidupan di bawah air. Sungguh indah sekali.


Setelah dirasakan lelah, mereka beristirahat di bangku taman yang sudah tersedia. Dara dan Kayla meluruskan kakinya yang terasa pegal karena terlalu lama berjalan. Dari jauh terlihat Radit yang datang membawa tiga minuman dingin.


"Fyuuh! capek gue. Habis ini pulang yuk!" pinta Kayla.


"Lagian gue nggak tega liat muka Radit yang sedari pucat kayak mayat hidup," cibir Kayla.


"Iya nggak seru ih. Apa Lagi pas di rumah berhantu tadi. Dia malah sembunyi di belakang kita - kita. Hahaha," ledek Dara


"Hahaha.. lo cowok bukan sih?" tambah Kayla.


"Diam lo pada ah!" ucap Radit sewot sedikit malu.


"Hahaha... " Dara dan Kayla tertawa beriringan.


"Habis ini mau kemana? Masih mau main atau pulang?" Radit mengganti topik.


"Gue udah capek nih," keluh Kayla.


"Hmmm. Tapi gue masih ingin main," Rengek Dara dibuat - buat.


"Astaga ni anak nggak ada capeknya apa?" seru Kayla.


"Ya udah kalian main berdua saja. Gue mau istirahat disini," ucap Kayla.


Akhirnya Dara dan Radit pergi berdua. Kali ini bukan wahana extreem yang dipilih Dara. Dia ingin menaiki Bianglala. Setelah antri panjang, akhirnya tiba giliran mereka.


Cekrek!


Cekrek!


Tanpa mereka sadari ada sosok lain yang sedang membuntuti mereka. Diam - diam mengambil gambar mereka berdua sedari tadi.


Bersambung~~


Jangan lupa mampir di karya author satunya lagi ya, masih on going. Ditunggu kunjungannya🥰