Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 98. Misi dari Pablo Picasso



...Dungeon 98. Misi dari Pablo Picasso....


Rencana untuk membebaskan adik-adik panti asuhan tempat Keisha dibesarkan bukanlah omong kosong Shinji, dia pun mengundang Pablo Picasso untuk bertemu di hotel Nexus.


Shinji pun sekalian memperkenalkan hotel miliknya dan Pablo pun terkagum dengan bangunan modern selama perjalanan menuju ruang pertemuan


Dan, setibanya di ruang pertemuan. Shinji sudah berada di ruangan itu yang mana dia pun berdiri dan menyambut nya.


"Selamat datang Tuan Picasso di hotel ku ini!"


"Tuan Shinji, penginapan Anda memang luar biasa! Apakah anda tidak ingin membangun nya di luar Dungeon?"


Shinji pun tersenyum, "Aku akan mempertimbangkan nya. Mari silahkan duduk!"


Lalu, Pablo pun duduk di sofa panjang dan Shinji di sofa satu.


"Jadi, ada apa Tuan Shinji mengundang saya?" tanya Pablo yang membuka pembicaraan.


"Anda memang menarik dan suka berbicara langsung ke inti. Baiklah, Aku juga akan langsung ke Inti." Shinji menatap tajam Pablo. "Aku ingin membeli Keisha dan semua keluarga nya di panti asuhan."


Pablo pun tersenyum, "Seperti nya. Tuan Shinji sudah tahu semua. Baiklah, Aku tidak ingin uang tapi aku ingin anda menghancurkan perusahaan dagang budak yang anda di barat Prontera."


"Baiklah, itu masalah yang mudah."


Pablo pun menundukkan kepalanya, "Terimakasih, Tuan Shinji."


"Sama-sama."


Seusai perundingan itu, Shinji membiarkan Pablo menikmati fasilitas yang ada di Hotel Nexus.


Lalu, Shinji memanggil Satoru untuk menemui nya.


"Caos!" sapa Satoru yang masuk ke ruang pertemuan dengan bersikap santai.


"Satoru, aku punya misi untuk mu!"


"Katakan kepada ku, Master! Aku siap kapanpun," jawab semangat Satoru.


Mendengar jawaban Satoru yang santai, Ichi pun menegurnya.


[Satoru, bersikap lah hormat kepada Master!]


"Aku sudah bersikap hormat lho. Kamu saja yang seperti Nenek berisik!" jawab Satoru kepada Ichi.


Mendengar itu, Shinji pun tertawa kecil. "Hahaha ... aku senang melihat kedekatan kalian."


Satoru dan Ichi sontak menghentikan perdebatan lalu, menghadap kearah Shinji.


[Master, kami minta maaf.]


"Hehehe ..." jawab tawa kecil Satoru.


"Kembali ke topik awal, aku ingin kalian menghancurkan dan membunuh semua orang yang ada di perusahaan budak Prontera bagian barat. Lalu, satu lagi. Gunakan black armor agar identitas kalian tidak diketahui!"


"Baik, Master!" jawab serempak Satoru dan Ichi.


Setelah itu, Satoru pun pergi ke Prontera dengan mengunakan Gate lantaran dia pernah ke Prontera sebelum nya.


Malam harinya, Satoru pun tiba di perusahaan dagang yang mana perusahaan itu memiliki gedung yang besar dan memiliki penjaga yang ketat.


"Target di konfirmasi. Ayo Ichi! Kita bantai mereka!" ucap senang Satoru.


[Baik, Satoru.]


Lalu, Satoru pun mengenakan Black Armor nya yang mana Armor itu penyatuan antara Ichi dan Satoru.



"Si- Siapa kamu? Bjingan!" seru penjaga yang ada didalam seraya mengangkat senjata.


"Aku adalah Shadow, sang perampas! Aku akan menjarah semua harta kalian!" ucap bangga Satoru.


"Jangan harap! Semua nya serang dia!" seru para penjaga didalam ruangan.


Melihat itu, Satoru tersenyum dan merapalkan skill nya.


"Extra Skill. Mata Pengetahuan."


Sesaat kemudian, seluruh ruang di sekitar Satoru melambat lalu, dia dengan cepat melangkah dan menebas satu persatu penjaga tanpa ada perasaan iba sedikit pun.


Lalu, diantara para penjaga itu ada yang mengunakan senjata pedang dan mengayunkan pedang itu dengan lihai meski begitu gerakan nya masih jauh lambat dibandingkan dengan Satoru dan dia pun berhasil mengalahkan nya.


Seusai Satoru mengalahkan pria lihai pedang kini dia berhadapan dengan pria yang mengenakan jubah hitam dengan tongkat kayu nya.


"Penyihir kah? Datanglah!" ucap senang Satoru.


"Bandit tidak tahu diri, rasakan sihir ku!" Lalu penyihir melesatkan sihir nya.


"Wind Blade!"


Sebuah sabetan pedang pun terbentuk dan melayang kearah Satoru.


"Ichi, perisai sihir!"


Lalu, Ichi pun melesatkan perisai sihir dan menangkis serangan sihir dari Penyihir itu.


"Apa? Bagaimana mungkin?!" ucap kaget Penyihir.


Satoru yang melihat itu, dia tersenyum remeh dibalik kain penutup mulutnya.


"Apakah tidak ada sihir yang lebih kuat lagi?" tanya remeh Satoru.


"Jangan remehkan aku!" Lalu, penyihir itu melesatkan sihir lebih tinggi. "Fire Tornado!"


Sihir yang berbentuk pusaran itu pun terbentuk dan melesat menyerang Satoru. Namun, serangan nya gagal kembali dan tidak bisa menembus perisai sihir Ichi.


Melihat itu, penyihir ketakutan. "Ba-bagaimana mungkin?!" seru takut penyihir hingga dia mundur satu langkah. Lalu, dia tersadar akan sosok Ichi yang mana dia mengeluarkan lingkaran sihir. "Mungkin kah kamu, Tentara Bayaran Dungeon Nexus?!"


Satoru tersenyum kecil dibalik helm, "Ichi, Teleport!"


Sesaat kemudian, Satoru sudah berada dibelakang Penyihir dan penyihir itu pun menoleh kebelakang yang mana dia terkejut melihat Satoru ada dibelakang nya.


"Mati lah!" ucap Satoru seraya menebas penyihir tersebut.


Penyihir itu pun jatuh tidak bernyawa lagi dan petarung pun selesai yang mana dihadapan Satoru banyak orang yang sudah tidak bernyawa tergeletak di lantai.


"Ini adalah akibat ulah kalian sendiri," ucap dingin Satoru.


Setelah itu, Satoru melanjutkan langkahnya dan mengambil harta serta membakar semua dokumen.


Karena api yang digunakan Satoru cukup besar hingga menyambar ke barang yang lain hingga gedung itu pun terbakar dan Satoru meninggalkan nya.


Keesokan harinya, kejadian itu dianggap sebagai penyerangan dari bandit.


Dan, dihari yang sama. Keisha kembali ke panti asuhan yang ada di Prontera yang mana dia menjelaskan tentang hutang nya yang telah berhasil dilunasi nya dengan persyaratan panti asuhan akan pindah ke kota kecil, Ryu yang mana sebuah kota yang dibangun oleh Albert atas perintah Shinji.


Tanpa ada penolakan, penjaga dan anak-anak panti bermigrasi ke Kota Ryu ditemani oleh Keisha yang memutuskan untuk tinggal disana.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...