
...Dungeon 99. Albert membangun Desa menjadi Kota....
Albert yang diutus oleh Shinji untuk membangun Desa Ryu mulai dilaksanakan yang mana dia membangun beberapa fasilitas dengan mudah dan cepat. Hal itu membuat semua warga terkagum-kagum.
Dan, Albert sendiri saat ini sedang berada di ujung desa dengan meluruskan tangan nya.
"Build. Stone Stronghold."
Gruk! Gruk!
Suara gemuruh terdengar di penjuru desa disertai dengan gempa yang cukup kencang.
Yang mana hal itu disebabkan terbentuk nya tembok batu setinggi 5 meter yang mengintari desa Ryu dalam sekejap mata.
Semua warga tersenyum senang terutama Mia.
"Tuan Albert memang luar biasa! Saya tidak berhenti-henti nya kagum kepada anda."
Albert pun tersenyum kecil. "Mia, kamu terlalu memuji."
Di desa Elf terlihat seorang gadis Elf bertengkar dengan ayah nya.
"Maaf, ayah. Saya akan meninggalkan rumah ini!" seru tegas gadis Elf.
"Ap ... Apa yang kamu lakukan. Selena?" ucap marah sang ayah Elf yang berusaha menghentikan putrinya.
"Aku tidak akan menerima nya, Ayah!" ngelak Selena.
Gadis yang bernama Selena itu bukanlah tanpa sebab dirinya menolak lantaran dia akan dijodohkan dengan adik dari Albert, Raul Harrifenas.
Yang mana sebelumnya, Selena sudah bertunangan dengan Albert namun, sejak Albert meninggalkan desa Elf. Dia harus menikah dengan Adiknya Raul Harrifenas.
Keluarga Harrifenas dimata keluarga Selana merupakan penyelamat tanah dan wilayah yang mana sebelumnya tandus dan berkat bantuan keluarga Harrifenas, Selena dan sekeluarga bisa hidup damai kembali.
Meski Selena jarang bertemu dengan Albert namun, dia yakin Selena merupakan Pemuda yang baik dibandingkan dengan adik nya, Raul
"Jika itu Albert maka aku akan bersedia melakukan nya tapi tidak dengan adik nya!" jawab tegas Selena.
Mendengar itu, Sang Ayah menghela nafas panjang. "Meski begitu, dia yang mewarisi wilayah Harrifenas, Selena. Jika membatalkan pertunangan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tanah kita ini."
"Tidak, Ayah. Aku sama sekali tidak akan melakukan nya dan lebih baik mati!" seru Selena seraya bangkit diri dari duduk nya dan mengeprak mejanya.
Setelah itu, Selena pergi meninggalkan rumah nya dan membawa beberapa barang yang diperlukan. Tujuan nya pergi ke Nexus Dungeon.
Seminggu kemudian, desa Ryu kini telah berubah menjadi Kota Ryu yang mana Albert membangun beberapa bangunan dari skill Building nya dan berkat bantuan dari Lunox kini skill unik Building telah berubah menjadi
Construction System.
Sebuah kemampuan yang tidak hanya memiliki kemampuan membangun akan tetapi mampu menjadi benda lain nya seperti senjata, perabotan dan kontruksi kecil lainnya.
Mengetahui hal itu, Shinji pun memberikan perintah untuk mengembangkan teknologi sipil kepada Albert.
Dan, Albert sendiri saat ini sedang berada di dekat sumur besar seraya melamun melihat gambar pompa air yang diberikan oleh Shinji.
Mia yang melihat Albert melamun, dia sontak menghampiri nya.
"Tuan Albert, ada apa?" tanya Mia.
"Aku diperintahkan untuk membuat pompa air," jawab Albert.
Mendengar ucapan, Mia mengerutkan keningnya. "Pompa Air? Apa itu?"
Lalu, Albert pun memberikan gambar pompa Air kepada Mia dan membuat nya terheran.
"Ini kah pompa air? Seperti tiang saja," komentar Mia saat melihat gambar.
"Lebih baik, aku mencoba nya."
"Iya, saya akan membantu," jawab Mia.
Lalu, Albert memberikan perintah kepada Drone milik nya yang bernama Gaia.
"Gaia, berikan aku bongkahan besi!"
"Gaia, tutup bagian atas sumur!"
Lalu, Gaia mengunakan sihir tanah kembali dan menutup sumur.
"Terimakasih, Gaia. Selanjutnya adalah tugas ku!" ucap Albert.
Seusai itu, Albert memegang sekotak besi itu dan merapalkan skill nya.
"Construction."
Sesaat merapalkan skill itu, sekotak besi berubah menjadi cair dan berbentuk pompa tangan dengan tuas dan pipa besi nya.
Mia yang melihat itu, dia pun terkagum.
"Wow, jadi itu kah pompa tangan manual. Apakah tidak mengunakan sihir?" ucap Mia.
"Benda ini tidak mengunakan sihir dan semua orang bisa menarik nya," ucap Albert.
"Hah?" bingung Mia.
Albert hanya tersenyum lalu, dia pun merakit pompa tangan dan memasangnya diatas sumur.
Lalu, Albert memasangnya dengan teliti menurut gambar.
Dan, setelah beberapa lama Albert selesai memasang nya dan mencobanya yang mana air pun keluar dengan deras dari lubang besar pipa.
"Wow, luar biasa sungguh praktis!" ucap kagum Mia.
Tidak hanya Mia beberapa warga yang melihat Albert terkagum lantaran teknologi yang baru mereka lihat.
Albert hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Saat kemudian, lonceng dari menara pengawas berbunyi disertai suara warga yang sedang berjaga.
Teng! Teng!
"Goblin! Goblin! Ada sekawanan Goblin!"
Albert yang mendengar itu, dia sontak berlari kearah menara pengawas untuk melihat keadaan nya.
Lalu, setibanya disana terlihat lah sosok wanita Elf yang sedang dikejar oleh beberapa Goblin dan Albert pun mengenali wanita Elf tersebut.
"Selena?! Kenapa dia ada disini?" gumam Albert. Namun, Albert tahu situasi sedang genting maka dari itu, dia sontak mengambil busur dan Quiver nya yang mana dalam Quiver ada banyak berbagai jenis anak panah dari cincin penyimpanan nya.
Lalu, Albert mengambil salah satu anak panah nya yang berwarna merah dengan garis tiga. Setelah itu, dia pun menarik anak panah itu dan dilesatkan kearah tanah depan Goblin.
Yang mana sesaat kemudian, busur itu mengeluarkan lingkaran sihir dan berubah menjadi sihir Fire wall hingga membuat jalan Goblin tertutup dan para Goblin menghentikan pengejaran.
Selena yang melihat itu, dia pun tersenyum lalu, berhenti didepan pintu desa dan melihat kearah Albert.
"Albert, lama tidak bertemu!" ucap kencang Selena.
Albert pun tersenyum dan mengangguk kepalanya.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...
Selena
Hei, Guys. Terimakasih kepada teman-teman yang sudah setia membaca novel ku ini meski alur nya sedikit membosankan dan banyak nya Typo, Mohon dimaafkan.. Hehehe ..
Dan, terimakasih juga telah menemani ku selama setahun ini dengan membaca, memberikan like, gift dan vote nya. Karena dukungan kalian lah aku masih tetap menulis dan update setiap hari nya.
Semoga di Tahun depan kita semua selalu diberikan kesehatan jasmani dan Rohani serta di tahun yang akan datang, aku bisa menulis lebih baik lagi.
Terimakasih dan;
...Selamat tahun baru 2023...