Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 95. Penyerangan Desa Ryu Part I



...Dungeon 95. Penyerangan Desa Ryu Part I...


Bangun di pagi hari dengan Elf yang sangat cantik tanpa busana disampingnya merupakan mimpi bagi para pencinta Fantasy.


Mengingat itu, Shinji yang sudah bangun lebih dahulu daripada Vera. Dia menghadapkan dan memandangi Vera yang sedang tertidur pulas.


Melihat kecantikan nya itu, Shinji pun membelai rambut hingga pipinya. "Sungguh cantik. Aku sungguh merasa beruntung hidup di dunia lain," batin Shinji.


Sesaat kemudian, Lunox memberitahukan sesuatu.


[Master, desa Ryu di serang oleh prajurit kerajaan lain.]


Laporan itu merupakan salah satu kemampuan dari Lunox juga yang mana dia mampu mengawasi seluruhnya wilayah selama dalam kekuasaan Nexus Dungeon.


Mendengar itu, Shinji sontak beranjak bangun dan bersandar di depan kasur. "Tunjukkan kepada ku!"


Lalu, layar udara pun terbuka yang mana menunjukkan beberapa prajurit membunuh warga yang melawan serta menyandera nya di pusat desa akan tetapi Arina kabur berlari kearah Dungeon namun, dikejar oleh para prajurit.


Melihat itu, Shinji teringat kembali akan pertemuan nya dengan Arina yang mana dia juga dikejar oleh bandit. "Diserang lagi? Kenapa?"


[Master, Desa Ryu merupakan daerah perbatasan antara ketiga kerajaan Bellanova, Kekaisaran Bahamut dan Kerajaan Re Zero. Lalu, Kekaisaran Bahamut dan Kerajaan Re Zero tidak memiliki hubungan yang harmonis dan mereka sering saling berselisih.]


Mendengar itu, Shinji mengangguk kepalanya. "Oh, begitu. Yang berarti, bandit sebelum nya merupakan bandit dari Bahamut atau Re Zero." Shinji pun menyesali sesuatu. "Ahh, sial! Andai saja waktu itu aku membiarkan satu dari mereka hidup. Aku bisa mengorek informasi dari nya."


[Master, apa perintah anda?]


Shinji memikirkan sesuatu, "Iya, seperti nya aku ingin mencoba melihat kemampuan dari Boss. Lunox, utus Adam untuk menyelamatkan Arina dan warga desa Ryu! Aku tidak ingin budak kesayangan ku terluka apalagi mati!"


[Dimengerti!]


Ucapan Shinji itu membuat Vera terbangun dari tidur nya dan melihat Shinji. "Master, ada apa?"


Lalu, Shinji pun melihat kearah Vera dan mengelus-elus rambut Vera disertai senyuman. "Tidak apa-apa. Hanya ada serangga yang masuk ke wilayah."


Vera pun tersenyum, "Oh, begitu. Anu ... Master, apakah anda ingin melanjutkan?"


"Jika kamu tidak keberatan."


Vera menggelengkan kepalanya dan tersenyum, "Tidak masalah. Aku ingin lebih."


Mendengar itu, Shinji sontak mencium Vera dan melanjutkan permainan ranjang nya.


"Aku sungguh berterimakasih kepada Virus Afrodisiak," batin Shinji ditengah memainkan tubuh Vera.


Ditempat yang berbeda, Arina sedang dikejar-kejar oleh kedua prajurit yang mana dia hendak ke Dungeon Nexus.


Tidak lama kemudian, Arina pun tersandung dan jatuh yang membuat kedua prajurit itu senang.


"Hahaha ..." tawa senang salah satu prajurit yang berjalan menghampiri Arina dan mengangkat pedang nya keatas yang mana dia hendak menebas Arina.


Arina yang melihat itu, dia hanya bisa menangis dan menutup matanya seraya meminta tolong didalam batin nya.


"Tuan Shinji, saya mohon!"


Sesaat kemudian, muncul lingkaran sihir di dekat Arina yang membuat langkah prajurit itu berhenti dan mundur beberapa langkah.


"Ap- Apa itu?!" seru panik prajurit.


Tidak lama kemudian, keluar lah sosok Skeleton yang mengenakan tudung yang menyatu dengan jubah hitam nya serta kedua tangan yang disarungkan artefak dan dia Adam.


Sesaat kedua prajurit itu melihat Adam, mereka semakin ketakutan.


"Si-Siapa kamu?!" tanya salah satu prajurit.


Adam pun tidak menghiraukan nya, dia menatap tajam prajurit yang membawa pedang dan meluruskan tangan nya dengan menadahkan tangan nya keatas. Lalu, merapalkan sihir nya.


"Grasp Heart."


Sihir tingkat SS yang mampu menghancurkan jantung target dalam sekejap.


"Aa!" teriak kesakitan prajurit dan mati dalam sekejap.


Prajurit lain yang melihat itu, dia sontak berbalik badan dan melarikan diri. "AA!"


Menyadari itu, Adam melontarkan sihir yang kegelapan nya.


"Dark Bullet."


Sebuah peluru dari bayangan pun terbentuk dan melesatkan kearah prajurit yang sedang melarikan diri hingga membuat prajurit itu juga mati.


Mendengar suara teriakan, Arina pun membuka matanya yang mana dia terkejut melihat sosok berjubah di depannya. Lalu, dia dengan panik melihat sekitar nya yang mana kedua prajurit yang mengejar nya sudah tidak bernyawa lagi.


"Siapa kamu?" tanya Arina.


Adam yang mendengar itu, dia pun berbalik badan dan menghadap Arina yang mana membuat Arina ketakutan melihat sosok tengkorak nya.


"Nona, tidak perlu takut! Saya Boss keempat Nexus Dungeon, Adam bertugas untuk membantu anda!" ucap Adam.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...