Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 96. Penyerangan Desa Ryu Part II



...Dungeon 96. Penyerangan Desa Ryu Part II...


Setelah Arina mengetahui bahwa sosok tengkorak yang ada dihadapannya merupakan unit Boss dari Nexus Dungeon, dia pun menjadi lebih tenang.


"Nona, minumlah potion ini untuk menyembuhkan luka anda!" seru Adam seraya memberikan potion kepada Arina.


"Terimakasih, Tuan Adam," jawab Arina yang menerima potion itu dan meminumnya yang mana sesaat kemudian, seluruh luka Arina langsung sembuh.


Lalu, Adam pun menghampiri salah satu jasad prajurit yang didekatnya. "Baiklah, sekarang waktunya memanggil bantuan." Adam meluruskan tangan dan merapalkan Sihir nya.


"Create Medium Undead. Death Knight.


Sesaat kemudian muncul gumpalan hitam diatas jasad prajurit dan masuk kedalam jasad setelah itu, gumpalan hitam memunculkan sosok tengkorak raksasa yang mengenakan zirah, tameng dan pedang.



Setelah sepenuhnya terbentuk, Adam pun memberikan perintah nya.


"Death Knight. Bunuh semua prajurit yang ada di Desa!"


Tanpa ada jawaban, Death Knight pun berlari ke desa.


Lalu, Adam menoleh kearah Arina. "Nona, anda sudah bisa bangun?"


Arina pun mengangguk kepalanya, "Iya, Tuan Adam," jawab Arina seraya bangkit berdiri.


"Ayo kita ke desa!" seru Adam.


Arina pun mengangguk kepalanya dan mereka berjalan kembali ke desa.


Setibanya di desa, Arina dan Adam disungguhi oleh jasad prajurit yang melayang dari tameng Death Knight. Lalu, ada beberapa prajurit yang ingin lari namun, Death Knight menghentikan dan menebaskan nya.


"Monster sialan!" seru salah satu prajurit yang mengayunkan pedangnya ke punggung Death Knight namun, pedang itu patah dan membuat Death Knight melihat nya lalu, mengayunkan pedangnya prajurit hingga terbelah menjadi dua.


Pembantai sepihak pun terjadi hingga komandan mereka terdiam. Ada pun bangsawan disana yang ketakutan.


"Siapapun! Cepat bunuh monster ini! Aku akan berikan 200 ribu Libra!"


Meski tawaran itu mengiurkan namun para prajurit enggan untuk menyerang nya lantaran takut akan Death Knight.


Suara berisik dari bangsawan itu membuat Death Knight menghampiri nya hingga membuat bangsawan ketakutan.


Bangsawan itu terus melakukan penawaran seiring dengan Death Knight yang semakin dekat.


"Selamat aku! Aku akan berikan 500 Ribu! Bukan, 1 juta!"


Dan, setibanya didepan bangsawan. Death Knight sontak mengayunkan pedangnya dan membelah tubuh bangsawan menjadi dua secara horizontal.


Komandan yang tidak jauh merasa kesal kepada dirinya sendiri lantaran tidak bisa menyelematkan tuan nya. "Sialan!"


Lalu, Komandan prajurit itu pun memberanikan diri berlari mengayunkan pedangnya diikuti oleh sisa prajurit akan tetapi Death Knight dengan mudah menebas kepala Death Knight mereka dan semua prajurit terbunuh.


Adapun beberapa warga Ryu yang tersandera menjadi ketakutan melihat Death Knight tersebut.


Menyadari itu, Adam menghentikan perintah Death Knight.


"Death Knight, berhenti!" seru Adam.


Perintah Adam itu pun membuat Death Knight dalam posisi siaga dan para warga sontak melihat kearah sumber suara yang mana mereka sontak senang melihat Arina.


"Arina!" seru salah satu warga.


Arina yang melihat pertarungan sudah usai, dia sontak berlari melepaskan ikatan para warga dan membebaskan nya. Lalu, dia saling berpelukan dengan para warga.


Melihat itu, Adam pun menghampiri mereka. "Kalian tidak apa-apa?"


Saat Adam bertanya itu, semua warga sedikit ketakutan melihat sosok Adam. Namun, Arina menenangkan nya.


"Dia Boss keempat dari Nexus Dungeon, Tuan Adam."


Adam pun menaruh tangan nya di dada dan menundukkan kepalanya. "Salam kenal, semua!"


Salah satu warga sontak bangun dan memegang tangan Adam. "Terimakasih, Tuan Adam telah menyelamatkan desa kami."


"Berterimakasih lah kepada Master, Saya hanya menjalankan perintah."


Beberapa saat kemudian, sekelompok prajurit berkuda datang dengan baju zirah yang berbeda.


Lalu, salah satu warga datang menghampiri Adam dan warga lainnya.


"Gawat! Pasukan penyihir Kekaisaran Bahamut mengepung desa!" seru panik warga.


"Apa?!" kaget warga yang lain.


Memahami situasi itu, Adam sontak menoleh kearah Death Knight dan memberikan perintah.


"Death Knight. Bunuh para menyihir yang mengepung desa!" Lalu, Adam kearah Arina dan warga lainnya. "Kalian bersembunyi lah! Serahkan mereka kepada ku!"


Para warga pun sontak mengungsi ke tempat yang aman dan Death Knight berlari kearah penyihir akan tetapi para penyihir merapalkan sihir pemanggil yang mana memunculkan sosok monster terbang dengan pedang cahaya di kedua tangan nya yang mana mereka berhasil membunuh Death Knight.


"Angel Golem. Sungguh menarik!" gumam Adam.


Lalu, Adam pun menghampiri para penyihir itu dan berdiri dihadapan kepungan para penyihir dengan mengenakan topeng.


Melihat Adam yang berdiri dengan mereka, pemimpin penyihir itu mempertanyakan Adam.


"Siapa kamu?"


"Salam kenal, para penyihir! Namaku Adam dan aku memiliki hubungan dengan desa ini."


"Apa kau ingin memohon untuk mengampuni nyawa penduduk desa itu?" tanya pemimpin penyihir dengan nada remeh.


"Tidak, sebenarnya. Kalian sungguh lancang memasuki Wilayah dari Nexus Dungeon. Ini benar-benar membuat Master tidak senang."


"Tidak senang, sombong sekali kau. Penyihir rendahan! Lalu, kau mau apa?" tanya remeh pemimpin penyihir.


"Menyerah lah dan serahkan nyawamu maka kau tidak akan merasakan rasa sakit! Akan tetapi, jika menolak kau akan mati sengsara karena kebodohanmu sendiri."


Mendengar itu, komandan penyihir sontak kesal dan memerintahkan anak buah nya.


"Perintah kan para malaikat untuk menyerang nya!"


Lalu, kedua malaikat menyerang dan menusuk Adam.


Akan tetapi ucapan pemimpin berhenti saat kedua malaikat meronta-ronta tidak bisa melepaskan tusukan nya.


Dan, hal itu terjadi lantaran Adam memegang kedua kepala malaikat tersebut.


"Aku katakan sekali lagi. Menyerah lah dan serahkan nyawamu! Seharusnya, kau mendengar peringkat orang baik-baik!" ucap dingin Adam.


Semua penyihir disana terkejut melihat Adam yang masih hidup dan tidak terluka sedikitpun dengan tusukan malaikat.


"Mustahil!"


"Pasti dia mengunakan semacam trik!"


Lalu, Adam pun menjawab nya dengan santai.


"Sihir peniadaan serangan fisik tingkat tinggi. Ini Skill pasif untuk meniadakan senjata rendahan dan serangan monster."


Setelah menjawab itu, Adam membanting kedua malaikat hingga mereka menjadi gelembung.


"Kali ini giliran ku. Rasakan lah kematian dari ku!"


Mendengar itu, Komandan penyihir ketakutan dan memerintahkan anak buahnya nya.


"Semua malaikat, Cepat serang dia!"


Sebelum melakukan serangan, Adam merapalkan sihir nya.


"Negative Burst."


Sebuah kubah hitam muncul dari Adam yang mana semakin besar dan meniadakan semua panggilan monster kelas rendah.


Melihat puluhan malaikat yang dipanggil nya menghilang komandan penyihir sontak terkejut.


"Musta ... Hil ..."


Melihat kemampuan Adam, para penyihir sontak panik dan melesatkan sihir nya kepada Adam secara terus menerus akan tetapi Adam mengunakan perisai sihir untuk menangkisnya dan tidak ada satu sihir pun yang melukai nya.


"Hanya segini kah kemampuan sihir kalian?" tanya remeh Adam.


Mendengar itu, Komandan penyihir sontak memerintahkan malaikat besar yang berada disampingnya.


"Principality of Observation! Serang dia!"


Sesaat kemudian malaikat besar itu mengeluarkan pedang dan melayang kearah Adam serta mengayunkan pedang nya itu kearah Adam akan tetapi Adam dengan mudah menangkap pedang tersebut.


"Seperti nya, saya harus menunjukkan sihir yang sebenarnya!" Adam menunjukkan jari nya kearah malaikat besar itu dan merapalkan sihir nya. "Hell Flame."


Sesaat kemudian, muncul dari jari Adam sebuah api hitam kecil yang melayang kearah malaikat besar lalu, sesaat mengenai tubuh malaikat. Api itu membesar hingga menghilang sosok malaikat tersebut.


Hal itu membuat penyihir dan komandan nya terkejut takut.


"Lenyap dalam sekali serang!"


"Mustahil, malaikat tingkat tinggi dihabisi dengan satu sihir?!" ucap panik komandan penyihir.


Lalu, penyihir yang panik. Dia sontak bertanya kepada komandan nya.


"Kapten, Apa yang harus kita lakukan?"


Mendengar itu, kapten mereka teringat sesuatu dan mengambil kristal besar dari saku nya.


"Panggil malaikat terkuat!" jawab kapten dengan memamerkan kristal besar.


"Ehh ... Menarik! Tunjukkan lah kepada ku!" jawab remeh Adam.


"Lihatlah, wujud malaikat terhebat! Dominion of Authority!"


Sesaat memanggil nama itu, kristal besar itu mengeluarkan cahaya terang dan mewujudkan malaikat Golem raksasa diatas mereka.


"Oh, jadi ini kah malaikat terkuat kalian?" tanya santai Adam.


"Benar! Aku putuskan mengunakan harta ini untuk menghabisimu. Lepaskan Holy Smite!"


Sesaat memberikan perintah itu, tombak yang dipegang oleh malaikat raksasa menjadi butiran cahaya lalu, berubah menjadi sihir cahaya tingkat tinggi seperti laser yang menyerang Adam dari atas.


Komandan penyihir itu pun tersenyum bangga akan tetapi, dia terkejut saat mendengar suara tawa dari Adam.


"Hahaha .... Ini kah serangan dari malaikat Golem terkuat kalian!"


Lalu, tidak lama sihir pun habis dan Adam masih berdiri teguh tanpa luka.


Hal itu tentu membuat komandan penyihir terkejut takut begitu juga para penyihir nya.


"Kali ini giliran ku!" seru Adam seraya meluruskan tangan dan merapalkan sihir nya.


"Nirvana."


Sesaat kemudian, muncul bola hitam dari tangan Adam dan melayang kearah malaikat raksasa lalu, malaikat itu pun terhisap oleh bola kecil dan sosok nya pun menghilang.


"Kekuatan melebihi dari raja Iblis. Siapa kau sebenarnya?" ucap heran Komandan penyihir.


"Aku Adam, Boss lantai keempat Nexus Dungeon."


Mendengar itu, komandan penyihir sontak terkejut. "Nexus Dungeon? Mungkin kah Dungeon yang menghancurkan pasukan kerajaan dan mengalahkan calon raja Iblis!"


"Benar sekali dan aku hanya unit Boss disana!"


Komandan penyihir itu pun sontak berlutut dan bersujud. "Tuan ampunilah kami, Tidak- Tolong ampuni aku ini saja! Jika saya dibiarkan hidup saya siap melakukan apapun!"


"Aku tidak tertarik jadi hentikan perlawanan sia-sia mu dan berbaringlah dengan tenang di neraka! Sebagai belas kasih, ku bunuh kau tanpa rasa sakit!"


Seusai mengatakan itu, Adam meluruskan tangan dan merapalkan sihir nya.


"Bone Chaos."


Sesaat kemudian, semua komandan dan penyihir mengeluarkan tulang dari tanah bawah mereka yang membuat mati tertusuk oleh tulang besar tersebut.


Setelah itu, Adam melihat ke langit. "Sudah Selesai." Adam melihat kearah para penyihir yang sudah menjadi jasad. "Baiklah, waktu nya pulang dengan oleh-oleh untuk para Werewolf dan Goblin."


Lalu, Adam pun memasukan semua jasad manusia dan kembali pulang ke Nexus Dungeon.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...