Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 94. Satoru dan Pohon Iblis



...Dungeon 94. Satoru dan Pohon Iblis...


Desa Gale merupakan desa yang berada di wilayah Kekuasaan Dungeon Nexus.


Sekitar 200 tahun yang lalu, desa ini sangat makmur karena ladang gandum nya akan tetapi sejak bertumbuh pohon Cemara iblis yang semakin hari semakin tinggi hingga membuat matahari tertutup oleh nya dan membuat ladang gandum selalu gagal panen maka dari itu, warga di desa ini terpuruk kemiskinan akan tetapi sejak berada di wilayah Nexus Dungeon kehidupan mereka terjamin oleh bantuan Nexus Dungeon..


Meski begitu, warga desa masih resah. Takut-takut Nexus Dungeon menghentikan bantuan pangan kepada mereka.


Karena alasan itulah Satoru ditemani Ichi berdiri dengan pohon Iblis yang sudah berumur 200 tahun. Sebuah pohon Cemara raksasa yang memiliki diameter empat meter serta tinggi 70 meter.


Melihat itu, Satoru terbujuk kagum. "Besarnya! Inikah pohon besar?"


Lalu, Ichi pun menjawab nya.


[Jawab. Tentu saja, Satoru. Pohon ini sudah berumur 200 tahun bahkan sebelum kamu lahir.]


"Hehehe ... Benar juga!" ucap tawa kecil Satoru dengan menggarukan kepala belakang nya. "Oke, Ichi. Sekarang, waktu nya bekerja!"


[Jawab. Oke!]


Setelah itu, Satoru pun mengambil kapak tulang naga yang mana setiap orang yang menjalan misi penebang pohon Iblis akan dikasih pinjam kapak tulang naga. Hal itu harus dilakukan lantaran kapak biasa tidak akan menebus kayu pohon Iblis satu inci pun.


"Yosh, aku akan mulai!" ucap Satoru dengan menggulung lengan baju dan mengambil kapak.


Lalu, Satoru mengayunkan nya dengan tenaga penuh.


Buk!


Suara kencang dari ayunan kapak meski begitu, Satoru hanya bisa menebas sedalam 10 cm.


"Memang benar seperti yang dikatakan Andre. Aku yang memiliki kekuatan fisik 200 saja sulit untuk menebas pohon ini dan itu hanya berlaku untuk orang biasa."


Lalu, Satoru pun terpikir sebuah cara dan hal pertama yang dilakukan nya ialah Penilaian.


"Ichi, Aktifkan Penilaian!"


Ding!


[Kapak tulang naga. Atk: 600. Daya tahan: 1.000.]


"Oke, selanjutnya hanya perlu merubahnya nya."


Satoru pun menempelkan tangan nya ke ujung kapak dan merapalkan skill.


"Ichi. Aktifkan Enchant, Equality."


Setelah menaruh skill Kesetaraan pada kapak yang membuat kapak itu memiliki peningkatan ATK dan Daya tahan setara dengan pohon Iblis.


[Kapak tulang naga. Atk: 8.000. Daya tahan: 9.000.]


Setelah berhasil menyetarakan, Satoru pun mengayunkan kapaknya.


Suara lebih keras dan Satoru berhasil menebas sekitar 100 cm dalam sekali tebas.


Melihat itu, Satoru sontak tersenyum senang. "Ichi, berhasil! Dengan ini, aku bisa dengan mudah menebak pohon ini."


[Jawab. Tentu saja! Karena Kamu memakai cara curang.]


"Hahaha ..." tawa bangga Satoru.


[Ahufuu ...]


Setelah itu, Satoru pun terus mengayunkan kapaknya hingga pohon Iblis itu pun terjatuh hingga menimbulkan gempa besar disertai suara dengungan yang keras dan sinar matahari yang sebelumnya tertutup kini bersinar kembali.


Sesaat pohon itu tumbang, semua warga desa Gale sontak terkejut senang.


"Pohon Iblis berhasil ditebang!" seru salah satu warga desa Gale.


"Akhirnya, Pohon itu berhasil ditebang!"


"Saya penasaran dengan sosok penebang pohon Iblis," ucap warga lain yang sontak berlari ke dalam hutan.


Warga yang lain juga sontak menyusul dan berlari ke dalam hutan untuk melihat penebang pohon.


Lalu, Satoru yang baru saja selesai menebang, dia pun berdasar dibawah pohon dan mengambil kantong air dari skill Storage lalu, meminumnya.


"Huaaa ... Segar nya! Aku seperti hidup kembali," ucap Satoru seraya mengusap air dari sekitar mulut nya.


Sesaat kemudian, datang beberapa orang yang menghampiri Satoru. Lalu, dia pun sontak terkejut dan berdiri dari duduk nya.


"Ada apa ini? Apakah aku telah berbuat salah?" ucap panik Satoru.


Lalu, para warga Desa Gale berhenti didekat Satoru dengan ekspresi senang dan salah satu pria paruh baya menghampiri Satoru serta meraih tangan nya untuk bersalaman.


"Terimakasih anak muda. Kamu telah menyelamatkan desa Gale dari wabah kelaparan."


"Hehehe ... sama-sama."


"Siapa nama mu anak muda?"


"Nama ku Satoru."


Lalu, warga yang lain memotong pembicaraan. "Nak Satoru, jika berkenan datang lah ke desa Gale. Kami sepakat untuk merayakan keberhasilan anda!"


Mendengar itu, Satoru membuka mata nya. "Wuah ... Perayaan. Tentu aku tidak keberatan."


Satoru dari kecil sangat menyukai perayaan terutama makan.


Dan, Satoru pun diajak ke desa Gale. yang mana mereka mengadakan pesta besar-besaran dan Satoru pun menikmati malam perayaan tersebut.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...