
...Dungeon 10. Riset Goblin....
Pada hari itu ada yang berbeda, saat Shinji bangun. Salah satu Lucy masuk ke kamarnya.
“Selamat Pagi, Tuan. Anda ingin sarapan apa?” tanya Lucy yang membungkukan badannya.
“Selamat pagi juga Lucy …” ucap Shinji yang bingung membedakan pelayannya.
“Saya Lucy one, Master,” jawab Lucy one.
“Maaf Lucy one. Baiklah buatkan aku Waffle dan teh melati hangat,” jawab Shinji.
“Dimengerti! Saya akan buatkan!” jawab Lucy yang membungkukan badannya lalu pergi meninggalkan Shinji.
Shinji pun melakukan kesehariannya dengan mandi dan sebagainya.
Setibanya di ruang makan, para pelayan sudah berbaris di kursi tengah dan makanan serta minuman sudah tersedia.
“Silahkan makan, Tuan!” ucap serempak Lucy.
“Iya,” jawab Shinji.
Shinji pun berjalan menghampiri sarapannya. Salah satu dari Lucy menarik kursi Shinji agar mempermudah masternya untuk duduk. Shinji menerima itu dan dia pun duduk lalu, didorongnya sedikit. Lucy yang lain maju didepanku dan menuangkan teh dari teko kedalam cangkir mewah.
“Silahkan, Tuan!” ucap salah satu Lucy.
“Iya, terima kasih Lucy,” ucap Shinji.
Shinji pun mulai menyantap sarapannya dan dia merasakan enak nya sarapan yang dibuat oleh Lucy.
“Wow, enak banget! Masakan kalian,” ucap Shinji yang sudah menyantap sarapannya.
“Terima kasih, Tuan!” jawab serempak Lucy yang menundukan kepalanya.
“Oiya, ada sesuatu untuk kalian,” ucap Shinji.
Seusai makan, Shinji pun memberikan sebuah pin angka kepada Lucy di dadanya.
“Oke dengan ini aku tidak akan tertukar lagi nama kalian,” ucap Shinji yang tersenyum dan menolak pinggang.
“Terima kasih, Tuan!” ucap para Lucy yang tersenyum kepada Shinji.
Setelah itu, Shinji pergi ke lantai 3 dan melihat perkembangan para goblin. Setibanya disana, Shinji terkejut dengan perkembangan yang begitu cepat karena dalam waktu sehari saja, mereka sudah membuat desa.
“Kecerdasan para goblin memang tidak bisa dianggap remeh,” ucap Shinji.
Kling!
Saat Shinji disana, satu persatu para goblin berkumpul dan berlutut di hadapan Shinji.
“Navigator, apakah aku bisa memberikan perintah kepada mereka?” tanya Shinji.
Kling!
[Jawab Tentu saja! silahkan memberikan perintah untuk mereka!]
Shinji pun maju selangkah dan menatap mereka dengan tegas.
“Kalian memang cerdas. Aku salut kepada kalian maka dari itu aku akan memberikan misi kepada kalian untuk membuat battalion dan memilih jenderal kalian,” perintah Shinji.
“Huhu! Haaa!” jawab Para Goblin.
“Untuk memperlancar misi kalian maka, aku akan memberikan kalian senjata dan armor besi serta mytril untuk pemimpin kalian. Apa kalian mengerti?” seru Shinji.
“Huaaa!!” teriak para Goblin yang berdiri dan membentangkan tangannya keatas.
Shinji pun pergi ke desa Goblin lalu, Dia mengambil senjata besi dan paket armor lengkap senjata Mystril di rumah yang dipilihnya. Para Goblin yang melihat itu, dia kegirangan dan senang.
“Akhirnya pasukan Dungeon ku mulai berkembang!” ucap Shinji.
Kling!
[Ucapan. Selamat, Master!]
“Terima kasih, Navigator,” jawab Shinji.
Selama beberapa hari Shinji pun melakukan riset kepada para Goblin, hal-hal yang didapatkannya ialah Goblin memiliki perkembangbiakan yang cepat, bertumbuhan badan yang cepat juga memiliki kecerdasan dalam bertarung sehingga Shinji mendapatkan 100 pasukan pedang kecil;
25 pasukan panah;
40 pasukan tombak;
Dan, satu jenderal Goblin yang mengenakan armor Mystril dan pedang sihir sebagai senjatanya.
Adapun kelemahan dari para Goblin itu yaitu mereka tidak bisa berevolusi menjadi hobgoblin karena diri mereka yang tinggal di dungeon.
...# Let's Build Dungeon With Bug System #...