Let's Build Dungeon With Bug System

Let's Build Dungeon With Bug System
Dungeon 46. Penebang kayu, Kelvin



...Dungeon 46. Penebang kayu, Kelvin....


Ditempat yang berbeda, Leanne sedang menelusuri hutan lebat seraya memburu beberapa monster tingkat rendah seperti Slime dan Goblin.


Lalu, tidak lama kemudian. Dia mendengar suara jeritan. "Kiyaaa!"


Mendengar itu, Leanne sontak berlari menghampiri sumber suara yang mana dari kejauhan terlihat lah seorang gadis kecil yang terjauh dan ketakutan karena serigala bertanduk didepan nya.


"Jangan mendekat!" seru gadis kecil seraya melangkah mundur.


Leanne yang melihat itu sontak menghentikan langkah dan menodongkan tongkat sihir nya.


"Fire Bullet."


Peluru api keluar dari tongkat sihir dan tepat mengenai kepala serigala.


Melihat itu, Leanne tersenyum senang. "Bingo!"


Anak gadis yang ada di depan nya sontak terkejut hingga terduduk lalu, dia melihat kearah sumber sihir yang mana serangan itu berasal dari wanita cantik yang asing baginya.


Disisi lain, Leanne sontak menghampiri anak gadis itu dan mempertanyakan keadaan nya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Leanne seraya mengulurkan tangannya.


Anak gadis itu pun tersenyum, "Aku baik-baik saja. Terimakasih kakak," jawab anak gadis dengan meraih tangan Leanne dan dia pun bangun.


Sesaat kemudian, ada suara pria yang memanggil nama anak gadis itu. "Joana!"


Mendengar itu, anak gadis dan Leanne sontak menoleh kearah sumber suara yang mana terlihat seorang pemuda berambut hitam pendek dan tidak begitu tinggi.


"Kak Kelvin!" seru gadis tersebut.


Sesaat kemudian, pemuda itu berhenti didekat Leanne dan anak gadis. Lalu, dia sontak memegang kedua bahu anak gadis tersebut.


"Joana, kamu tidak apa-apa?"


Anak gadis itu menganggukkan kepalanya, "Iya, Kak. Aku di selamat kan oleh kakak cantik ini." ucap anak Gadis seraya melihat kearah Leanne.


Pemuda itu sontak melihat serigala yang mati dan Leanne. Lalu, dia pun mengerti bahwasanya Leanne yang telah menyelamatkan nya.


"Terimakasih, Nona. Anda telah menyelamatkan adik saya," ucap Pemuda dengan menundukkan kepalanya.


Leanne pun tersenyum, "Sama-sama. Lagipula, aku hanya lewat saja."


"Maaf, saya telat memperkenalkan diri. Nama saya Kelvin dan ini adik perempuan saya, Joana."


"Aku Joana. Salam kenal!" ucap Joana dengan membungkukkan badannya.


Leanne pun tersenyum, "Aku Leanne. Salam kenal juga!"


Leanne dan Kelvin pun saling bertukar senyum.


"Jadi, kemana tujuan nona Leanne?"


"Aku sedang perjalanan menuju benua barat," jawab Leanne.


Benua barat merupakan tempat lokasi dari Syelle Dungeon berada dan Leanne pun memutuskan untuk pergi hanya dengan Cloak Three saja yang sosok nya juga di sembunyikan oleh Leanne.


"Bagaimana kalau Nona Leanne mampir sejenak? Dan, Menginap? Lagi pula langit sudah mau gelap," ajak Kelvin.


Mendengar itu, Joana sontak memeluk Leanne. "Ayo kak Leanne! Menginap ya?"


Leanne pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Baiklah."


"Horee!" seru senang Joana.


Setelah itu, Leanne pergi bersama Kelvin dan Joana ke sebuah desa kecil bernama Sasha. Lalu, menginap di rumah kecil yang hanya memiliki luas beberapa petak saja.


Saat menginap, Kelvin bercerita banyak tentang nya. Meski baru bertemu dengan Leanne namun, dia dan Joana percaya Leanne bukanlah orang jahat.


Kelvin, 16 tahun, bekerja sebagai tukang kayu di desa Sasha dan hanya hidup berdua dengan adiknya Joana.


Kehidupan mereka tidak seperti keluarga pada umumnya. Setahun yang lalu, mereka mengalami kemalangan yang dimana kedua orang tua mereka meninggalkan dunia lantaran serangan monster dan sejak saat itu, Kelvin lah yang menjadi tulang punggung adik-adiknya meski ada bantuan dari sanak saudaranya namun itu tidak membantunya untuk bisa makan setiap harinya lebih dari itu, Kelvin tidak memiliki bakat sihir sehingga dia harus menjalani kehidupan seperti manusia biasa. Hal ini disebabkan Kelvin memiliki skill unik sejak lahir yaitu Petapa Agung.


Sebuah kemampuan untuk mengetahui informasi seluruh dunia bahkan masa depan. Meski terlihat hebat, namun efek samping nya akan menimbulkan rasa sakit kepala yang luar biasa maka dari itu, Kelvin jarang mengunakan nya dan harus bekerja keras dengan tenaganya tanpa mengunakan sihir.


Itulah kisah Kelvin.


Keesokan harinya, Kelvin dan Leanne pergi ke kota yang bernama kota Rio dan ke asosiasi. Selain penebang kayu, Kelvin juga petualang kelas besi. Sedangkan, Leanne sendiri sudah naik ke peringkat perak. Meski begitu, Kelvin pergi ke asosiasi untuk menjual kayu.


Kelvin yang sedang membawa kayu masuk kedalam Asosiasi dan menghampiri resepsionis wanita.


"Kak, aku ingin menukar kayu ini!"


"Iya, tunggu sebentar!" jawab resepsionis.


Lalu, resepsionis itu pun memeriksa kayu yang dibawa Kelvin. Seusai itu, dia kembali ke meja resepsionis.


"Oke, sudah dihitung. Kamu mendapatkan 10 tembaga. Terimakasih telah mengunakan jasa asosiasi Petualang ," ucap resepsionis seraya memberikan 10 Tembaga.


Kelvin pun mengangguk kepalanya disertai senyuman dan mengambil uang tersebut.


Disaat ingin meninggalkan resepsionis. Pria besar menyerukan sesuatu.


"Kelvin, Tunggu!"


Mendengar itu, Kelvin pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah pria berbadan besar itu.


Nama nya, Zack. Dia ketua asosiasi Petualang yang ada di kota Rio ini.


"Bisa kesini sebentar?!"


"Iya, pak."


"Kelvin, kamu belum membayar uang pajak tiga bulan ini. Jika, bulan ini kamu tidak bayar maka terpaksa kami akan menjual mu dan kedua adik mu menjadi budak untuk membayarnya!" ucap dingin Zack.


Dengan rasa yang berat, Kelvin pun menjawab nya. "Iya, ketua. Saya akan berusaha sebaik mungkin."


Zack pun menghela nafas panjang, "Bapak tahu kamu tidak memiliki bakat sihir dan harus mengurusi kedua adik mu tapi bapak juga tidak bisa berbuat banyak karena ini hukum dari asosiasi sendiri. Mohon maaf, saya harus berkata kasar seperti ini!"


"Tidak apa-apa, pak. Saya mengerti."


"Yasudah, kamu pergilah dan lanjutkan aktifitas mu!"


Kelvin pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, Pak. Saya pamit dulu."


Setelah itu, Kelvin pun meninggalkan ruang ketua Asosiasi.


Sesaat kemudian, salah satu pedagang yang memiliki emblem besi menghampiri Kelvin dan langsung merangkul nya.


Dia bernama Jay, salah satu Petualang yang baru naik ke peringkat tembaga.


"Hei, Kelvin. Lihatlah!" seru Jay seraya memamerkan emblem tembaga nya.


Kelvin pun mengikuti arahan dan melihat emblem milik nya.


"Hebat, bukan! Sekarang, saya bukan lagi peringkat yang sama dengan mu. Hahaha!" ucap bangga Jay.


Kelvin yang memahami itu hanya bisa tersenyum kecil.


Sesaat kemudian, Jay pun memberikan pengumuman. "Semuanya! Mulai hari ini, Kelvin orang terendah dan terlemah di seluruh Asosiasi. Hahaha..."


Semua anggota guild yang ada di ruangan itu pun menertawakan nya. Kelvin hanya bisa menghela nafas lantaran itu bukan sekali dua kali dirinya mendapatkan perlakuan seperti itu. Resepsionis yang ada disana, dia hanya menggelengkan kepalanya.


Hampir semua anggota Guild menertawakan Kelvin tapi tidak dengan Leanne yang tersenyum remeh mendengar ucapan dari Jay.


"Dasar bodoh!" gumam Leanne.


Kelvin hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya sampai di dekat Leanne.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Leanne.


Kelvin tersenyum kecil, "Aku sudah terbiasa."


Setelah menjawab itu, Kelvin pun pergi meninggalkan Leanne.


Lalu, ditengah perjalanan seorang gadis bangsawan sontak menghampiri Kelvin dan tanpa basa-basi dengan wajah yang masam menampar Kelvin.


Plak!


sebuah tapak merah menempel pada pipi Kelvin.


"Hei, aku ingetin kamu ya. Kecoa! Kalau mau jadi tunangan aku, Mimpi! Dasar jelek dan pengemis!" maki Bangsawan tersebut.


Nama bangsawan itu, Nova Piccaso. Dia merupakan putri dari Pablo Picasso. Seorang pedagang budak dan Bangsawan yang menguasai wilayah desa Sasha dan kota Rio. Sosoknya tidak pernah sendiri, dia selalu ditemani oleh putri bangsawan lainnya dan satu pengawal setia nya.


Yang mana, saat Kelvin di tampar. Putri bangsawan lainnya itu tertawa senang.


Kelvin tidak marah dengan perlakuan itu dan diam.


Sebenarnya, dirinya tidak sungguh-sungguh menyatakan perasaannya namun, Jay menyuruh Kelvin untuk berkenalan dan


menyatakan rasa cinta dan ingin bertunangan dengan nya.


Hal itu, Kelvin lakukan hanya demi 2 koin emas.


Meski, resikonya saat ini menerima tamparan dari Nova Picasso.


"Maaf," ucap pelan Kelvin sambil menundukkan kepalanya.


"Cih ... dasar sampah! Ayo kita pergi sebelum kutukan dia menyebar ke kita!" seru Nova.


Sesaat kemudian, Nova dan kelompok nya pergi meninggalkan Kelvin dengan tatapan dan tawa remeh.


Kelvin pun hanya bisa menghela nafas panjang dan dia melanjutkan langkahnya untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang, Kelvin berpapasan dengan lagi dengan Leanne.


"Tunggu!" seru Leanne.


Langkah Kelvin pun terhenti dan menoleh kebelakang.


"Ada apa?"


"Kamu tidak apa-apa hidup seperti itu?" tanya Leanne.


Kelvin memberikan senyuman, "Saya baik-baik saja."


"Oh, begitu. Jika ingin bantuan, saya siap membantu!" ucap Leanne.


Kelvin pun tersenyum, "Terimakasih."


Seusai menjawab itu, Kelvin pun kembali pulang ke desa Sasha.


...# Let's Build Dungeon With Bug System #...


Kelvin



Joana